Rabu, 04 Mei 2011

Cacing Mata (Asli)

Nah, kali ini kita akan membahas tentang Cacing Mata. Tetapi, sebelum saya lanjutkan, ada sebuah syarat supaya anda bisa membaca posting kali ini. "Jangan sugesti diri anda bahwa apa yang anda saksikan ini menjijikan atau mengerikan".

Kembali saya ingatkan, bila anda jijik melihat cacing lebih baik jangan teruskan membaca! Dan bila anda ingin meneruskan membaca silakan untuk tidak memakan apapun dahulu.

Cacing mata yang akan kita bicarakan kali ini adalah cacing Loa loa yang bisa merambat masuk ke dalam mata. Cacing ini hanya ditemukan di daerah Afrika, tetapi penyakit yang ditimbulkannya cukup mengerikan. Loa loa filariasis yang juga disebut cacing mata ini juga ditemukan di India ketika ada laporan bahwa seorang kakek berusia 82 tahun mendapati seekor cacing di matanya.

Cacing loa-loa memiliki ukuran panjang yang bervariasi mulai dari 2 cm hingga 12 cm. Nah, yang ditemukan pada mata kakek di atas itu berukuran sekitar 12 cm. Bisakah anda bayangkan? Bila tidak, jangan bayangkan!

Kingdom : Animalia
Filum : Nematoda
Kelas : Secernentea
Ordo : Spirurida
Famili : Filaridae
Genus : Loa
Spesies : Loa loa


Daur hidup sang cacing mata diawali oleh vektornya yaitu lalat Chrysops. Jadi, lalat ini adalah vektor yang membawa telur atau larva Loa-loa. Dan setelah lalat ini menggigit manusia (karena makanan lalat ini adalah darah) telur cacing tadi disalurkan ke saluran darah manusia. Akhirnya sang cacing terbawa arus aliran darah manusia dan sering singgah kesana-kemari di organ manusia termasuk mata kita.






Inilah kelebihan sang cacing, yaitu memiliki lapisan pelindung tubuh yang bisa menembus kulit organ yang ditempatinya, sehingga bisa bergerak kesana-kemari.Dan, bila dalam satu vektor tidak hanya melepaskan satu telur saja melainkan lebih dari satu telur kemungkinan besar akan terjadi perkawinan antara cacing jantan dan cacing betina yang nantinya akan tumbuh.

Orang yang tubuhnya kemasukan cacing ini biasanya akan merasa gatal, agak lesu, dan terkadang kesakitan. Lalu bagaimana dengan mata?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar