Minggu, 01 Mei 2011

Fakta Dibalik Pembuatan Film Porno



Tidak sengaja ketika browsing belum lama ini saya menemukan satu artikel yang cukup menarik mengenai film porno. Film porno ?
Sudahlah tidak usah (pura-pura) terkejut ! Jangankan kita para remaja, anak-anak SD-SMP pun kini sudah banyak yang ikut serta menonton dan bahkan menjadi penggemar berat (baik itu film atau artisnya). Situasi yang ironis memang. Tapi dalam kesempatan ini, saya bukan untuk memberikan semacam solusi bagaimana mengurangi atau menghilangkan “masalah” ini. Jujur saja sampai saat ini saya masih belum tahu begaimana mengatasi permasalahan ini, karena justru saat ini bukanlah suatu hal sulit untuk memperoleh film (atau video) porno.
Pornografi adalah bisnis online yang sangat besar. Jutaan orang mengakses situs-situs porno di internet dan memang sejak dahulu pornografi sudah menjadi sumber dan pemicu masalah mental nomer 1 di US sana (di Indonesia juga).Tidak terlalu sulit untuk mengakses situs-situs porno, tinggal tulis kata sandinya dimesin pencari (google,yahoo dll) maka akan muncul banyak link yang menuntun kita kearah sana.

Tidak seperti yang telah dibayangkan sebelumnya ternyata dibalik pembuatan film porno tersebut muncul beberapa fakta yang cukup mengejutkan dan jarang ter-expose kepermukaan. Film porno tidaklah selalu segelamour seperti yang tampak dari luar, ternyata artis-artisnya mengalami semacam “tekanan” dalam menjalani profesi mulianya itu. Berikut adalah beberapa fakta yang berkaitan dengan pembuatan film porno yang saya ambil dari salah satu artikel di internet :

1. Artis porno 100% berbohong kalau mereka bilang menikmati pembuatan film bokep yang mereka peranin. Meski artis wanita bisa dibayar 10x lipat dari pemeran pria tapi dalam proses pembuatan film porno bisa berlangsung 18 jam sehari untuk menghemat budget dan dalam sehari mereka bisa shoting utk 3 s/d 4 scene berbeda.

2. Setiap scene nya bisa berlangsung berjam-jam tergantung dari apa aktornya bisa ”tampil” sesuai dengan harapan sang sutradara atau apa si artis yg harus istirahat dulu karena rasa sakit saat melakukan adegan hardcore. Seperti adegan anal sex yg seringkali harus dihentikan karena ada yg seharusnya tidak boleh tampil

3. Saat menunggu scene berikutnya biasanya artis porno menghabiskan waktu di restroom untuk minum minuman keras atau pake narkoba biar bisa ngurangin rasa malu dan sakit dalam adegan berikutnya. Untuk diketahui di industri film porno test yang wajib dilakukan untuk tiap aktor & artis adalah test HIV (sebulan sekali) sedangkan test drugs tidak ada.

4. Situasi saat shooting film porno sangat menyiksa baik secara fisik maupun mental khususnya untuk artis wanita karena 12 – 18 orang berdiri dibalik layar, mulai dari sutradara & asistennya, fans berat yg dapet hadiah nonton langsung sampai tukang lampu dan fotografer yg punya hak untuk mem “freeze” adegan tertentu agar bisa diambil angle foto yg terbaik.

5. Artis porno adalah pembohong profesional karena kalau mereka menceritakan kenyataan sebenernya maka hancurlah fantasi yg ada di tiap kepala ngeres para penggemar dan sekaligus menghancurkan karir “indah” mereka. Dan disinilah ironisnya karena sudah terbiasa berbohong para artis film bokep biasanya malah punya kemampuan akting yg lebih baik dari kebanyakan bintang hollywood. (http://www.acehforum.or.id/lima-fakta-menarik-t24851.html)

Tambahan lagi belum lama ini ada satu berita di Los Angeles sana yang dilansir langsung oleh petugas kesehatan di Los Angeles, Amerika Serikat, pada surat kabar harian LA Times menyatakan bahwa ternyata sedikitnya ada 16 orang bintang film porno positif terinfeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam kurun waktu lima tahun belakangan. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa industri hiburan dewasa tersebut tidak melindungi para artisnya dari penyebaran penyakit menular seksual tersebut.
Tidak seperti yang diperkirakan bukan ? dari beberapa fakta yang telah dipaparkan dimuka kita bisa menarik sedikit kesimpulan ternyata profesi sebagai artis porno merupakan suatu pekerjaan yang sangat sulit dan penuh tekanan. Profesi ini pada dasarnya bukanlah sebuah profesi yang didasari karena hobi atau semacamnya, melainkan karena suatu keterpaksaan. Suatu pilihan yang sulit memang, mereka (para artis, khusunya artis wanita) sama sekali tidak merasa nyaman dengan pekerjaannya itu. Walaupun tidak begitu relevan dengan ajaran Marx yang sesungguhnya, tapi bolehlah kita sedikit meminjam konsep Karl Marx. Mungkin inilah yang disebut sebagai ”alienasi”. Para artis (pekerja) tersebut terus menerus tereksploitasi oleh para pemilik modal (pemilik usaha bisinis porno) dan juga merasa terasingkan dengan pekerjaannya sendiri.
Janganlah melihat sesuatu dari luarnya saja karena tidak jarang justru nilai-nilai yang lebih subsntansial berada jauh didalamnya. Begitu juga dalam realitas film porno. Dari sini setidaknya kita mengetahui bahwa ternyata film porno itu bisa kita sebut sebagai fasilitas “hiburan” yang menyakitkan, jadi apakah anda akan tetap ingin terus menonton “hiburan” ini? Terserah Anda .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar