Senin, 18 April 2011

Mitologi Yunani "Full Version"

Nah, kite suguhin nih "ger"  artikel  tentang mitologi yunani.. silahkan logger baca dah kalo kuat, kite aje begga, matanya udah merem melek bacanya, tapi akhirnya kelar juga, dan silahkan gantian para sahabat logger tercinta yang menikmati artikel panjang ini. Lee cii dah...monggo!

Awal Dunia

Gaia, dewi bumi.
Pada awalnya, yang ada hanyalah Khaos, yaitu suatu sosok yang tidak berbentuk dan misterius. Dari Khaos ini muncullah Erebos, kegelepan tempat berdiamnya kematian, dan Nix, sang dewi malam yang misterius.
Selain mereka bertiga, yang ada hanyalah kesunyian, kekosongan, ketidakterbatasan. Lalu terlahir Eros (cinta), Gaia (bumi), dan Tartaros. Adalah cinta yang memungkinkan terjadinya hubungan untuk menghasilkan anak.
Erebos tidur dengan Nix, yang kemudian melahirkan Aither (atmosfer), dan Hemera (hari). Itu adalah hubungan seksual yang pertama di dunia. Nix juga secara partenogenesis (tanpa hubungan seksual) melahirkan Moros (murka), Moirai (takdir), Hipnos (tidur), Thantanos (maut), Oneiroi (mimpi), dan
Nemesis (pembalasan). Nix menyuruh semua anak-anaknya untuk keluar dari kegelapan.
Sementara itu secara partenogenesis melahirkan Uranus (langit), Urea (pegunungan), dan Pontos (laut). Uranus menikahi ibunya dan menjadi pengusa dunia. Uranus menutupi seluruh tubuh Gaia dan Bersama-sama mereka melakukan hubungan seksual untuk kemudian melahirkan tiga Kiklops, tiga Hekatonkhire, dan dua belas Titan. Gaia juga melakukan hubungan dengan Pontos dan melahirkan dewa laut (Nereus, Forkis, dan Thaumas), dewi laut Euribia, dan monster laut Keto. Dari Tartarus, gaia memiliki anak bertama Typhon, yang merupakan ayah dari segala monster.
Para Kiklops (Arges, Brontes, dan Steropes) adalah raksasa bermata satu sedangkan para Hekatonkhire (Briareus, Kottus, dan Giges) adalah raksasa bertangan seratus dan berkepala lima puluh. Ukuran mereka sangat besar dan mereka sangat kuat. Karena penampilan mereka yang mengerikan, Uranus membenci mereka dan menyuruh mereka kembali ke Tartarus, rahim ibu mereka. Uranus tidak sadar bahwa perbuatannya ini akan memicu peperangan antar dewa selama berabad-abad berikutnya.


Kronos memotong alat kelamin Uranus.
Pengurungan para Kiklops dan Hekatonkhire di Tartaros menyebabkan Gaia kesakitan sampai akhirnya dia memanggil anak-anaknya yang lain, para Titan. Para Titan berjumlah dua belas, enam laki-laki dan perempuan. Mereka berukuran lebih kecil dan lebih indah sehingga tidak dibenci oleh ayah mereka, Uranus. Gaia mengajak para Titan untuk melakukan pemberontakan pada Uranus. Tetapi semua Titan terlalu takut untuk memberontak, semuanya kecuali satu Titan, dialah Titan termuda sekaligus yang paling ambisius: Kronos. Maka Kronos dan Gaia pun menyusun rencana.
Pada suatu malam, Gaia bersetubuh dengan Uranus. Sementara Kronos, berbekal sabit pemberian Gaia, diam-diam mendekati ayahnya. Kronis lalu menyerang Uranus, memotong alat kelamin Uranus dengan sabit yang dibawanya, dan melemparnya ke laut. Uranus menjerit kesakitan dan menghilang dari dunia (mati). Sebelum dia menghilang, Uranus mengutuk Kronos bahwa dia juga suatu saat akan dikalahkan oleh anaknya.
Dari darah Uranus yang berceceran terlahirlah para raksasa, para nimfa pohon abu, dan para Erinya. Sementara itu alat kelamin Uranus terjatuh ke lautan dekat pulau Kithera dan menghasilkan buih laut, dari buih itu munculah Afrodit, dewi kecantikan.
Setelah kepergian Uranus, para Titan mengambil alih kekuasaan atas dunia dengan Kronos sebagai pemimpin.


Rea memberikan bungkusan berisi batu pada Kronos.
Kronos menjadi penguasa dunia dan menikahi saudarinya, Rea. Sementara Okeanos menjadi penguasa lautan dan Hiperion sebagai dewa matahari. Pada masa pemerintahan Kronos, manusia mengalami Zaman Emas, sebuah masa yang paling membahagiakan bagi manusia karena tidak ada penderitaan di dunia. Tetapi Kronos tidak membebaskan para Kiklops dan Hekatonkhire yang oleh ayahnya dikurung di Tartaros padahal mereka adalah alasan baginya untuk mengambil alih kekuasaan dari ayahnya, dia malah menyuruh monster Kampe untuk menjaga mereka agar tidak kabur. Hal ini membuat Gaia marah dan menyatakan bahwa Kronos suatu saat akan dikalahkan oleh anaknya. Ramalan ini ikut memperkuat kutukan Uranus.
Kronos memerintah selama berabad-abad dan memiliki beberapa anak. Tetapi Kronos takut suatu saat kutukan Uranus dan ramalan Gaia akan menjadi kenyataan sehingga dia langsung menelan semua bayi yang dilahirkan oleh Rea. Rea, yang marah karena semua anak-anaknya harus ditelan oleh suaminya, akhirnya berusaha melakukan perlawanan. Ketika akan melahirkan anaknya yang keenam, Rea pergi ke sebuah gua di Kreta dan melahirkan di sana. Rea lalu membungkus sebongkah batu dengan kain dan memberikannya pada Kronos. Kronos yang tidak menyadari tipuan Rea akhirnya menelan batu itu sementara bayi yang diberi nama Zeus itu diasuh oleh para nimfa di Kreta.
Bayi Zeus tumbuh dengan meminum susu Amaltheia, seekor kambing. Di kemudian hari, Zeus membalas kebaikan Amaltheia dengan menempatkannya di angkasa sebagai rasi bintang Capricorn. Selain itu ada juga para Kuretes, mereka adalah sekumpulan prajurit penari yang ikut membantu menyembunyikan Zeus dari Kronos. Ketika Zeus sedang menangis, para Kuretes langsung membuat keributan dengan cara bernyanyi, menari, dan memukulkan tombak pada perisai mereka supaya Kronos tidak mendengar tangisan Zeus.
Setelah dewasa, Zeus menikahi Metis, Titan kebijaksanaan dan kepandaian. Zeus juga berusaha mencari cara untuk membalas perbuatan ayahnya. Dia berkonsultasi pada Metis. Metis membuat suatu minuman ajaib yang telah diisi dengan ramuan dari Gaia dan menyuruh Zeus memberikannya pada Kronos. Sementara itu, Rea meyakinkan Kronos untuk menerima kembali Zeus sebagai pembawa minum bagi Kronos. Kronos setuju dan Zeus pun akhirnya memperoleh kesempatannya. Zeus memberikan minuman buatan Metis pada Kronos. Kronos meminumnya dan seketika itu juga Kronos memuntahkan semua anak-anak yang telah ditelannya. Kronos memuntahkan Poseidon, Hades, Hera, Demeter, dan yang terakhir Hestia. Mereka adalah dewa sehingga tetap hidup walau sudah ditelan.
Zeus, bersama saudara-saudaranya, kemudian menyatakan perang pada Kronos dan para Titan, sebuah perang yang disebut Titanomakhia dan akan berlangsung selama sepuluh tahun.

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Dalam perang Titanomakhia, Zeus beserta saudara-saudaranya (Poseidon, Hades, Hera, Demeter, dan Hestia) melawan para Titan. Para Titan yang berperang adalah Kronos, Hiperion, Koios, Krios, Iapetos, dan Atlas serta beberapa anak-anak mereka. Sementara Okeanos dan para Titan perempuan (Mnemosine, Tethis, Theia, Foibe, Rea, dan Themis) memilih tidak memihak. Para Titan bermarkas di Gunung Othris dengan dipimpin oleh Atlas dan para dewa berjuang dari Gunung Olimpus dengan dipimpin oleh Zeus.
Setelah beberapa pertempuran, para Titan ternyata sangat kuat dan nampaknya para dewa Olimpus akan kalah. Zeus menjadi sadar bahwa dengan kekuatan sekarang dia tidak mungkin bisa mengalahkan para Titan. maka dia pun pergi meminta nasehat dari Gaia, yang menyuruhnya untuk meminta bantuan pada para Kiklops dan Hekatonkhire yang sedang terkurung di Tartaros. Zeus pun pergi ke Tartaros dan membunuh monster Kampe. Zeus lalu membebaskan para Kiklops dan Hekatonkhire. kini Zeus mendapat sekutu baru. Zeus bahkan mendapat tambahan bantuan setelah Prometehus dan Epimetehus ikut berpihak padanya. Para dewa Olimpus pun siap bertempur kembali dengan kekuatan baru.
Para Kiklops ternyata merupakan pembuat senjata yang hebat. Mereka membuat petir untuk Zeus, trisula untuk Poseidon, dan helm kegelapan utnuk Hades. Senjata-senjata itu sangat membantu para dewa Olimpus dalam mengalahkan para Titan dalam pertempuran-pertempuran berikutnya. Pada malam sebelum bertempur, Hades memakai helmnya sehingga dia menjadi tak terlihat. Dia lalu menyelinap ke perkemahan para Titan. Hades yang tak terlihat kemudian menghancurkan senjata-senjata para Titan sehingga ketika besoknya bertempur, para dewa Olimpus bisa memukul mundur para Titan.
Dalam pertempuran lain, Hades, yang memakai helmnya, menyelinap di belakang Kronos dan mengunci badan Kronos. Poseidon ikut menahan Kronos dengan trisulanya sehingga Kronos tak bisa bergerak. Setelah itu Zeus menghujamkan petirnya pada tubuh Kronos.
Perang Titanomakhia berlangsung selama sepuluh tahun sampai akhirnya Zeus memutuskan untuk mengakhiri perang ini.

Para Titan terjebak dalam hujan batu.
Dalam suatu pertempuran, para dewa Olimpus mundur setelah didesak oleh Para Titan. Tak disangka oleh Para Titan, ternyata itu hanyalah perangkap untuk menjebak mereka. Setelah para dewa Olimpus mundur dan para Titan masuk dalam perangkap mereka, muncullah tiga Hekatonkhire yang sangat besar dengan masing-masing memiliki seratus tangan dan lima puluh kepala. Ketiga Hekatonkhire ini lalu mengambil bongkahan-bongkahan batu besar dan melemparkannya pada para Titan. Dalam sekali lempar, para Hekatonkhire mampu melemparkan tiga ratus batu sekaligus, maka para Titan pun terjebak dalam hujan batu. Selain itu, Zeus ikut menambah penderitaan para Titan dengan menghujamkan petirnya pada mereka. Berada dalam keadaan seperti itu, para Titan panik dan tercerai berai. Mereka pun mengaku kalah dan dengan demikian para dewa Olimpus memenangkan Titanomakhia.
Para Titan yang kalah dihukum oleh Zeus dengan dikurung di Tartaros. Semua Titan yang kalah dikurung kecuali Atlas yang diberi hukuman khusus oleh Zeus: Atlas mesti memikul langit di pundaknya. Zeus menugaskan para Hekatonkhire untuk menjaga para Titan di Tartaros sementara para Kiklops bekerja di bengkel Hefaistos dan bersama-sama mereka menciptakan berbagai alat luar biasa.
Zeus, Poseidon, dan Hades melakukan undian untuk menentukan tempat kekuasaan. Hasilnya adalah Zeus berkuasa atas langit, Poseidon menguasai lautan, dan Hades memperoleh dunia bawah, sedangkan bumi diatur oleh semua dewa.


Tifon
Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Keputusan Zeus untuk memenjarakan para Titan di Tartaros ternyata membuat Gaia marah. Gaia pun bersetubuh dengan saudaranya Tartaros dan melahirkan anaknya yang terakhir, sesosok makhluk yang luar biasa berbahaya dan menakutkan, dialah Naga Tifon.
Tifon adalah monster naga raksasa, ukurannya sangat besar dan tingginya melebihi gunung tertinggi bahkan kepalanya mencapai bintang-bintang. Tifon berwujud setengah pria dan setengah monster. Di bawah lengannya terdapat seratus kepala naga yang siap memangsa apa saja sedangkan di bawah pahanya ular-ular beracun bergulung-gulung. Bukan hanya itu, makhluk ini pun bisa menyemburkan api. Sungguh, dia adalah salah satu monster paling mematikan yang pernah menghuni bumi.
Hubungan Gaia dan Tartaros juga melahirkan Ekhidna, monster naga perempuan yang menjadi istri Tifon. Bersama-sama, Tifon dan Ekhidna melakukan hubungan yang kemudian melahirkan berbagai monster mengerikan lainnya, di antaranya adalah Kerberos, Khimera, Orthros, Hidra, Singa nemea, Sphinx, Elang Kaukasia, Babi Kromios, dan burung hering.
Tifon yang mengemban misi dari ibunya kemudian menyerang kediaman para dewa Olimpus. Saking kuatnya Tifon, para dewa hanya mampu melarikan diri agar bisa selamat dan tak mampu melawan. Mereka berubah wujud menjadi hewan dan kabur ke Mesir. Apollo menjadi gagak, Artemis menjadi kucing, Dionisos menjadi kambing, Hera menjadi sapi, Hermes menjadi burung ibis, Afrodit dan anaknya Cupid menjadi sepasang ikan (kelak diabadikan sebagai rasi bintang Pisces).
Tetapi di antara para dewa ternyata masih ada yang berani berdiri tegak menghadang sang monster. Adalah Zeus, sang pemimpin, yang berusaha mempertahankan kekuasaan yang telah direbut dengan susah payah dari para Titan. Zeus menghunus petirnya dan Tifon pun menerjang Zeus. Ketika Tifon semakin mendekat, Zeus tidak menyerang dengan petir tetapi dengan sabit batu peninggalan Kronos (batu yang digunakan oleh Kronos untuk memotong alat kelamin Uranus). Terluka oleh senjata legendaris tersebut, Tifon pun mundur dan terbang ke Suriah.
Tifon terluka parah dan Zeus merasa di atas angin dan terlalu percaya diri. Hal itu merupakan bumerang bagi Zeus sehingga pada pertarungan berikutnya Tifon mampu membelit Zeus dengan menggunakan ular-ularnya. Tifon tidak berhenti sampai di situ. Dengan sabit batu peninggalan Kronos yang diambilnya dari Zeus, Tifon memotong urat di tangan dan kaki Zeus, maka Zeus pun tak bisa lagi menggunakan petirnya dan semakin tidak berdaya. Tifon lalu mengurung Zeus di sebuah gua di Cilicia dengan dijaga oleh naga Delfin.
Untuk sesaat tak ada lagi harapan bagi para dewa. Tetapi ternyata masih ada dewa yang berjuang. Hermes mengambil urat Zeus yang dipotong Tifon dan mendatangi gua tempat Zeus dikurung. Hermes mengendap-endap memasuki gua itu karena jika Delfin sampai tahu maka akan sangat berbahaya baginya. Delfin terlalu kuat untuk dihadapi oleh seorang dewa muda seperti Hermes. Zeus yang dikurung dan tak berdaya terkejut ketika didatangi Hermes tetapi setelah tahu bahwa Hermes membawa uratnya, keberaniannya timbul lagi. Hermes pun memasang lagi urat itu pada Zeus. Zeus yang bisa menggunakan petirnya lagi langsung pergi menghadapi Tifon, kali ini dia bertekad untuk benar-benar mengalahkan sang monster.
Zeus mengejar Tifon sampai ke Sisilia dan di sana mereka bertarung lagi. Tifon mengangkat gunung Etna dan hendak menjatuhkannya ke badan Zeus. Zeus dengan cepat menghujamkan petirnya dengan kekuatan penuh ke tubuh Tifon. Sang monster merasa kesakitan dan melepaskan gunung yang yang dipegangnya. Gunung tersebut jatuh dan menimpa tubuh Tifon sendiri. Tifon pun terjebak selamanya di sana. Walaupun begitu, Tifon tetap hidup dan terkadang memberontak ingin keluar. gerakan-gerakan Tifon menyebabkan gempa bumi di daerah itu sedangkan semburan apinya menyebabkan letusan gunung Etna.
Zeus berhasil menyingkirkan salah satu ancaman terbesar bagi kekuasaan para dewa tetapi pertempuran masih belum selesai. Gaia semakin marah karena Zeus mengalahkan anaknya. Gaia pun bersiap mengirimkan lagi gelombang serangan ke Gunung Olimpus.


Para Raksasa berperang dengan dewa Olimpus.
Gaia, yang marah karena anak-anaknya (Titan) dikurung di Tartaros, menyuruh para Raksasa untuk bangkit melawan para dewa Olimpus dan mengakhiri pemerintahan mereka. Para Raksasa, dipimpin oleh Alkioneus dan Porfiion, berperang melawan para dewa dalam suatu perang yang disebut Gigantomakhia.
Dalam menghadapi para Raksasa, para dewa meminta bantuan Herakles setelah mendengar ramalan yang mengatakan bahwa para Raksasa hanya bisa dikalahkan dengan bantuan sang pahlawan.
Herakles bertarung dengan Alkioneus sang pemimpin Raksasa. Herakles terus menyerang Alkioneus tetapi Alkioneus tetap tak mati. Ternyata Alkioneus adalah Raksasa yang abadi selama dia berada di tempat kelahirannya, Flegra. Maka Herakles membawanya ke luar dari tempat tinggalnya dan membunuhnya.
Sementara pemimpin Raksasa yang satu lagi, Porfirion, mendatangi Hera, istri Zeus. Porfirion merobek pakaian Hera dan mencoba memperkosanya. Hera berteriak meminta pertolongan. Zeus datang dan menyerang Porfirion dengan petirnya, setelah itu Herakles memanah Porfirion sampai mati.
Poseidon sang dewa laut bertarung dengan Raksasa Polibotes. Poseidon mengejar Polibotes di sepanjang lautan sampai pulau Kos. Poseidon kemudian merobek sebagian pulau Kos dan melemparkannya pada Polibotes. Polibotes akhirnya kalah setelah tertindih pulau tersebut. Sementara Athena sang dewi perang dan kebijaksanaan bertarung dengan Raksasa Enkelados. Dalam pertarungan itu Athena berhsil unggul setelah dia menusuk Enkelados dengan tombaknya. Athena juga membunuh Raksasa Pallas dan menggunakan kulitnya untuk membuat sebuah perisai yang sangat kuat.
Raksasa Aloadai (Otso dan Efialtes) adalah putra Poseidon. Mereka sangat kuat sampai-sampai tak ada dewa yang bisa melukai mereka. Suatu malam, ketika mereka sedang tidur, Gaia membisikkan sesuatu pada mereka. Gaia memberitahu mereka bahwa merekalah yang seharusnya berkuasa di Olimpus. Sejak itu, Mereka berusaha menyerang Olimpus dengan cara menumpuk-numpuk gunung sampai setinggi Gunung Olimpus, lalu menyuruh para dewa untuk menyerah. Mereka juga meminta Artemis dan Hera menjadi istri mereka. Para dewa melawan tapi tak dapat mengalahkan mereka. Para Aoladai bahkan mampu menangkap Ares dan mengurungnya dalam kendi selama tiga belas bulan. Artemis lalu berubah wujud menjadi seekor rusa dan berlari di antara para Aoladai. Mereka saling melempar tombak yang kemudian mengenai badan masing-masing dan akhirnya saling membunuh.
Hermes yang mengenakan helm kegelapan berhasil membunuh Raksasa Hippolitos, Artemis memanah Raksasa Gration sampai mati. Raksasa Euritos dibunuh oleh Dionisos dengan tongkatnya, sedangkan Raksasa Agrios dan Thoon dibunuh oleh para Moirai dengan tongkat perunggu. Hefaistos membunuh Raksasa Mimas dengan lelehan besi sementara Raksasa Klitios diserang dengan obor api oleh dewi Hekate.
Setelah semua Raksasa berhasil dikalahkan, Herakles memanah semua Raksasa dengan panahnya. Para dewa lalu mengurung tubuh semua Raksasa di bawah bumi. Gempa bumi serta letusan gunung berapi terjadi akibat tubuh-tubuh mereka yang terus memberontak.

[sunting] Kisah Manusia

Dalam mitologi Yunani, perjalanan hidup manusia di bumi mengalami beberapa tahap. Kehidupan manusia diawali dengan Zaman Emas yang penuh kebahagiaan dan kemudian terus mengalami penurunan kualitas kehidupan pada zaman-zaman berikutnya sampai zaman terakhir, yaitu Zaman Besi.

[sunting] Zaman Emas


Zaman Emas
Zaman Emas adalah periode pertama yang dialami oleh manusia, masa ini terjadi di bawah kekuasaan Kronos. Pada zaman ini semua manusia merasakan kebahagiaan dan kedamaian. Di dunia tidak ada penyakit, perang, kesedihan, atau penderitaan. Manusia hidup bersama para dewa dan tidak perlu bekerja keras karena makanan selalu tersedia belimpah. Hanya ada satu musim, yaitu musim semi. Manusia hidup dalam waktu yang lama tapi penampilan mereka selalu muda dan manusia mati dengan damai. Manusia yang mati akan berubah menjadi roh yang tetap tinggal di bumi dan ikut menjaga umat manusia. Pada masa ini Semua manusia baik dan tidak ada yang jahat. Ketika Zeus menggulingkan kekuasaan para Titan, Zaman Emas pun berakhir.

[sunting] Zaman Perak


Zaman Perak
Setelah Zeus berkuasa, dia membuat manusia mengalami keadaan yang berbeda dari sebelumnya. Pada periode ini, Zeus membagi setahun menjadi empat musim. Penampilan dan kebijaksanaan manusia mengalami penurunan di banding masa sebelumnya. Manusia harus bertani dan beternak untuk makan, serta harus membuat rumah untuk tempat berlindung. Manusia menghabiskan waktu seratus tahun sebagai seorang bayi yang bergembira sedangkan masa dewasa yang pendek dilalui dalam penderitaan. Orang-orang tidak mau menyembah para dewa sehungga akhirnya Zeus menghancurkan umat manusia. Setelah mereka mati, mereka disebut sebagai "Roh Terhormat di Dunia Bawah."

[sunting] Zaman Perunggu

Periode yang ketiga adalah Zaman Perunggu. Setelah memusnahkan umat manusia sebelumnya, Zeus menciptakan lagi umat manusia dari pohon abu (pohon untuk membuat tombak). Umat manusia pada zaman ini sangat kuat dan suka berperang. Mereka senang melakukan kekejaman. Mereka membuat alat-alat perang dan baju perang dari perunggu, bahkan rumah mereka pun dibuat dari perunggu. Ketika mereka mati, mereka pergi ke dunia bawah. Karena umat manusia sudah saling membunuh, Zeus memutuskan untuk memusnahkan lagi mereka, kali ini dengan banjir besar.

[sunting] Zaman Pahlawan

Zeus menciptakan lagi umat manusia. Pada periode ini perilaku manusia agak lebih baik daripada masa sebelumnya. Banyak bermunculan manusia setengah dewa. Mereka adalah para pahlwan yang sangat berani dan melakukan banyak petualangan. Banyak pahlawan yang membunuh monster-monster dan menyelamatkn manusia lain. Banyak di antara para pahlawan itun yang mati dalam perang karena beberapa perang besar terjadi pada masa ini, misalnya adalah Perang Tujuh Pahlawan, dan Perang Troya. Setelah mati, roh para pahlawan pergi ke Elision, tempat yang berisi kebahagiaan yang dipimpin oleh Kronos.

[sunting] Zaman Besi


Zaman Besi
Ini adalah periode yang terakhir. Masa ini adalah yang terburuk karena pada masa ini kebaikan kalah oleh kejahatan. Anak-anak tidak menghormati orang tuanya, saudara saling bunuh demi harta, orang-orang tak lagi punya rasa malu, banyak terjadi penipuan, pembunuhan, dan peperangan, serta berbagai perilaku rendah lainnya. Selain itu, rakyat banyak menderita di bawah kekejaman para penguasa yang serakah dan hanya peduli pada kekuasaannya. Karena dunia sudah dipenuhi oleh kejahatan, para dewa pun pergi meninggalkan dunia dan mengabaikan umat manusia. Periode ini berlangsung hingga saat ini dan suatu hari nanti Zeus pun akan menghancurkan umat manusia dari zaman ini.

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Zeus memutuskan bahwa manusia harus memberikan persembahan pada dewa berupa bagian tubuh hewan. Promtheus sang Titan kecerdasan berusaha mengelabui Zeus. Prometheus menyembunyikan daging kerbau di dalam isi perut sapi yang menjijikan, dan menyembunyikan tulang-belulang di dalam lemak yang menggiurkan. Dia lalu meminta Zeus memilih persembahan bagi para dewa dan umat manusia akan menyimpan bagian yang satunya. Zeus pun memilih lemak yang menggiurkan. Tetapi Zeus marah ketika menyadari bahwa lemak tersebut berisi tulang belulang sementara manusia memperoleh daging kerbau sehingga di kemudian hari manusia mempersembahkan tulang untuk dewa dan mengambil dagingnya untuk dimakan.
Zeus yang marah akhirnya mengambil api dari umat manusia. Prometheus, dengan kepandaiannya, berhasil mencuri api dari Gunung Olimpus dan menyembunyikannya dalam sekumpulan batang tanaman adas. Prometheus lalu memberikan api curiannya pada manusia sehingga sekali lagi umat manusia memiliki api.

Hukuman Prometheus
Karena ulahnya itu, Zeus merantai Prometheus di puncak Kaukasia. Setiap hari seekor burung elang datang dan memakan hati Prometheus dan malam harinya hatinya tumbuh lagi, begitulah setiap hari.
Suatu hari dalam penyiksaannya, Io, yang sedang berwujud sapi, lewat di tempat Prometheus. Prometheus memberitahu Io bahwa dia akan kembali menjadi manusia setelah tiba di Mesir, dan akan memiliki anak dari Zeus. Prometheus juga memberitahunya bahwa keturunan Io akan menjadi raja-raja dan pahlawan besar. Beratus-ratus tahun kemudian Prometheus akhirnya dibebaskan oleh Herakles yang merupakan keturunan Io. Herakles membunuh elang yang menyiksa Prometheus dan mematahkan rantainya. Prometheus memberi balasan dengan memberitahu Herakles cara mendapatkan apel Hesperides. Setelah bebas, Prometheus diterima kembali oleh Zeus.

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

Pandora dan Prometheus.
Untuk menghukum umat manusia karena telah mencuri api dari Gunung Olimpus, Zeus menyuruh salah satu anaknya, Hefaistos dewa pandai besi, untuk membuat seorang manusia. Maka terciptalah manusia perempuan pertama di dunia. Setelah diciptakan, Athena mengajarinya menenun dan menjahit serta memberinya pakaian, Afrodit memberinya kecantikan dan hasrat, para Kharis memakaikan padanya perhiasan, para Hoirai memberinya mahkota, Apollo mengajarinya bernyanyi dan bermain musik, Poseidon memberinya kalung mutiara, Hera memberinya rasa penasaran yang besar, Hermes memberinya kepandaian berbicara serta menamainya Pandora, bermakna "mendapat banyak hadiah".
Zeus kemudian memberikan Pandora pada Epimetheus untuk dinikahi. Prometheus, saudara Epimetheus, berusaha memperingatkannya untuk tidak menerima Pandora tetapi Pandora begitu mempesona sampai-sampai Epimetheus mau menikahinya. Pada hari pernikahan mereka, para dewa memberi hadiah berupa sebuh kotak yang indah dan Pandora dilarang untuk membuka kotak tersebut.
Suatu hari, Pandora sangat penasaran dan kemudian membuka kotak tersebut. Setelah dibuka, tiba-tiba aroma yang menakutkan terasa di udara. Dari dalam kotak itu terdengar suara kerumuanan sesuatu yang dengan cepat terbang ke luar. Pandora sadar bahwa dia telah melepaskan sesuatu yang mengerikan dan dengan segera menutupnya tapi terlambat, Pandora telah melepaskan teror ke dunia. Masa tua, rasa sakit, kegilaan, wabah penyakit, keserakahan, pencurian, dusta, cemburu, kelaparan, dan berbagai malapetaka lainnya telah bebas. Semua keburukan itu menyebar ke seluruh dunia dan menjangkiti umat manusia. Pandora sangat terkejut dan menyesal atas apa yang telah dilakukannya. Dia kemudian melihat ke dalam kotak dan menyadari bahwa ternyata masih ada satu hal lagi yang tersisa di sana, yaitu harapan.

Pada Zaman Perunggu manusia, Zeus berniat mengirim sebuah banjir besar untuk memusnahkan manusia. Zeus menurunkan hujan tiada henti dari langit dan Poseiodon menumpahkan air laut ke daratan.
Deukalion adalah seorang manusia putra dari Titan Prometheus. Sebelum banjir besar datang, Deukalion diperingatkan oleh ayahnya. Maka dia dan istrinya, Pirrha, membuat sebuah perahu serta menyiapkan perbekalan. Pirrha adalah anak dari Epimetheus dan Pandora. Ketika banjir datang ke tempat mereka, Deukalion dan istrinya naik ke perahu. Banjir itu terjadi selama sembilan hari sembilan malam. Deukalion dan istrinya bertahan di atas perahu sampai akhirnya perahu mereka berhenti di daratan, yang merupakan puncak Gunung Parnassos. Sebagai rasa syukur karena telah selamat, Deukalion dan istrinya memberikan persembahan pada Zeus.

Deukalion dan Pirrha melempar bebatuan yang berubah menjadi manusia.
Deukalion dan Pirrha merasa kesepian karena hanya mereka manusia yang tersisa. Mereka menemukan reruntuhan kuil Themis dan berdoa di sana. Themis menyuruh mereka melempar tulang-tulang ibu mereka ke belakang bahu mereka. Mereka menyadari bahwa yang dimaksud ibu adalah Gaia, dewi bumi, dan tulang-tulang Gaia adalah bebatuan.
Deukalion dan istrinya kemudian melempar batu-batu ke belakang tubuh mereka. Batu yang dilempar oleh Deukalion berubah menjadi laki-laki sedangkan batu yang dilempar Pirrha berubah menjadi perempuan sampai akhirnya manusia menjadi banyak lagi.

[sunting] Kisah Para Pahlawan

[sunting] Perseus

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Perseus adalah suami Andromeda dan merupakan pendiri kota Mikene dan dinasti Perseid. Dia adalah salah satu pahlawan dari generasi awal. Perseus terkenal atas petualangannya dalam membunuh Medusa dan menyelamatkan Andromeda dari monster Ketos. berikut adalah rangkaian peetualangannya:

JohnWilliamWaterhouse-Danaë(1892).jpg
Di kerajaan Argos terdapat seorang putri yang bernama Danae, Ia adalah putri dari Akrisios raja Argos. Suatu hari, disebabkan rasa kecewa atas kesialannya karena tidak memiliki seorangpun cucu, ia berkonsultasi dengan Orakel Delphi. Namun hasil konsultasinya sangat mengejutkan. Orakel meramalkan bahwa anak dari Danae (cucu Akrisios) akan membunuhnya suatu hari nanti. Danae saat itu masih belum memiliki anak, dan untuk menjaganya tetap begitu, Akrisios memenjarakannya di di menara perunggu.
Suatu hari Zeus mendatangi Danae dalam bentuk pancuran air dan menghamilinya. Dari hubungan tersebut lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Perseus.
Akrisios kaget ketika tahu bahwa putrinya melahirkan anak dari Zeus. Akrisios ingin membunuh anak itu tetapi takut memicu kemarahan dewa-dewa karena membunuh Keturunan Zeus dan Putri kandungnya sendiri, akhirnya menemukan suatu cara. Akrisios memutuskan untuk memasukkan Danae dan Perseus ke dalam sebuah peti kayu dan membuangnya ke laut.
Peti itu terdampar di Pulau Serifos, tempat mereka diangkat dan diselamatkan oleh seorang nelayan bernama Diktis, yang kemudian membesarkan Perseus hingga dewasa. Diktis adalah saudara dari Polidektes, raja Pulau Serifos.

Lama kelamaan, Polidektes jatuh cinta pada Danae. Namun Perseus sudah tumbuh besar dan selalu menjaga ibunya dari paksaan Polidektes sehingga Polidektes menyusun sebuah rencana untuk menjauhkan Perseus dari Danae.
Ketika suatu hari Polidektes berusaha mendekati ibunya, Perseus kembali melarang Polidektes. Akhirnya Polidektes berkata bahwa ia akan menikahi seorang gadis sangat menyukai kuda. Polidektes pun menginginkan semua orang untuk memberikan hadiah yang sesuai kepada mempelainya. Polidektes lalu bertanya pada Perseus, "Apa yang akan kau berikan sebagai hadiah? Sepasukan Kuda? Kereta kuda? atau mungkin sekotak perhiasan?"
Perseus menjawab bahwa dia tak punya apa-apa. Polidektes pun menyebut Perseus sebagai orang miskin yang malas. Marah karena dhina seperti itu, Perseus menyatakan bahwa dia bisa membawakan benda apapun yang diinginkan oleh Polidektes.
"Baiklah!!" Kata Polidektes, "Bawakan kepala Medusa untukku!"
Perseus menyanggupi permintaan Polidektes dan segera berangkat mencari Medusa.
Medusa adalah seorang monster yang memiliki rambut ular dan tatapan matanya akan mengubah mahkluk apapun menjadi batu. Medusa merupakan salah satu dari tiga Gorgon.
Setelah menerima tugas itu, untuk waktu yang lama Perseus berkelana tanpa tujuan dan tanpa harapan untuk menemukan tempat tinggal para Gorgon. Ditengah keputusasaannya, tiba-tiba dia didatangi oleh dewi Athena. Sang dewi membertahunya bahwa para nimfa utara akan memberikannya alat-alat untuk membunuh Medusa dan hanya para Graiai yang mengetahui tempat para nimfa.
Penggal Medusa.gif
Para Graiai adalah tiga orang perempuan tua yang hanya memiliki satu bola mata dan satu gigi yang mereka pakai bergantian. Perseus merebut mata mereka dan menanyakan tempat para nimfa. Setelah diberitahu, Perseus mengembalikan mata mereka. Perseus pergi ke tempat para nimfa. Di sana, para nimfa meminjamkannya kantung kibisis untuk menyimpan kepala Medusa, pedang dari Zeus, sandal bersayap dari Hermes, dan helm kegelapan dari Hades. Athena juga meminjamkannya perisai cermin. Setelah mendapat berbagai senjata, Perseus pun memakai sandal bersayap dan terbang menuju sarang para Grogon.
Sesampainya disana, Perseus mengenakan helm kegelapan dan menjadi tak terlihat, karena medusa memiliki dua orang saudari yang sama ganas, sehingga ia tidak mau wujudnya diketahui dan akhirnya dikejar oleh dua Gorgon yang lain. Perseus masuk dan berjalan mundur ke arah para Gorgon (Stheno, Euriale dan Medusa) yang sedang tertidur. Ia melihat wujud para Gorgon tersebut melalui perisai cermin yang diberikan oleh Athena. Perseus mendekati Medusa dan langsung memotong kepala Medusa dengan pedangnya. Perseus lalu memasukkan kepala Medusa ke dalam kantung kibisis, dan bergegas pergi dari sarang para Grogon menggunakan sandal bersayap Hermes. Sementara dari tubuh Medusa yang tanpa kepala terlahirlah Pegasus dan Khrisaor.
Dua Gorgon lainnya terbangun karena lahirnya Pegasus dan Khrisaor, namun tidak dapat menemukan keberadaan orang yang membunuh Medusa.

Dalam perjalanan pulang ke Serifos, Perseus mengalami banyak petualangan, di anataranya dia melihat Atlas yang sedang memikul langit. Perseus merasa kasihan dan menunjukan padanya kepala Medusa sehingga Atlas berubah menjadi batu dan tak lagi merasa letih.
Perseus terbang dengan cepat ke arah selatan, Esok harinya, ia terbang melintasi Gurun di Libya, beberapa tetes darah medusa jatuh ke pasir dan munculah sekumpulan ular berbisa di gurun itu. Perseus melanjutkan perjalanannya dan melihat sebuah patung yang dirantai pada batu karang. Setelah diamati, ternyata itu bukanlah patung melainkan seorang perempuan. Perseus mendekati perempuan itu dan bertanya kenapa dia dirantai di tengah laut.
Edward Burne-Jones - Perseus.jpeg
Gadis itu pun bercerita. Dia adalah Andromeda, Putri dari Kefeus dan Kassiopia. Kassiopia pernah menyombongkan bahwa putrinya lebih cantik dari para Nereid, putri-putri Poseidon. Para Nereid mendengarnya dan melaporkan hal tersebut pada ayah mereka. Sang ayah pun marah dan mengirimkan bencana serta seekor monster laut yang bernama Ketos ke kerajaan yang dipimpin oleh Kefeus.
Ketika Kefeus berkonsultasi pada Orakel, ia diberitahu bahwa satu-satunya harapan adalah dengan mengorbankan puterinya sendiri kepada Ketos. Akhirnya Kefeus pun melakukannya, Ia merantai putrinya di sebuah batu karang dan membiarkannya agar dimakan oleh Ketos.
Selesai ia bercerita, tiba-tiba dari laut munculah seekor monster yang sangat besar. Perseus bertarung dengan monster itu. Perseus menggunakan kepala Medusa dan monster itu pun berubah menjadi batu. Perseus lalu menghancurkannya dengan pedangnya. Perseus membebaskan Andromeda dan memabawanya pada ayahnya, raja Kefeus, untuk meminta izin menikahi Andromeda.
Kefeus menggelar pesta untuk Perseus dan Andromeda. Namun pesta itu diganggu oleh Finius yang dulu dijanjikan oleh Kefeus untuk dinikahkan dengan Adromeda. Perselisihan pun terjadi antara pendukung Finius dengan pendukung Perseus.
Untuk menghentikan semua ini, Perseus pun mengeluarkan kepala Medusa. Namun dia terlebih dahulu menyuruh teman-temannya untuk menutup mata mereka sehingga Finius dan para pendukungnyalah yang menjadi batu.
Perseus dan Andromeda kemudian menikah dan memiliki anak bernama Perses. Perseus lalu pergi bersama Andromeda menuju Serifos sementara Perses ditinggal untuk mewarisi tahta dari Kefeus.

Polidektes.gif
Bersama Andromeda, Perseus kembali ke Serifos dan mengetahui bahwa ibunya dan Diktis sedang bersembunyi di kuil karena Polidektes berusaha menikahi paksa ibunya. Perseus marah atas perbuatan Polidektes selama dia pergi. Perseus lalu menitipkan Andromeda pada ibunya dan bergegas menuju istana Polidektes.
Di istana, Polidektes dan anak buahnya tidak mempercayai bahwa Perseus telah berhasil membunuh Medusa. Mereka malah menertawainya. Perseus lalu mengeluarkan kepala Medusa dan mengubah Polidektes beserta anak buahnya menjadi batu.
Setelah itu Perseus merasa tak lagi membutuhkan kepala Medusa, maka dia memberikan kepala itu pada dewi Athena, yang memasangnya di tengah-tengah Aegis. Tidak lupa Perseus juga mengembalikan semua peralatan yang dia pinjam.
Perseus bersama Andromeda tinggal sebentar di Serifos sebelum akhirnya Perseus memutuskan untuk kembali ke Argos, tempat keluarganya berada. Sementara Diktis didaulat menjadi raja Serifos.

Perseus lalu memutuskan untuk kembali ke Argos menemui kakeknya. Sementara sang kakek, Akrisios, tentu saja ketakutan mengetahui bahwa cucunya masih hidup padahal perseus tentu saja sama sekali tidak berniat membunuh kakeknya itu. Akriosios pun kabur ke Larissa di Thessali, dan Perseus mengikutinya.
04800.png
Sementara itu Teutamides, raja Larissa, mengadakan upacara pemakaman ayahnya. Dalam upacara itu, diselenggarakan perlombaan olahraga. Perseus ikut serta dalam kontes lempar cakram. Ketika Perseus melempar cakramnya, cakram tersebut secara tidak sengaja menghantam kepala seorang pria tua, yang ternyata adalah Akrisios, dengan demikian ramalan telah terlaksana. Perseus sangat berduka karena telah membunuh kakeknya sendiri.
Perseus sebenarnya berhak atas tahta Argos. Namun dia merasa malu atas pembunuhan yang dilakukannya pada kakeknya. Akhirnya Perseus menukarkan kerajaan Argos dengan kerajaan Tirins yang dipimpin oleh pamannya, Megapenthes, maka Perseus pun menjadi raja Tirins.
Pada masa pemerintahannya, Perseus mendirikan kota baru yang dia sebut Mikene. Kota ini pada masa selanjutnya bahkan menjadi lebih kuat daripada Tirins.
Andromeda memberikan Perseus seorang putri dan lima orang putra. Setelah Perseus dan Andromeda meninggal, para dewa menempatkan mereka di angkasa sebagai rasi bintang. Orang tua Andromeda juga dijadikan rasi bintang.
Salah satu keturunan Perseus yang terkenal adalah Herakles.

[sunting] Bellerofon

Bellerofon dalah putra raja Galukos dan Eurinome. Pada suatu hari, tanpa sengaja Bellerofon membunuh saudaranya sendiri, Deliades. Karena hal ini Bellerofon pergi ke Argos untuk disucikan oleh raja Proetus. Setibanya disana ternyata istri Proetus, Anteia, jatuh cinta kepada Bellerofon. Namun Bellerofon tidah menanggapi cinta dari Anteia. Sebagai balasannya, Anteia mengatakan kepada suaminya bahwa Bellerofon ingin memperkosannya. Karena masalah ini Proetus marah kepada Bellerofon namun Proetus tidak bisa meluapkan amarahnya dan membunuh Bellerofon, hal ini dikarenakan Bellerofon telah makan dimejanya dan ia tidak mungkin menyakitinya. Walaupun demikian Proetus tetap ingin membunuhnya. Kemudian ia menyuruh Bellerofon untuk mengantar surat kepada raja Iobates di Likia. Ketika ia tiba di Likia, raja Iobates menyambuatnya dengan pesta sembilan hari sembilan malam sebelum meminta Bellerofon menyerahkan susrat dari Proetus. Setelah raja Likia membacanya ternyata isi surat tesebut adalah keinginan Proetus agar Bellerofon dihukum mati.
Raja Iobates tidak mau membunuh Bellerofon dengan alasan yang sama seperti Proetus, karena Bellerofon telah makan dimejanya dan bila ia membunuhnya maka Zeus pasti akan murka. Lalu raja Iobates menyuruh Bellerofon untuk membunuh Khimaira. Iobates berpikir Bellerofon pasti akan mati karena Khimaira adalah moster mengerikan. Khimaira adalah makhluk yang berbadan singa namun memiliki tiga kepala, yaitu singa, kambing, dan ular. Selain itu, Khimaira dapat bergerak dengan cepat, nafasnya mengeluarkan api, dan selama ini tak terkalahkan. Bellerofon menyanggupi tugas itu dan berangkat mencari Khimaira.
Bellerophon und Pegasus Relief MK1888.png
Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Bellerofon terlebih dahulu meminta nasehat dari peramal Poleidos. Sang peramal memberitahunya bahwa dia membutuhkan Pegasus untuk mengalahkan Khimaira. Poleidos lalu menyuruhnya untuk mendatangi kuil Athena dan tidur disana, karena para dewa sering berbicara pada manusia melalui mimpi. Bellerofon pergi menuju kuil athena dan tidur di altar sang dewi pelindung kota Athena tersebut. Bellerofon merasa Athena berdiri di depannya dan membawa sesuatu yang berkilau seperti emas. Athena berkata, “Kau sedang tidur? Tidak, bangunlah aku membawakan yang kau butuhkan untuk menjinakkan kuda itu.” Setelah itu Bellerofon pun terbangun namun ia tidak menemukan sang dewi, yang ia temukan hanyalah sebuah tali kekang yang terbuat dari emas. Setelah itu ia pun keluar dari kuil dan menemukan Pegasus seang minum dimata air Pirene. Bellerofon mendekati dan berhasil menjinakan Pegasus. Kemudian ia pun memasangkan tali kekang pemberian Athena pada Pegasus. Bellerofon melompat ke punggung Pegasus dan sekarang ia siap menghadapi Khimaira.
Bellerofon menemukan sebuah blok timah yang kemudian dipasang pada ujung tombaknya. Ketika berhadapan dengan Khimaira. Sang khimaira menyemburkan apinya pada Bellerofon, yang melakukan manuver-manuver dengan Pegasusnya supaya tida terkena api Khimaira. Lalu Bellerofon terbang mendekati Khimaira dan menusuk mulutnya dengan tombaknya. Khimaira menyemburkan apinya yang malah membuat blok timah itu meleleh menyumbat tengorokan Khimaira. Sang Khimaira pun tercekik dan mati.
Bellerophon-Khimaira-Pegasus.gif
Bellerofon kembali kepada Iobates dengan selamat sehingga Iobates harus memikirkan cara lain untuk membunuhnya. Maka Iobates mengirmnya untuk mengalahkan kaum Solimi dan bangsa Amazon. Dengan menunggangi Pegasus, Bellerofon lagi-lagi berhasil melaksanakan tugas itu. Bellerofon lalu diperintahkan untuk mengalahkan bajak laut dari Karia yang bernama Kheirmarrhos. Bellerofon mengalahkannya dengan meleparkan batu dari atas. Raja Iobates kemudian menyuruh para pengawalnya untuk membunuh Bellerofon. Pada saat terdesak, Bellerofon memohon bantuan sang dewa laut Poseidon, dan Poseidon pun mengirimkan banjir. Iobates akhirnya menyerah dan lebih memilih untuk menjadi sahabat Bellerofon. Iobates bahkan memberikan putrinya, Filone, untuk dinikahi oleh Bellerofonn. Iobates juga memberikan setangah istananya kepada Bellerofon.
Namun seiring ketenarannya yang tumbuh pesat, kesombongannya pun ikut bertambah. Bellerofon merasa bahwa ia sudah setara dengan para dewa maka ia pun pergi menunggangi Pegasus menuju Gunung Olimpus. Ia percaya bahwa ia akan mendapat tempat yang sama dengan para dewa. Zeus marah atas kelancangan Bellerofon dan mengirim serangga untuk menyegat Pegasus. Akibat sengatan serangga itu, Pegasus mengamuk sampai akhirnya Bellerofon terjatuh ke bumi dan menjadi buta dan pincang. Setelah peristiwa Bellerofon hidup sendirian dan menderita sampai mati.
Pegasus sendiri meneruskan perjalanannya ke Gunung Olimpus. Di sana, Pegasus dijadikan sebagai kuda pembawa petir Zeus.

[sunting] Oidipus

Ketika raja Thebes, Laius menikahi Iokaste, putri Minokius I, sebuah ramalan dari Orakel Delphi memperingatkannya untuk tidak memiliki anak, karena sang anak nantinya akan membunuh ayahnnya dan menikahi ibunya sendiri. Sang raja, dalam pengaruh anggur yang memabukkan, mengabaikan ramalan tersebut dan tetap menyetubuhi istrinya. Iokaste hamil dan melahirkan seorang putra. Setelah itu barulah sang raja mengingat ramalan tersebut.
Laius mengikat kaki bayinya dan menyuruh seorang pelayan untuk membuang bayi itu di Gunung Kitheron. Namun sang pelayan kasihan pada bayi itu dan malah memberikannya pada gembala dari Korintus.
Bayi itu akhirnya diadopsi oleh raja Korintus, Polibus, dan permaisurinya. Permaisuri mengobati pergelangan kaki sang bayi dan menamakannya Oidipus, yang berarti "Si Kaki Bengkak".
Oidipus dibesarkan sebagaimana anak kandung oleh raja Polibus dan permaisuri Pirioboia. Ia tumbuh menjadi seorang pemberani yang menimbukan iri hati pada kawan-kawannya. Mereka meniupkan keraguan pada diri Oidipus, bahwa ia bukan anak kandung Polibus. Oidipus menanyakan kebenaran isu tersebut pada orang tuanya, namun tak menemukan jawaban.
Ia kemudian pergi ke Delphi untuk menyelidiki isu tersebut. Peramal di Delphi hanya menasehatinya untuk tidak kembali ke tanah asalnya karena ia akan membunuh ayahnya dan menikahi ibunya. Jawaban samar-samar itu disimpulkan sendiri oleh Oidipus bahwa ia benar-benar anak kandung Polibus dan Pirioboia. Menurut Oidipus, ia tidak seharusnya kembali ke Korintus.
Dalam perjalanan dari Delphi, ia berpapasan dengan raja Laius. Dalam papasan di jalan sempit tersebut, pengawal raja Laius, Polfontes, menyuruh Oidipus untuk memberi jalan untuk raja. Oidipus menolak. Pengawal raja marah lalu membunuh kuda Oidipus, yang malah membuat Oidipus menewaskannya. Oidipus lalu menyeret Laius dari keretanya dan membunuhnya. Dengan demikian sesuai ramalan bahwa Oidipus membunuh ayahnya sendiri.
Gustave Moreau 005.jpg
Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Kreon, kakak dari Iokaste, permasuri raja Laius, untuk sementara memegang tahta Thebes. Saat itu Thebes diresahkan oleh kehadiran mahluk Sphinx. Mahluk berkepala perempuan, bertubuh singa, dan bersayap itu bertengger di gunung Fikium dan membunuh setiap warga Thebes yang tidak bisa menebak teka-tekinya, juga mengancam tidak akan meninggalkan negara tersebut sebelum ada yang mampu memecahkan teka-teki itu. Teka-tekinya adalah:
“Apakah yang pada pagi hari menggunakan empat kaki, pada tengah hari menggunakan dua kaki dan pada senja hari menggunakan tiga kaki?”
Kreon mengumumkan sayembara bahwa barang siapa yang mampu memecahkan teka-teki Sphinx, akan diberikan tahta Thebes sekaligus dinikahkan dengan janda dari raja Laius, Iokaste.
Mendengar sayembara tersebut, Oidipus datang ke Thebes. Pemuda gagah berani dan cerdas itu menemui Sphinx dan menjawab teka-teki itu. Jawaban Oidipus adalah: manusia. Ketika masih kecil, manusia merangkak menggunakan sepasang kaki dan sepasang tangan, ketika ia dewasa, ia tegak dengan dua kakinya dan ketika tua menambahkan tongkat agar mampu berjalan lebih baik.
Karena teka-tekinya terjawab, Sphinx melempar dirinya sendiri dari tebing hingga tewas. Oidipus lalu diangkat menjadi raja Thebes dan menikahi Iokaste. Maka lagi-lagi ramalan kembali terpenuhi bahwa Oidipus menikahi ibunya. Hubungan Oidipus dan Iokaste melahirkan Olnikes, Estekles, Ismene dan Antigone.
Para dewa di Olimpus murka dengan hubungan tersebut. Malapetaka menimpa Thebes: pertanian gagal, kelaparan melanda. Tiresias, seorang peramal berkata bahwa pembunuh Laius harus dibunuh atau dikucilkan supaya Thebes bebas dari murka para dewa.
Brodowski Antoni, Edyp i Antygona.jpg
Sementara itu, raja Polibus (raja Korintus yang disangka ayah oleh Oidipus) meninggal. Permaisurinya, Piriboua memutuskan untuk membuka rahasia Oidipus. Ia menyuruh pembawa pesan memberitahu Oidipus di Thebes mengenai kematian Polibus dan asal-usul Oidipus.
Setelah mengetahui hal yang sebenarnya, Iokaste kaget dan menggantung dirinya sendiri, sementara Oidipus menusuk matanya hingga buta. Ia menyerahkan tahta kepada putra-putranya lalu mengutuk mereka bahwa mereka akan terlibat perang saudara. Ia kemudian mengasingkan diri didampingi putrinya Antigone. Oidipus tua mengungsi ke Kolonus di Attika (dalam perlindungan raja Athena, Theseus).
Nama Oidipus kemudian diserap dalam psikologi, Oedipus Complex, yang merujuk pada seseorang yang mencintai/menyukai perempuan yang jauh lebih tua sebagai refleksi pemujaan dirinya terhadap figur ibu.

[sunting] Akhilles

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Akhilles adalah salah satu prajurit terhebat dalam mitologi Yunani. Ibu Akhilles adalah seorang Nereid atau nimfa laut. Setelah lahir, Akhilles dimandikan oleh ibunya di sungai Stix sehingga tubuhnya kebal kecuali tumitnya, yang tidak terkena air sungai Stix. Akhilles ikut berperang dalam Peang Troya. Di sana, dia membunuh Hektor, pangeran Troya dan putra tertua raja. Adik Hektor, Paris, membalaskan dendam kakaknya dengan memanah Akhilles dari dinding kota. Panah tersebut diarahkan oleh Apollo tepat pada tumit Akhilles sehingga Akhilles pun mati. Apollo melakukannya karena Akhilles pernah membunuh anak Apollo.

[sunting] Odiseus

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Odisseus adalah salah seorang pahlawan dalam cerita Odysseia.
Odisseus merupakan raja Ithaka dan menikah dengan Penelope. Dia memiliki anak bernama Telemakhos. Dia ikut berperang dalam perang Troya dan memihak Yunani. Dia terkenal atas kecerdasan dan keerdikannya. Dewi Athena sering menolongnya.
Setelah sepuluh tahun berperang, pasukan Yunani masih kesulitan menembus benteng Troya, Odisseus kemudian memberi ide untuk membangun sebuah kuda raksasa yang bisa dimasuki para prajurit dan dgunakan untuk menyusup ke dalam kota. Idenya berhasil dan Troya pun bisa ditaklukan. Setelah perang, Odisseus dan anak buahnya meninggalkan Troya dengan tidak menghormati Poseidon sehingga Poseidon pun menghukum Odisseus. Odisseus harus melalui perjalanan selama sepuluh tahun sebelum kembali ke Ithaka. Dalam perjalanannya, dia membutakan mata Polifemos, anak Poseidon, dan Poseidon semakin marah padanya. Odisseus hampir tidak bisa pulang akibat kemarahan Poseidon tetapi untunglah ada dewi Athena yang membantu Odisseus sehingga setelah bertahun-tahun, Odisseus tetap bisa kembali ke Ithaka.

[sunting] Kisah Petualangan

[sunting] 12 Tugas Herakles

Dalam amarahnya, Herakles membunuh istri dan anaknya. Untuk membersihkan dosanya, dia diharuskan untuk mengabdi pada sepupunya, raja Euristheus dari Mikene. Raja Euristheus menyuruhnya melaksanakan dua belas tugas. Dalam beberapa tugasnya, Hera ikut mempersulit Herakles.

[sunting] Tugas Pertama: Membunuh Singa Nemea

Herakles und Loewe.jpg
Singa Nemea adalah hewan yang kulitnya sangat tebal dan kuat sehingga tubuhnya tak bisa ditembus senjata apapun. Herakles membunuh singa itu dengan cara mencekiknya sampai mati. Setelah membunuhnya, Herakles menggunakan gigi singa itu untuk memotong-motong kulit singa itu sendiri dan mmebuat sebuah jubah pelindung yang sangat kuat. Herakles mengenakan jubah singa itu dalam petualangan-petualangannya selanjutnya.

[sunting] Tugas Kedua: Membunuh Hidra

Herakles membunuh Hidra.jpg
Hidra adalah seekor monster raksasa berkepala sembilan yang menghuni rawa-rawa Lerna. Salah satu kepalanya abadi. Ketika kepalanya yang tak abadi dipotong, dua kepala akan muncul menggantikannya. Herakles, dengan dibantu keponakannya Iolaus, membakar setiap kepala tak abadi Hidra setelah memotongnya sehingga kepalanya tidak tumbuh lagi. Dalam menghadapi Hidra, Hera mempersulit Herakes dengan mengirim kepiting untuk ikut menyerang Herakles. Kepiting itu mengigit kaki Herakles dan Herakles pun membunuhnya. Untuk menghargai usaha kepiting itu, Hera menempatkannya di langit sebagai konstelasi Cancer. Setelah mengalahkan Hidra, Herakles mengubur kepala abadi Hidra di bawah sebuah batu besar.

[sunting] Tugas Ketiga: Menangkap Rusa Kerinitia

Rusa Kerinitia adalah hewan suci milik dewi Artemis. Hewan ini tinggal di hutan Kerinitia dan mampu berlari lebih cepat daripada panah. Rusa itu memiliki tanduk emas dan kuku perunggu. Herakles mengalami kesulitan menangkapnya, dia baru berhasil menangkap rusa itu setelah berusaha selama setahun. Herakles memasukkannya ke dalam jaring dan membawanya pada Euristheus, tentunya setelah mendapat izin dari dewi Artemis.

[sunting] Tugas Keempat: Menangkap Babi Erimanthos

Ada seekor babi raksasa yang tinggal di hutan Erimanthos dan Herakles ditugaskan untuk menangkapnya. Untuk menangkap babi itu, Herakles meminta saran pada Khiron, sang kentaur bijaksana. Khiron menyuruh Herakles untuk menggiring babi itu ke tempat bersalju tebal. Herakles mengikuti saran Khiron dan akhirnya berhasil menangkap babi itu dengan cara menjebaknya di salju. Herakles lalu membawa tangkapannya pada Euristheus yang langsung ketakutan dan bersembunyi di dalam tong begiru melihat babi Erimanthos. Eristheus lalu menyuruh Herakles membawa pergi babi itu.

[sunting] Tugas Kelima: Membersihkan Kandang Raja Augeas

Raja Augeas memiliki ribuan ternak sehingga kandang ternaknya sangat kotor, kandang kudanya saja tidak dibersihkan selama setahun sehingga butuh waktu lama untuk membersihkannya dengan cara biasa. Herakles berpikir dan akhirnya menemukan cara yang lebih cepat. Dia mengalirkan dua sungai melewati kandang itu sehingga kotoran-kotoran di kandang itu akan tersapu oleh aliran air yang deras. Setelah menyelesaikan tugasnya, Herakles memliki sedikit waktu luang. Dia menggunakannya untuk menyelenggarakan Olimpiade untuk menghormati Zeus.

[sunting] Tugas Keenam: Mengusir Burung-Burung Stimfalia

Danau Stimfalia ditempati oleh sekawanan burung yang memangsa penduduk sekitar. Burung-burung itu memiliki bulu, paruh, dan cakar dari perunggu. Herakles menggunakan lonceng perunggu pemberian dewi Athena untuk menakuti burung-burung itu dan kemudian memanah mereka ketika mereka sedang berusaha terbang menjauh.

[sunting] Tugas Ketujuh: Menangkap Banteng Kreta

Poseidon mengirim seekor banteng pada Minos, raja Kreta. Minos membuat marah Poseidon sehingga Poseidon membuat banteng tersebut bersetubuh dengan istri Minos, Pasifae, dan menjadi ayah dari Minotaur. Banteng itu juga merusak daerah Kreta. Herakles mendatangi raja Minos dan meminta izin menangkap banteng itu. Setelah Minos memberi izin, Herakles mengendap-endap di belakang sang banteng lalu melawannya. Setelah menangkapnya, Herakles memberikannya pada Euristheus.

[sunting] Tugas Kedelapan: Menangkap Kuda Betina Diomedes

Herakles ditugaskan menangkap empat ekor kuda betina hitam pemakan manusia milik raja Diomedes dari Trakia. Dalam prosesnya, kuda-kuda tersebut memakan teman Herakles. Herakles pun membalas dendam dengan membunuh pemilik mereka dan memberikan dagingnya pada kuda-kuda itu untuk dimakan. Setelah memakan daging tuannya, kuda-kuda itu tak mau lagi memakan daging manusia dan Herakels melepaskannya di Mikene.

[sunting] Tugas Kesembilan: Mengambil Sabuk Hippolita

Hippolita adalah ratu kaum Amazon dan Herakles diperintahkan untuk mengambil sabuknya. Herakles mendatangi Hippolita dan meminta sabuknya. Hippolita dengan sukarela memberikannya pada Herakles. Tetapi Hera muncul dan memfitnah Herakles berusaha menculik Hippolita sehingga apra Amazon menyerang Herakles. Herakles menyangka Hippolita menjebaknya. Herakles melawan para Amazon dan membawa pergi sabuk Hippolita. Euristheus memberikan sabuk itu pada putrinya sebagai hadiah.

[sunting] Tugas Kesepuluh: Mengambil Ternak Gerion

Gerion adalah seorang raksasa berbadan tiga yang tinggal di Erithia. Herakles terlebih dahulu membunuh anjingnya, Orthrus. Gerion lalu melawan Herakles. Gerion mengejar Herakles sampai ke Sungai Anthemus. Herakles berhasil membunuh Gerion dengan menggunakan panah yang telah diolesi darah beracun Hidra. Setelah membunuh Gerion, Herakle mengambil ternak Gerion. Walaupun sempat disulitkan oleh Hera yang mengirim banjir dan serangga, Herakles berhasil membawa ternak itu ke Mikene.

[sunting] Tugas Kesebelas: Mengambil Apel Hesperides

Hesperides adalah para nimfa yang menghuni kebuh Hesperides. Di kebun itu, ada pohon apel emas yang dijaga oleh seekor naga. Setelah tiba di kebun Hesperides, Herakles meminta Atlas mengambilkan beberapa apel emas untuknya. Herakles menawarkan diri untuk memikul langit sementara Atlas mengambil apel. Setelah kembali, Atlas memutuskan bahwa dia tak ingin lagi memikul langit, dan malah menawarkan diri untuk mengantarkan sendiri apelnya. Herakles kemudian menyetujuinya dengan syarat Atlas mau memikul langit sebentar sementara Herakles membetulkan posisi jubahnya agar lebih nyaman. Atlas setuju, tapi setelah Atlas memikul langit lagi, Herakles langsung membawa apelnya dan berjalan pergi.

[sunting] Tugas kedua belas: Menangkap Kerberos

Herakles menangkap Kerberos.jpg
Herakles harus pergi ke dunia bawah dan menangkap Kerberos, anjing berkepala tiga peliharaan dewa Hades. Sebelum menghadapi Kerberos, Herakles terlebih dahulu meminta izin pada Hades untuk menangkap Kerberos. Hades mengizinkan asalkan Herakles tidak menggunakan senjata. Herakles melawan Kerberos dan berhasil mengalahkannya. Herakles lalu membawa Kerberos pada raja Euristheus yang ketakutan begitu melihat hewan itu. Euristheus menyuruh Herakles membawa pergi anjing itu, dia juga membebaskan Herakles dari pengabdiannya sehingga Herakles kini bebas. Setelah itu, Kerberos dikembalikan oleh Herakles ke dunia bawah.

[sunting] Daidalos dan Ikaros

Daidalos adalah seorang perajin, seniman, dan penemu yang tinggal di kota Athena. Daidalos memiliki seorang keponakan bernama Talos. Di bawah bimbingan Daidalos dan ditambah bakat yang luar biasa, Talos punya kesempatan untuk menjadi lebih dari pamannya. Namun Daidalos takut bakat Talos itu akan menyaingi keahliannya. Akhirnya ketika Daidalos dan Talos sedang berada di Akropolis, Daidalos membunuh Talos dengan cara melemparnya dari Akropolis.
Akibat perbuatannya itu dia diusir dari Athena dan pindah ke Kreta, Di sana dia bekerja pada raja Minos. Suatu ketika Pasifae, istri Minos, jatuh cinta pada Banteng Kreta dan meminta bantuan Daidalos supaya membuatkannya sebuah replika banteng betina. Setelah jadi, Pasifae masuk ke dalam replika banteng itu dan bersetubuh dengan banteng Kreta. Hasil persetubuhan itu adalah Minotaur, makhluk buas setengah manusia setengah banteng.
Minos lalu menyuruh Daidalos membuat sebuah tempat untuk mengurung Minotaur dan Daidalos pun merancang labirin, sebuah tempat yang penuh jalan dan membingungkan. Setelah selesai, Minos mengurung Daidalos dan putranya Ikaros di menara yang tinggi untuk mencegah tersebarnya rahasia labirin.
Daedalus und Ikarus MK1888.png
Dadialos dan Ikaros tidak bisa kabur lewat laut karena semau kapal diawasi denagn ketat dan tak ada yang boleh berlayar tanpa izin. Karena Minos menguasai darat dan laut, maka Daidalos memutuskan untuk kabur lewat udara.
Daidalos kemudian berusaha membuat sayap dari bulu untuknya dan putranya. Bulu-bulu itu dia ikat dengan kuat, bulu berukuran besar diikat dengan benang sedangkan yang kecil disambungkan dengan lilin. Setelah selesai, mereka pun memakainya. Sebelum terbang, Daidalos memperingatkan Ikaros untuk tidak terbang terlalu rendah atau terlalu tinggi, dan mereka pun akhirnya terbang keluar dari menara.
Mereka terbang di atas lautan dan Ikaros menjadi terlalu senang sampai-sampai Ikaros terbang terlalu tinggi. Karena ulahnya itu, lilin pada sayapnya meleleh oleh panas matahari sehingga Ikaros akhirnya terjatuh ke laut. Untuk mengenang putranya, pulau di dekat tempat Ikaros jatuh dinamai pulau Ikaria oleh Daidalos.

[sunting] Pencarian Bulu Domba Emas

Pencarian Bulu Domba Emas adalah serangkaian petualangan legendaris yang dilakukan oleh 50 orang pahlawan yang disebut para Argonaut dan bertujuan untuk mendapatkan bulu domba emas. Mereka dipimpin oleh Iason dan menggunakan kapal laut yang diberi nama kapal Argo.

Ada seorang raja di kota Orkhomenos Yang bernama Athamas. Dia punya seorang istri, dewi awan yang bernama Nefele. Dia dan Nefele memiliki dua orang anak: Frixos dan saudarinya Helle.
Setelah beberapa lama menikah, Athamas merasa bosan dengan istrinya yang sekarang. Aakhirnya ia menikahi wanita lain yang bernama Ino. Istrinya yang kesal langsung meninggalkan kota itu dan mendatangkan musim kering yang parah bagi kota itu.
Sementara itu, Ino memendam rasa cemburu pada Frixos, karena ia yang nantinya akan menjadi pewaris tahta Athamas. Akhirnya Ino menipu Athamas, dengan mengatakan bahwa kekeringan ini hanya bisa dihentikan dengan mempersembahkan jiwa Frixos pada para dewa. Nefele yang mengetahui hal ini meminta bantuan pada Hermes.
Phrixos und Helle.jpg
Hermes membawakan seekor domba bersayap dan berbulu emas. Nefele menyuruh kedua anaknya untuk menaiki domba itu dan domba membawa mereka ke tempat yang aman. Frixos dan Helle pun naik sementara domba itu terbang meninggalkan Orkhomenos. Di tengah perjalanan, Helle terjatu dari domba emas dan tenggelam di laut, yang kemudian diberi nama laut Helle.
Domba itu akhirnya mendaratkan Frixos di Kolkhis. Disana, Frixos dirawat oleh Aietes. Frixos bahkan dinikahkan dengan putri Aetes. Karena ternyata domba itu hasil ciptaan Poseidon, Frixos menyembelihnya dan mempersembahkannya untuk Poseidon. Ia lalu menyerahkan bulu domba itu kepada raja Kolkhis, Aietes, sebagaia ucapan terma kasih. Aietes menggantung bulu domba emas di sebuah pohon suci Ares yang dijaga oleh naga yang tidak pernah tidur.

Aison adalah raja sejati kota Iolkus tapi saudaranya, Pelias, melakukan kudeta dan mengambil tahta Aison. Semua keturunan Aison dibunuhnya namun Pelias membiarkan Aeson hidup dan memenjarakannya untuk alasan yang tidak jelas.
Ketika itu, istri Aison sedang hamil tua. anak yang dikandungnya bernama Iason. Saat Iason lahir, Pelias hendak membunuhnya namun ibunda Iason ini berhasil menipu Pelias dengan mengumpulkan wanita-wanita pembantunya dan mengelilingi Iason yang sedang tertidur. Ibunya dan pembantunya menangis meratap seakan-akan Iason lahir dalam keadaan mati.
Jason chiron.jpg
Melihat itu Pelias merasa lega dan tidak jadi membunuh Iason karena menganggap Iason sudah mati. Ibunda Iason yang bernama Alkimede I, menitipkan Iason kepada seorang Kentaur penghuni Gunung Pelion yang dikenal dengan nama Khiron, yang sudah sering melatih para pahlawan.
Di sana Iason dilatih oleh Khiron tentang ilmu tanaman, seni, berburu, ilmu beladiri dan berbagai kemampuan lain yang dibutuhkannya untuk mengklaim kembali tahta yang semestinya menjadi miliknya.
Sementara itu, Pelias bertanya pada Orakel tentang masa depan kekuasaannya dan Orakel hanya mengingatkannya untuk berhati-hati pada orang asing bersandal sebelah karena ia akan digulingkan oleh orang bersandal sebelah itu.

Dari puncak Olimpus, Hera memendam kebencian terhadap Pelias yang kini menguasai Iolkus. Hal ini disebabkan oleh Pelias yang melakukan pembunuhan pada ibu tirinya di kuil Hera.
Hera melihat ada satu kesempatan untuk memberi pelajaran pada Pelias.. Yakni melalui Iason namun sebelum memutuskan untuk membantu Iason dalam perjuanannyanya meraih kembali tahta Iolkus, Hera ingin menguji sejauh mana kebaikan hati Iason, karena untuk menjalankan rencananya Hera membutuhkan seorang pahlawan sejati.
Ketika Iason sudah remaja, dan Khiron menceritakan tentang Pelias dan permasalahan Tahta Iolkus, Iason pun tersulut emosinya dan ingin segera mengambil haknya juga membebaskan ayahnya..Akhirnya ia pamit pada Khiron dan pergi menuju Iolkus untuk mengklaim tahtanya..
di tengah perjalanan menuju Iolkus, ia bertemu dengan seorang nenek tua renta. Nenek ringkih itu ingin menyeberang sungai namun arus sungai itu sangat dera. Si nenek meminta kepada Iason untuk menolongnya menyeberang.
Tanpa berpikir panjang, Iason langsung menggendong nenek itu menyeberangi sungai. Karena derasnya arus, maka sebelah sandal Iason terlepas dan terbawa arus. Belum lagi entah kenapa nenek yang digendongnya terasa sangat berat. Nenek itu sebenarnya adalah Hera yang sedang menguji kepahlawanan Iason.
Setelah membantu nenek itu, Iason melanjutkan perjalanannya sampai akhirnya dia tiba di kota Iolkus. Di sana dia menemui Pelias dan langsung meminta haknya, yaitutTahta Iolkus. Pelias melihat Iason yang sandalnya tinggal sebelah dan teringat ramalan Orakel. Dia lalu pun pura-pura mengundang Iason ke acara makan bersama. Di acara itu, sambil santai Pelias bertanya, "Ah jadi kamu menganggap dirimu pantas jadi raja?"
Iason mengangguk.
"Hmm, jadi kamu pasti bisa mengatasi jika ada masalah yang mendadak muncul.. begini misalnya, apa yang akan kamu lakukan untuk menyingkirkan seseorang yang menyusahkan kamu?" tanya Pelias.
Pelias Sending Forth Jason - Project Gutenberg eText 14994.png
Iason berpikir sejenak lalu berkata, "Aku akan menyuruhnya membawakan bulu domba emas kepadaku!". Sebenarnya Heralah yang mengeluarkan kata-kata itu dari mulut Iason.
Pelias tersenyum, "Ah ide yang bagus.. Tugas yang sangat sulit.. tapi jika seseorang berhasil melakukannya, namanya akan abadi sepanjang masa.. hmm.. sekarang, coba kau lakukan itu! Bawakan bulu domba emas kepadaku!! Karena menurut Orakel, Iolkus tidak akan makmur kecuali jika bulu domba emase telah dibawa ke sini, Buktikan dirimu pantas jadi raja, Iason!!"
Pelias pun bersumpah atas nama Zeus bahwa jika Iason berhasil, tahta akan ia serahkan padanya. Iason menerima tantangan itu.

Lorenzo Costa 001.jpg
Iason berusaha membayangkan situasi tugasnya ini. Bulu domba emas ada di daerah Kolkhis, digantungkan di dahan pohon milik Ares yang dijaga oleh seekor naga yang tidak pernah tidur. Belum lagi perjalanan ke sana yang sangat jauh dan penuh rintangan. Diapun berpikir bahwa dia membutuhkan kapal yang sangat tangguh dan kru yang tidak kalah kuat.
Hera meminta bantuan Athena untuk membuatkan kapal untuk Iason. Athena pun menolongnya, ia membantu Argos si pembuat kapal dengan memberikan bahan kapal yakni kayu dari pohon ek suci dari hutan di Dodona milik Zeus sebagai bahan rangka utama kapal. Kayu suci itu dapat berbicara dan mengucapkan ramalan tentang masa depan.
Kemudian Iason pun melakukan perekrutan kru kapal dan yang mendaftar adalah figur-figur pahlawan yang sudah terkenal kehebatannya seperti Herakles, Atalanta, Theseus, Orfeus, si kembar Kastor dan Pollux, para Boread (putra Boreas, dewa angin utara, 2 orang pahlawan yang memiliki sayap), dan banyak lagi pahlawan lainnya..
Lalu setelah sekitar 50 orang kru terkumpul, berangkatlah kapal yang dinamakan Argo, dari nama pembuatnya, Argos. Kru kapal yang hebat itu disebut para Argonaut.

[sunting] Pulau Lemnos

Setelah berlayar beberapa lama, Para Argonaut sampai ke sebuah pulau yang dikenal dengan nama Pulau Lemnos. Disana hanya tinggal penduduk wanita saja dan populasinya terus berkurang.
Dulu penduduk wanita pulau Lemnos ini mengabaikan Afrodit. Sang dewi menjadi kesal sehingga mengutuk seluruh wanita di pulau itu. Bau badan mereka jadi sangat tidak tertahankan.
Suami-suami mereka pun akhirnya mencampakkan mereka dan melakukan hubungan seksual dengan perempuan dari pulau lain. Karena kesal, para wanita di pulau Lemnos pun membunuh suami mereka ketika mereka sedang tidur. Akhirnya mereka hidup tanpa laki-laki dipimpin oleh Ratu Hipsipile.
Ketika para Argonaut datang, mereka pun berhubungan seksual dengan para penghuni pulau dan melakukan repopulasi. Iason sendiri besetubuh dengan Hipsipile dan nantinya menjadi ayah dari dua orang anak kembar. Para Argonaut tinggal di sana selama beberapa hari dan hendak tinggal lebih lama namun Herakles sudah ingin cepat-cepat melanjutkan perjalanan

[sunting] Propontis

Para Argonaut mendarat di daerah Propontis yang sedang diteror oleh raksasa bertangan enam. Herakles berhasil mengalahkan raksasa itu sehingga sang raja, Kizikos, menyambut mereka dengan meriah bersama rakyat Propontis lainnya. Mereka diajak makan bersama dan berpesta.
Kapal mereka pun langsung berlayar siang itu juga seusai makan. Namun ternyata ada badai yang menghempas mereka sangat kuat, sehingga malam harinya, mereka kembali ke tempat yang sama di Propontis.
Mengira kapal yang baru mendarat di malam hari itu adalah kapal bajak laut, rakyat propontis dan raja Kizikos langsung menyerang para Argonaut. Peperangan pun tidak terelakkan. Para Argonaut yang kuat membunuh banyak sekali rakyat Propontis termasuk Raja Kizikos. Baru ketika fajar menyingsing, mereka sadar bahwa ini semua kesalahan. Setelah melakukan penguburan, para Argonaut pun kembali berlayar.

[sunting] Misia

John William Waterhouse - Hylas and the Nymphs (1896).jpg
Para Argonaut sampai di daerah Misia. Disana mereka mengumpulkan perbekalan, memperbaiki dayung yang rusak, dll.
Beberapa orang turun untuk mencari air minum dan makanan, termasuk Hilas, seorang pemuda tampan yang merupakan kekasih pria Herakles. Karena sangat tampan, ketika Hilas sedang mengambil air di kolam yang ada di tengah hutan, para nimfa penjaga kolam itu jatuh cinta padanya dan akhirnya membawanya ke dasar kolam untuk dijadikan kekasih.
Herakles menolak untuk berangkat bersama Argonaut lainnya dan terus mencari Hilas yang dia sayangi. Tapi apa boleh buat, Hilas sudah hilang selamanya. Herakles pun kembali menjalankan tugas legendarisnya dan meninggalkan misi para Argaonaut.

[sunting] Salmidessos

Mereka kemudian sampai di daerah Salmidessos, Thrakia. Disana ada seorang raja yang bernama Fineas. Raja Fineas memiliki berkah dari Apollo untuk dapat melihat masa depan. Namun karena terlalu banyak membocorkan rahasia para dewa kepada manusia, ia akhirnya dihukum. Ia diberikan pilihan: "Tidak buta tapi hidup singkat" atau "buta tapi berumur panjang", Fhineas memilih buta agar dapat membocorkan lebih banyak rahasia masa depan kepada manusia.
Phineas.jpg
Zeus pun meletakkannya di Salmidessos di depan sebuah meja yang penuh berisi makanan. Helios, dewa matahari yang marah karena Fineas lebih memilih hidup di dalam kegelapan dibandingkan hidup dibawah cahayanya, mengirimkan para Harpi untuk memastikan Fineas hanya makan secukupnya untuk hidup. Jika setiap ia hendak makan lebih, Para harpi akan merampas makanan itu.
Iason merasa kasihan pada Fineas. Ketika para harpi datang, para Boread, Kalais dan Zetes, yang memiliki sayap kemudian mengejar dan hendak membunuh mereka. Usaha mereka digagalkan oleh Irir yang berjanji bahwa Fineas tak akan lagi diganggu oleh para harpi.
Sebagai rasa terimakasih, Fineas mengungkapkan cara untuk melewati Simplegades. Kemudian mereka berpisah.

[sunting] Simplegades (Batu Beradu)

Batu beradu.jpg
Tempat ini adalah semacam gerbang yang harus dilalui jika seseorang ingin menuju Kolkhis. Namun ini sangatlah berbahaya. Bentuk Simplegades adalah dua buah batu karang raksasa yang saling berhadapan dan akan saling bertabrakan jika ada yang melintas diantara keduanya, sehingga apapun yang melintas akan hancur tergencet.
Cara yang diberikan oleh Fineas adalah, mereka harus melepaskan seekor merpati. Jika merpati itu selamat, maka mereka harus mendayung sekuat tenaga melewati Simplegades. Tapi jika merpati itu gagal dan mati terjepit, maka mereka memang ditakdirkan untuk gagal.
Iason melepaskan seekor merpati seperti yang dikatakan oleh Fineas dan merpati itu terbang melewati Simplegades. Kedua batu karang itu tiba-tiba menutup. namun, ketika karang itu kembali terpisah, nampaklah burung merpati itu berhasil melewati Simplegades dengan selamat, hanya bulu ekornya yang sedikit rusak terjepit.
Para Argonaut langsung mendayung sekuat tenaga melewati Simplegades dan mereka berhasil. Ketika kedua karang itu mengatup, hanya hiasan belakang kapal Argo saja yang rusak. Dan setelah berapa lama, mereka pun sampai di Kolkhis.

Sesampainya di Kolkhis, Iason segera menemui sang raja, Aietes. Iason berkata pada Aietes bahwa dia mau mengambil bulu domba emas dan membawanya ke Iolkus. Aietes, yang sudah menganggap bahwa bulu domba emas itu miliknya, enggan memberikannya dengan cuma-cuma. Ia mau Iason melakukan tiga buah tantangan sebelum dirinya rela memberikan bulu domba emas itu.
Melihat tantangan yang diberikan, Iason jadi patah semangat. Tapi Hera tidak berdiam diri. Hera menghampiri Afrodit dan memintanya untuk membuat putri Aietes, Medeia, agar jatuh cinta kepada Iason. Afrodit setuju dan memerintahkan Eros untuk menembakkan panah asmara kepada Medeia. Medeia pun jatuh cinta kepada Iason.
Medeia adalah seorang penyihir, pemuja dewi Hekate (dewi sihir) dan bantuan yang bisa diberikannya adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh Iason.
Jason and Medea - John William Waterhouse.jpg
Ketika Medeia melihat Iason pertama kali, dia langsung jatuh cinta pada Iason. Medeia menawarkan bantuannya asalkan Iason mau bersumpah agar menjadi miliknya selamanya. Iason tidak punya pilihan lain selain menyetujui. Medeia pun membantu Iason.
Tugas yang diberikan raja Aietes merupakan satu paket tugas. Yang pertama, Iason diperintahkan untuk membajak ladang dengan menggunakan dua ekor Khalkotaur, yaitu banteng yang kuku kakinya dari perunggu dan menyemburkan api. setelah itu ia diberikan sekantong benih. ia diperintahkan untuk menebar benih itu di tanah yang sudah dicangkul lalu memanennya dalam sehari.
Iason bergegas menjalankan tugasnya. Medeia menolongnya dengan memberikan sebuah salep, yang setelah Iason oleskan ke seluruh tubuh, membuat tubuh Iason menjadi anti api. Dengan mudah Iason membajak sawah itu. dan ketika ia hendak menaburkan benih, ia menyadari bahwa benih itu bentuknya sangat aneh. saat benih itu ditaburkan, tiba-tiba setiap benih itu langsung tumbuh menjadi para Spartoi, yaitu sekumpulan prajurit berbaju besi lengkap yang siap berperang. Ternyata benih itu adalah gigi-gigi Naga.
Medeia langsung memberitahu Iason apa yang harus ia lakukan. Setelah diberitahu Medeia, Iason melempar salah satu Spartoi itu dengan batu. Spartoi yang terkenal lemparan mengira Spartoi disebelahnyalah yang menyerang, akhirnya semua Spartoi itu saling serang satu sama lain, hingga tak satupun Spartoi yang tersisa.
Kini Iason harus menghadapi tugas yang sulit. Mengambil sendiri bulu domba emas dari tempatnya yang dijaga oleh naga yang tidak pernah tidur. Naga itu milik Ares, jadi jika dibunuh bisa menimbulkan kemarahan sang dewa perang.
Jason dragon.jpg
Medeia lalu mengeluarkan sebuah ramuan yang sangat berguna, ramuan penidur. Iason menghampiri sang naga di malam hari dan menyemprotkan disemprotkanlah ramuan itu ke muka sang naga. Sang naga langsung tertidur dan Iason bisa dengan mudah mengambil bulu domba emas.
Ketika Iason mau bergegas pulang ke Iolkus, Medeia minta diajak. Karena ia sudah bersumpah untuk jadi milik Medeia selamanya, iason pun setuju. Tapi entah kenapa, Medeia mengajak adiknya, Apsirtos.
Sang raja marah karena ia menganggap Iason telah menculik kedua anaknya. maka dari itu, ketika kapal Argo mulai berlayar, sang raja mengejarnya bersama armada kerajaan. Para Argonaut panik karena dengan kecepatan seperti ini pasti mereka akan tersusul. Medeia kembali menunjukkan kegilaannya. Ia langsung berdiri membawa adiknya dan sebilah pedang. Ayahnya dari belakang melihat Medeia dan Apsirtos.
Lalu tiba-tiba Medeia menggorok leher adiknya. Darah terpancar kemana-mana. Bukan hanya itu, ia juga langsung memutilasi mayat Apsirtos hingga menjadi potongan-potongan kecil. kemudian potongan-potongan tubuh itu ia tebar di lautan di belakang kapal Argo.
Para Argonaut tetap mendayung sambil kebingungan dengan apa yang dilakukan Medeia. Sang raja dan pasukannya berhenti untuk mengumpulkan potongan jenazah Apsirtos. Maka bebaslah para Argonaut dari kejaran Aietes.

Selepas dari perairan Kolkhis, tiba-tiba ada badai dan angin kencang. Kapal Argo pun terombang-ambing dalam badai itu.
Kastor dan Pollux maju ke anjungan kapal. Mereka berpegangan tangan dan berdoa kepada Zeus. Lalu dari kayu rangka kapal Argo terdengarlah sebuah suara yang mengatakan bahwa kapal ini dan krunya telah dikutuk oleh Zeus akibat perbuatan yang dilakukan oleh Medeia. Satu-satunya cara menghilangkan kutukan ini adalah bahwa Medeia harus disucikan oleh seorang perempuan bernama Kirke. Kemudian datanglah dewi Iris yang memberitahukan tempat tinggal Kirke kepada Kalais dan Zetes supaya para Argonauts dapat melanjutkan perjalanan.
Setelah beberapa lama, akhirnya para Argonauts sampai di pulau yang dikatakan sebagai tempat tinggal Kirke. Disana mereka melihat beberapa orang gadis memanggil-manggil. Namun di dekat para gadis itu ada hewan-hewan yang terus mengeluarkan suara seakan memperingatkan para Argonauts
Kru kapal mendayung terus hingga mereka berlabuh di pulau itu, tapi, tak ada satupun yang beranjak turun karena mereka memperhatikan hewan-hewan yang ada disana.
hewan-hewan itu menatap mereka dengan penuh kesedihan. tiba-tiba Medeia meloncat turun dari kapal. dan dia memperingatkan. "Kawan-kawanku!! jangan ada satupun dari kalian yang turun dari kapal! karena di pulau ini, setiap pria yang menginjakkan kaki disini, akan berubah menjadi hewan!". Medeis alalu memanggil Iason untuk ikut turun ke pulau itu. Dengan sihir Medeia, Iason tidak berubah menjadi binatang.
Medeia mengusir gadis-gadis yang tadi memanggil para kru, kemudian berjalan menuju rumah marmer yang ada di puncak bukit pulau itu.
Medeia dan kirke.jpg
Di sana mereka menemui Kirke. yang ternyata adalah seorang penyihir juga. Ketika melihat mata Medeia, Kirke langsung mengetahui bahwa Medeia adalah kerabatnya. Kirke adalah saudari Aietes dan dengan demikian adalah bibi Medeia
Medeia mengutarakan maksud kedatangannya, yakni untuk disucikan dari darah saudaranya yang ia bunuh. Lalu Kirke mengajak Medeia ke pantai, di sana Kirke berdoa kepada Zeus lalu memandikan Medeia dengan air laut juga mencuci pakaian Medeia yang berlumur darah.
Setelah ritual selesai, Medeia bertanya kepada Kirke tentang apa yang dilihat oleh Kirke di masa depan kehidupan Medeia. Kirke memang melihat masa depan Medeia, namun ia menolak mengucapkannya. Akhirnya Medeia kembali ke kapal dan bersama Argonauts melanjutkan perjalanan.

Sudah beberapa hari mereka berlayar ketika tiba-tiba ombak tinggi membawa mereka ke sebuah pantai pasir dan mendamparkannya di pantai itu. Ketika ombak itu menghilang, ternyata di bawah ombak yang tinggi itu adalah karang-karang tajam, sehingga tidak mungkin bagi kapal Argo untuk berlayar kembali ke lautan tanpa hancur terkoyak karang tajam itu. Setelah mereka perhatikan, yang ada disana bukanlah pasir pantai, melainkan sebuah gurun pasir yang sangat luas.
Para Argonaut mulai putus asa. Iason yang kepanasan dan kelelahan pun akhirnya tertidur dengan kepala yang ditutupi bulu domba emas. Lalu Iason merasakan ada yg menyentuh tangannya. Ia menoleh, ternyata ada tiga orang nimfa dengan tubuh bersinar.
Para nimfa itu mengatakan bahwa para Argonaut tidak boleh menyrah. Iason diperintahkan untuk mengikuti kuda Poseidon dan para Argonaut harus melakukan kepada kapal Argo sesuatu yang selama ini dilakukan oleh kapal tersebut kepada mereka.
Iason menyampaikan pesan ini kepada para Argonaut. Lalu tiba-tiba, dari lautan muncullah segerombolan kuda. kawanan kuda itu berlari melintasi gurun. Akhirnya mereka paham tentang sesuatu yang harus mereka lakukan pada kapal Argo.
Kuda neptunus.jpg
Selama ini, yang dilakukan kapal itu adalah membawa mereka di atasnya. saat ini yang harus mereka lakukan adalah memikul kapal Argo melintasi gurun pasir. Karena kuda poseidon berasal dari lautan, maka pasti mereka akan kembali lagi ke lautan yang lain di seberang gurun, jadi yang harus mereka lakukan hanyalah mengikuti jejak kuda poseidon itu.
Perjalanan berat pun dimulai. Para Argonaut menggendong kapal mereka mengikuti jejak kuda Poseidon hingga mereka sampai pada suatu titik dimana jejak-jejak kuda poseidon itu tidak lagi nampak. Para Argonaut meletakkan kapal Argo, kemudian Kalais dan Zetes terbang ke angkasa. Mereka terus naik dan akhirnya melihat air di ujung sana. Mereka pun mengarahkan para Argonaut untuk sampai ke perairan itu.
Setelah sampai disana. mereka mengetahui bahwa danau itu merupakan wilayah kekuasaan Triton, dewa laut putraa Poseidon. Sebagai rasa syukur, mereka mendirikan altar untuk Triton. Kemudian mereka sadar bahwa mereka kehausan sementara air yang ada disana adalah air asin. Tiba-tiba mereka mencium aroma tanaman lebat. Mereka mengasumsikan di sana ada air yang bisa diminum juga. Orfeus memimpin mereka ke arah aroma itu berasal.
Di tengah perjalanan, mereka melihat sosok raksasa yang menjulang tinggi. Orfeus menerangkan bahwa itu adalah Atlas yang tengah menopang langit. Kemudian mereka meneruskan perjalanan ke arah asal aroma itu.
Akhirnya sampailah mereka ke sebuah wilayah yang ditumbuhi rumput hijau. Orfeus mengetahui wilayah ini. Taman yang dikelilingi pagar perak itu adalah Taman Hesperides, taman tempat tumbuhnya pohon apel emas yang diberikan oleh Gaia sebagai hadiah pernikahan Zeus dan Hera. Nama taman itu diambil dari para penjaga taman tersebut, yakni para Nimfa Hesperides.
Melihat para Argonaut yang mendekat, para nimfa itu langsung melingkarkan diri mereka bertiga mengelilingi pohon apel emas. Orfeus mengatakan kepada para Argonaut untuk tetap tenang dan membiarkannya menyapa para nimfa Hesperides.
Orfeus melangkah masuk ke taman itu sambil memainkan liranya dan alunan musik yang sangat indah terdengar memenuhi udara. Dengan syairnya Orpheus memberitahu para nimfa bahwa para Argonauts ini adalah orang-orang pilihan dewa dan bahwa para nimfa itu tidak perlu khawatir akan kedatangan mereka.
Para nimfa itu mengerti dan mereka langsung menghampiri Orfeus sambil menangis. mereka menyanyikan lagu duka. Mereka memberitahut bahwa sebenarnya tadinya ada seekor naga berkepala seratus bernama Ladon yang ditugaskan Hera untuk membantu mereka menjaga pohon apel emas. Tetapi sekarang naga yang bernama Ladon itu telah tewas karena terkena anak panah beracun.
Mereka cerita bahwa ada seorang manusia yang mengenakan kulit singa sebagai pakaian, datang dan membunuh Ladon llau mengambil apel emas. Walaupun apel emas yang diambil itu telah dikembalikan, mereka jadi harus bekerja lebih keras untuk menjaga taman itu tanpa dibantu oleh Ladon.
Para Argonauts langsung tahu bahwa orang yang sedang dibicarakan oleh nimfa Hesperides ini Herakles, yang sedang manjalankan tugasnya.
Kemudian para nimfa itu bercerita bahwa ketika apel emas dari pohon itu diambil, maka aliran mata air di taman itupun langsung berhenti. Tapi Herakles yang saat itu sedang kehausan langsung menghentakkan kakinya ke batu yang ada disana, memecahkan batu itu, dan dari sana memancarlah mata air baru.
Para Argonaut melihat mata air yang ditinggalkan Herakles dan langsung minum dari sana beramai-ramai.
Mereka meneriakkan pujian pada Herakles, karena walaupun ia tidak lagi bersama mereka, pahlawan itu telah menyelamatkan para Argonaut dari kehausan yang mematikan.
Setelah puas minum, mereka pamit dan hendak kembali ke kapal. Tapi, tidak semua Argonauts berhasil sampai di kapal. Satu Argonaut yang bernama Naupilos digigit oleh seekor ular dan meninggal. Seusai mengubur Naupilos, mereka memulai berlayar kembali. Orfeus memanjatkan doa kepada Triton yang menguasai daeraht itu. Tiba-tiba Triton muncul dan menolong para Argonaut dengan membimbing kapal Argo melalui berbagai perairan hingga akhirnya sampai ke laut lepas.

Sirens-BW.jpg
Iason dan kru kapalnya mengarungi pesisir pantai hingga mereka sampai di sebuah pulau karang kecil. Di sana terdapat tiga orang gadis cantik duduk di atas karang. Tiba-tiba terdengarlah sebuah nyanyian merdu yang menawan hati. Para Argonaut tanpa sadar mendayung ke arah pulau karang itu.
Tapi Iason sadar, inilah para Siren yang diperingatkan oleh gurunya, Khiron, bahwa mereka tidak akan selamat jika mereka tidak mengajak Orfeus turut serta. Menyadari bahaya dari nyanyian Siren yang tak tertahankan itu, Orfeus langsung bernyanyi dan memainkan liranya. Suaranya yang sangat merdu ternyata lebih indah dan mengalahkan suara para Siren. Akhirnya para Argonaut berhasil menjauh. Hanya satu orang yang tidak dapat menahan diri, namanya adalah Botes, ia langsung melompat turun dari kapal begitu mendengar suara nyanyian Siren. Afrodit, yang menyukai pemuda itu, langsung menyelamatkannya dan menjadikannya kekasih.
Siren yang gagal menarik para Argonaut menuju kematian pun langsung terjun ke laut, karena mereka ditakdirkan untuk mati jika gagal menarik orang dengan lagunya.
Demikianlah para Argonaut selamat karena keindahan suara Orfeus.

Para Argonaut sangat senang ketika akhirnya berhasil mencapai laut lepas. Mereka terus berlayar ke arah Iolkus. Angin yang mendorong layar kapal Argo berhenti, dan sekali lagi mereka semua bersama-sama mendayung kapal. Semalaman mereka mendayung. Ketika pagi menjelang, Theseus berteriak, "Pulau Kreta!!"
Talos-canvas.jpg
Para Argonaut, yang kelelahan setelah mendayung semalaman, merasa sangat senang melihat daratan. Mereka berharap dapat mengisi perbekalan dan istirahat. Tapi di pulau ini ternyata ada seorang penjaga, namanya adalah Talos, prajurit raksasa yang tubuhnya terbuat dari perunggu. Talos memiliki sebuah pembuluh yang tersambung dari leher sampai ke kakinya. Di epmbuluh itu mengalir timbal hitam yang merupakan darah Talos. Pembuluh itu disumbat dengan sebuah paku.
Talos ini diciptakan oleh Hefaistos dan diberikan oleh Zeus untuk melindungi Europa, kekasih Zeus di Kreta. Talos setiap hari selalu mengelilingi pulau Kreta tiga kali. Dia akan melemparkan batu besar kepada kapal yang mendekati Kreta. Hal itulah yang dilakukannya kepada kapal Argo. Batu-batu besar ia lemparkan ketika kapal para pahlawan itu mendekat. Para Argonaut panik dan langsung menjauh hingga di luar jarak lempar Talos.
Majulah Medeia ke anjungan kapal. Ia membacakan mantra dan mengutuk Talos sampai dia jadi mengamuk sendiri. Talos yang mengamuk akhirnya tanpa sengaja tersandung batu tajam dan paku yang menyegel pembuluh darahnya terlepas. Maka keluarlah cairan hitam dari mata kakinya terus-menerus. Talos akhirnya mati karena kehabisan darah dan tenggelam.
Setelah itu. Para Argonaut bisa mendarat dengan mudah, beristirahat dan mengumpulkan perbekalan.
Lalu mereka kembali berlayar dan setelah beberapa lama, nampaklah Gunung Pelion, tempat Iason dibesarkan. Ini berarti Iolkus sudah dekat. Iason dan Medeia segera menuju Iolkus sementara para awak kapal Argo saling berpisah karena misi mendapatkan domba emas telah berhasil.

Di Iolkus, Iason mendapat kabar buruk. Ayahnya dikabarkan telah mati karena dipaksa minum racun oleh Pelias, Ibunya juga menyusul bunuh diri karena kesedihannya ditinggal suaminya. Iason yang marah akhirnya meminta Medeia untuk membalaskan dendam orang tuanya
Medeia langsung menyusun rencana untuk membunuh Pelias. Malam harinya, Medeia duduk sendiri di dalam kamar, menyanyikan mantra tiada henti sepanjang malam dan di kala pagi, Medeia melihat hasil dari mantra yang dirapalnya.
Sebuah kereta yang ditarik oleh naga langsung tersedia di luar rumahnya. Mantra pemanggilannya berhasil dan dengan menaiki kereta itu ia meluncur terbang. Medeia pergi ke berbagai tempat tanaman-tanaman sihir tumbuh. Gunung Ossa, Pelion, Thris, Pindus dan Olimpus semua didatangi. Sungai Apidanos, Enipius dan Pinius juga didatanginya untuk mengumpulkan bahan-bahan sihirnya. Lalu ia kembali dan memulai memasak ramuan.
Iason melihat Medeia yang pucat dan menyeramkan ketika kekuatan sihir mengelilingi gadis itu. Ia hendak masuk ke kamar Medeia namun gadis itu melarangnya masuk dengan kasar, agar Iason tidak mengganggu proses pemasakan ramuan yang akan segera dimulai.
Sementara itu. Medeia mencapai tahap akhir ramuannya. Ia mengaduk kuali ramuannya dengan kayu dari pohon apel. ketika diangkat dari dalam ramuan, kayu pengaduk itu telah berubah, ditumbuhi daun apel, dan di ujungnya tiba-tiba tumbuhlah satu buah apel segar. Beberapa tetes ramuannya juga tumpah ke tanah, dan disana langsung tumbuh rumput hijau dan bunga yang indah. Yang Medeia buat adalah sebuah ramuan yang dipenuhi kekuatan kehidupan.
Setelah selesai, ia menyimpan ramuan itu ke dalam botol, dan sisanya, ia tebarkan ke taman istana. kemudian bersama naganya, ia berangkat menemui putri-putri Pelias.
Medeia menipu mereka dengan mangatakan bahwa dia memiliki kekuatan untuk membuat ayah mereka kembali muda. Medeia menunjukkan triknya pada seekor domba. Medeia menyembelih seekor domba yang sudah tua, memotong-motong tubuh domba itu, dan memasukannya ke dalam kuali berisi air mendidih denagn dicam[ur ramuan buatannya. Medeia lalu membacakan mantra. Setelah selesai, Medeia mengangkat domba itu, yang kini telah hidup dan bahkan kembali muda. Domba itu menjadi sangat sehat, tanduknya kuat, bulunya tumbuh lebat dan hewan itu mengembik gembira
Putri-putri Pelias merasa takjub dan ingin memudakan kembali ayah mereka. Medea mengajarkan cara melakukan ritual itu, tapi tidak memberikan cairan yang benar kemudian Medea lamhsumh pergi meninggalkan istana.
Pelias mati.jpg
Ketika Pelias sedang tidur, putri-putrinya membunuh Pelias, memotong-motong tubuhnya, dan memasukkannya ke dalam kuali yang berisi air mendidih itu. Mereka Membacakan mantra dan menunggu. Namun setelah beberapa jam, ayah mereka tidak kunjung keluar, dan ketika air kuali itu kering, nampaklah sosok ayah mereka yang sudah menjadi mayat.
Setelah Pelias mati, Hera menjadi puas karena bisa membalas perbuaatn Pelias yang telah melakukan pembunuhan di kuil Hera. Demikianlah, petualangan luar biasa yang dilakukan Iason dan para Argonaut sesungguhnya hanyalah bagian dari rencana Hera untuk membunuh Pelias.
Sementara Medeia memanggil naganya dan menemui Iason. Sedangkan putri-putri Pelias hanya bisa meringkuk ketakutan di dekat jenazah ayah mereka.
Kabar Kematian Pelias tersebar, dan kota pun jadi kacau. sementara putri-putri Pelias hanya bisa meringkuk ketakutan di dekat jenazah ayah mereka.
Akastos, putra Pelias, marah pada Iason dan Medeia. Akastos akhirnya mengusir Iason dan Medeia dari Iolkus. Iason dan Medeia lalu mengungsi di Korintus.

Iason dan Medeia akhirnya tinggal di Korintus. Di sana Iason menikahi Glauke, putri Kreon, raja Korintus. Melihat ini Medeia mengamuk, ia mengungkit apa saja yang telah ia lakukan untuk Iason namun Iason malah berkata bahwa yang pantas menerima terima kasih adalah Afrodit yang telah membuat Medeia jatuh cinta pada Iason. Karena dendam, Medeia memberikan hadiah kepada Glauke, yaitu sebuah gaun yang telah dikutuk. Ketika Glauke memakainya, tubuhnya terbakar dan Glauke pun tewas. Ayah Glauke ikut terbakar bersama putrinya ketika ia hendak menolong.
Medea dan dua anaknya.jpg
Medeia juga membunuh dua orang putra hasil pernikahannya bersama Iason. Setelah itu Medeia kabur ke kota Athena dengan menaiki kereta naganya.
Rakyat Korintus marah atas pembunuhan raja dan putrinya. Karena Medeia telah kabur, mereka akhirnya menumpahkan kemarahan pada Iason dan mengusir Iason dari Korintus.
Iason, bersama Peleus, kemudian merebut kembali kota Iolkus. Putra Iason yang bernama Thessalos didaulat menjadi raja Iolkus.
Karena pengkhianatan Iason pada Medeia, para dewa murka. Hera tidak lagi mendukungnya. Iason ikut serta dalam Perburuan Babi Kalidon tapi hanya berhasil membunuh seekor anjng. Di masa tuanya, Iason berjalan sendiri di pantai dan bersandar di bagian depan kapal Argo, mengenang petualangan masa mudanya.
Tiba-tiba kayu depan Argo runtuh menimpa Iason dan langsung membunuhnya seketika.

[sunting] Perburuan Babi Kalidonia

Setiap tahun Raja Oineus dari Kalidon selalu menggelar persembahan untuk para dewa di bukit suci. Suatu ketika, dia lupa memberikan persembahan untuk dewi Artemis. Artemis pun marah dan mengirimkan seekor babi hutan raksasa untuk merusak daerah Kalidonoia, menghancurkan pertanian, dan membunuh penduduk. Orang-orang bersembunyi di dalam benteng kota dan mulai kelaparan.
Oineus lalu mengirim berita bahwa dia mencari pemburu terbaik di Yunani. Dia menawarkan kulit dan taring babi itu sebagai hadiah.
Regius - Calydonian Boar.jpg
Banyak orang yang datang dam berniat memburu babi itu, di anatranya adalah putra Oineus sendiri, Meleagros, dan seorang perempuan bernama Atalanta, yang dibesarkan oleh Artemis. Pada awalnya, para pria, dipicu oleh Kefeos dan Ankaios, menolak berburu bersama seorang perempuan. Tetapi Meleagros berhasil meyakinkan mereka untuk tetap ikut berburu. Perburuan pun dimulai, Atalanta adalah orang pertama yang berhasil melukai babi itu dengan panah dan Meleagros yang membunuh babi itu. Meleagros menang tetapi dia memberikan hadiahnya pada Atalanta. Putra-putra Thestios (paman-paman Meleagros) merasa bahwa perempuan tidak pantas menerima hadiah dalam kontes yang diikuti para pria. Mereka juga mengatakan bahwa jika Meleagros tak mau menerima hadiahnya maka merekalah yang berhak mendapatkannya. Mereka pun merampas hadiah itu dari Atalanta. Meleagros marah dan membunuh para pamannya. Dia lalu memberikan lagi kulit babi itu pada Atalanta.
Ibu Meleagros (saudari paman-paman yang telah dibunuh Meleagros) marah atas perbuatan anaknya. Dia lalu membakar kayu suci yang selama ini dijaganya. Para Moirai (dewi takdir) pernah menyatakan bahwa Meleagros akan terus hidup selama sebatang kayu suci tetap utuh. Ketika kayu itu terbakar habis, Meleagros pun mati. Setelah membuat anaknya mati, ibu Meleagros menjadi gila dan akhirnya bunuh diri.

[sunting] Kisah Makhluk Mitologis

[sunting] Graiai

Graiai.jpg
Para Graiai adalah tiga orang perempuan tua yang saling berbagi satu mata dan satu gigi. Mereka merupakan anak dari dewa laut Forkis dan Keto. Mereka memiliki rambut abu-abu dan memiliki usia yang sangat panjang. Ketiga Graiai adalah Denio, Enyo, dan Pemfredo. Mereka tinggal di sebuah gua di Libia.
Para Graiai pernah didatangi oleh Perseus yang ingin mengetahui tempat memperoleh senjata untuk membunuh Medusa, dan juga lokasi sarang Medusa. Perseus mengambil mata para Graiai supaya para Graiai mau memberitahunya. Setelah mendapat jawaban dari para Graiai, Perseus mengembalikan mata mereka.

[sunting] Ker

Ker adalah dewi kematian. Para Ker membawa kematian yang kejam, termasuk kematian dalam pertempuran, kecelakaan, pembunuhan atau penyakit. Para Ker berwujud sebagai makhluk gelap dengan cakar dan taring, serta haus darah. Para Ker adalah utusan dari para Moirai (dewi takdir), yang menentukan usia manusia, serta Moros, dewa kehancuran yang menggiring manusia menuju kematiannya.
Para Ker adalah makhluk yang haus darah dan secara kejam merobek jiwa dari tubuh yang sekarat lalu mengirimnya ke dunia bawah. Ribuan Ker berterbangan di atas area pertempuran, dan jika ada manusia yang mati, maka para Ker akan saling berebut seperti burung pemakan bangkai. Para Ker sebenarnya tidak berkuasa atas hidup dan mati manusia namun sifat haus darah mereka menjadikan para Ker berusaha membuat orang-orang mati. Zeus dan dewa-dewa lainnya bisa menghentikan atau mempercepat para Ker. Para dewa Olimpus sering berdiri di dekat pasukan yang mereka dukung untuk mencegah datangnya para Ker pada pasukan mereka. Para Ker juga menghantui daerah yang terkena wabah untuk mencari orang yang mati lalu mengambil jiwanya.

[sunting] Lamia

Lamia adalah putri dari Poseidon dan merupakan seorang ratu yang cantik di Libya. Zeus jatuh cinta padanya dan sering menidurinya. Hera marah dan menghukum lamia. Setiap Lamia melahirkan, maka Hera akan langsung membunuh bayi itu. Akibat bayi-bayinya terus-menerus mati, Lamia lama-lama menjadi gila. Lamia menjadi iri pada perempuan yang memiliki anak. Pada malam hari, Lamia menangkap anak orang lain lalu memakannya.
Seiring waktu, Lamia pun menjadi monster secara keseluruhan. Dia memiliki kemampuan untuk mencopot matanya ketika hendak tidur. Lamia merupakan vampir versi Yunani yang senang berburu anak kecil. Para orang tua biasanya menakut-nakuti anak mereka dengan cerita Lamia supaya sang anak patuh.

[sunting] Empusa

Empusa adalah setan wanita. Empusa merupakan anak dan pengikut Hekate, dewi sihir. Setap Empusa memiliki satu kaki keledai dan kaki lainnya terbuat dari perunggu, sedangkan rambutnya adalah api. Empusa tinggal di dunia bawah.
Empusa biasanya menyamar sebagai perempuan cantik untuk memikat lelaki. Jika sudah ada lelaki yang masuk perangkapnya, maka Empusa akan menghisap darah lelaki itu sampai mati. Empusa juga meminum darah para pria yang sedang tidur. Empusa bisa diusir dengan kata-kata hinaan dan makian. Jika sudah dimaki, maka Empusa akan langsung kabur sambil mengeluarkan suara melengking.

[sunting] Hewan jinak

[sunting] Domba emas

Bulu domba emas.gif
Domba emas adalah anak dari Poseidon dan Theofane dari Trakia.
Karena kecantikan Theofane, banyak lelaki yang meminatinya, termasuk sang dewa laut Poseidon. Poseidon membawanya ke pulau Krumissa namun para peminatnya juga mengikutinya. Poseidon mencoba menyembuyikannya dengan mengubahnya menjadi domba betina dan mengubah para penduduk pulau menjadi domba. Tetapi para pelamar malah mulai memakan domba-domba di sana sampai akhirnya para dewa mengubah para pelamar itu menjadi serigala.
Poseidon lalu berubah menjadi domba jantan dan bersetubuh dengan Theofane sampai Theofane melahirkan seekor domba berbulu emas. Domba ini bisa terbang dan berbicara bahasa manusia.
Domba emas dikirim untuk menyelamatkan Frixos dan saudarinya Helle yang hendak dikorbankan. Frixos dan Helle melompat pada domba emas yang langsung membawa mereka terbang, sayangnya Helle terjatuh ke laut, yang kelak disebut Laut Helle. Sementara Frixos berhasil sampai di Kolkhis. Di sana Frixos dirawat oleh Aietes raja Kolkhis, Frixos bahkan dinikahkan dengan putri Aietes. Sebagai balasannya, Frixos memberikan bulu domba emas pada Aietes, yang menggantungnya di sebuah pohon. Kelak, Iason dan para Argonaut melakukan petualangan untuk mendapatkan bulu domba emas itu.
Domba emas ini juga ditempatkan di angkasa sebagai rasi bintang Aries.
Imformasi lebih lanjut mengenai Frixos dan Helle, lihat Tentang Domba Emas

[sunting] Elang Zeus

Zeus memiliki peliharaan berupa seekor elang emas raksasa.
Zeus menggunakan Elangnya untuk mencuri sandal Afrodit dan memberikannya pada Hermes. Ketika Afrodit meminta sandalnya dikembalikan, Hermes bersedia asalkan Afrodit mau tidur dengannya.
Di Dardania, Elang Zeus bertugas membawa pangeran Ganimede untuk dijadikan sebagai kekasih Zeus dan pembawa minum para dewa.
Elang Zeus juga ikut membantu Psikhe dalam melaksanakan tugas dari Afrodit. Elang Zeus mengambilkan air dari sungai Stix untuk Psikhe.
Biasanya, Zeus mengirimkan elangnya pada orang-orang yang taat kepadanya sebagai pertanda baik. Herakles bedoa pada Zeus supaya temannya, Telamon, menjadi ayah dari pahlawan besar. Zeus pun menjawab doanya dengan mengirimkan elangnya yang terbang di atas Herakles dan Telamon. Telamon pada akhirnya menjadi ayah dari sanga pahlwan Ayas, yang dinamai dari kata aietos (elang). Agamemnon juga pernah berdoa pada Zeus supaya pasukannya bisa mengalahkan Troya, dan Zeus memberikan pertanda dengan mengirimkan elangnya.
Elang ini kemudian oleh Zeus ditempatkan di angkasa sebagai rasi bintang Aquila.

[sunting] Lailaps

Lailaps.jpeg
Lailaps adalah anjing ajaib yang ditakdirkan untuk tak pernah gagal menangkap buruannya. Lailaps diberikan oleh Zeus pada Europa di Kreta, lalu melalui raja Minos anjing ini diberikan pada Kefalos dan Prokris di kota Athena.
Suatu ketika kota Thebes diteror oleh serangan Rubah Teumessia, dan Amfitrion ditugaskan utnuk menghentikan rubah itu. Amfitrion kemudian meminjam Lailaps dari Kefalos dan menyuruh Lailaps untuk menangkap rubah itu. Namun Rubah Teumessia adalah hewan yang ditakdirkan untuk tak pernah bisa ditangkap. Sehingga terjadilah suatu paradoks ketika seekor anjing yang tak pernah gagal menangkap targetnya harus memburu seekor rubah yang tak pernah bisa ditangkap. Menghadapi dilema ini, Zeus akhirnya mengubah kedua hewan itu menjadi batu, dan mencitrakan Lailaps di angkasa sebagai rasi bintang Canis Mayor.

[sunting] Maira

Maira adalah anjing milik Ikarios. Maira adalah anjing yang sangat setia. Ikarios adalah ayah dari Erigone dan pengikut Dionisos. Dia diajari membuat minuman anggur oleh sang dewa.
Suatu hari, Ikarios sedang bepergian dan bertemu beberapa gembala. Ikarios membagi anggurnya dan mereka langsung mabuk dan tak sadarkan diri. Ketika terbangun, mereka menyangka Ikarios telah meracuni mereka, maka para gembala itu pun membunuh Ikarios dan mengubur jenazahnya di bawah sebuah pohon.
Erigone, yang khawatir akan keberadaan ayahnya, akhirnya membawa Maira untuk mencari Ikarios. Ketika mereka sampai di kuburan Ikarios, Maira menggonggong sedih lalu menjatuhkan diri dari atas tebing sampai mati. Erigone juga sangat berduka atas kematian ayahnya. Erigone lalu menggantung dirinya di atas pohon itu.
Dionisos merasa kasihan pada pengikutnya itu, maka sang dewa menempatkan mereka semua di angkasa sebagai rasi bintang: Ikarios menjadi rasi bintang Bootes, Erigone menajdi rasi bintang Virgo, dan Maira menjadi bintang Sirius.
Dionisos juga menghukum para pembunuh Ikarios. Dionisos membuat semua perawan di Athena bunuh diri. Rakyat Athena bertanya pada Orakel dan sang Orakel memberitahu bahwa semua ini disebabkan oleh para gembala pembunuh Ikarios. Rakyat Athena lalu menangkap dan membunuh para gembala itu,
Sejak itu, pada masa panen anggur, rakyat Athena menggelar festival untuk menghormati Ikarios. Pada festival itu, pada gadis akan berayun-ayun di pohon.

[sunting] Rusa Kerinitia

Rusa kerinitia.jpg
Rusa Kerinitia adalah rusa pemberian Taygete untuk dewi Artemis. Rusa ini hidup di hutan Kerinitia. Rusa ini memiliki tanduk emas dan kuku perunggu serta mampu berlari sangat cepat.
Tugas ketiga Herakles adalah menangkap Rusa Kerinitia. Herakles sempat kesulitan dalam menangkapnya. Akhirnya setelah berusaha selama setahun lebih, Herakles berhasil memanah kuku rusa itu tanpa membunuhnya.
Ketika Herakles hendak membawa Rusa Kerinitia pada Euristheus, Artemis memergokinya dan sempat marah karena Herakles telah lancang mengganggu hewan miliknya. Herakles lalu menjelaskan bahwa itu adalah tugasnya dan bahwa dia berjanji untuk tidak melukai Rusa Kerinitia. Artemis pun mengizinkan Herakles membawa rusa itu.

[sunting] Hewan buas

[sunting] Banteng Kreta

Herakles dan Banteng Kreta.jpg
Minos, raja Kreta berdoa kepada Poseidon agar mengirimkannya seekor banteng sehingga dia bisa mempersembahkan banteng tersebut untuk Poseidon. Poseidon menjawab doanya dan mengirimkannya seekor banteng putih yang indah. Banteng itu juga bisa berjalan di atas air. Namun Minos melanggar janjinya dan menolak mengorbankan banteng tersebut.
Poseidon menghukum Minos dengan menjadikan istri Minos, Pasifae, jatuh cinta pada banteng itu. Pasifae lalu menyuruh Daidalos untuk membuatkannya sebuah tiruan banteng betina. Pasifae masuk ke dalam replika itu dan bercinta dengan sang banteng. Dari hubungan itu, Pasifae melahirkan Minotaur, makhluk bertubuh manusia dan berkepala banteng.
Suatu hari Herakles datang ke Kreta dengan tujuan untuk menangkap banteng itu sesuai dengan tugas ketujuhnya. Minos, yang merasa malu atas insiden istrinya dan banteng itu, dengan sukarela menyerahkan Banteng Kreta pada Herakles. Herakles lalu menghadapi Banteng Kreta dan menangkapnya dengan cara memegang kuat-kuat tanduk sang banteng. Setelah berhasil menangkapanya, Herakles membawanya ke daratan Yunani dengan menungganginya menyeberangi lautan,
Setelah tugasnya selesai, Herakles melepas Banteng Kreta, yang pergi ke daerah Marathon dan mengamuk di sana sehingga banteng itu mendapat nama baru, Banteng Marathon.
Aigeus, raja Athena, mengirim Androgeus, putra Minos, untuk menangkap Banteng Marathon, yang berujung pada kematian Androgeus. Minos marah dan menyerang Athena.
Banteng Marathon sendiri pada akhirnya dibunuh oleh Theseus, raja Athena berikutnya yang juga membunuh Minotaur, anak Banteng Marathon.

[sunting] Babi Erimathos

Babi Erimathos adalah babi hutan raksasa yang meneror daerah pertanian di Psofis, Arkadia barat.
Tugas keempat Herakles adalah menangkap babi ini. Setelah mengejarnya sampai daerah bersalju di Gunung Erimanthos, Herakles akhirnya berhasil menangkapnya lalu membewanya pada Euristheus. Ketika melihat Babi Erimathos, Eristheus ketakutan dan bersembunyi di dalam tong. Euristheus kemudian menyuruh Herakles untuk membawa pergi babi itu.

[sunting] Babi Kalidon

Raja Oineus selalu melakukan ritual tahunan dengan memberikan persembahan pada semua dewa. Namun suatu ketika dia tidak memberi persembahan pada Artemis sehingga sang dewi menjadi marah dan menghukum Oineus dengan mengirimkan babi hutan raksasa ke Kalidon. Babi ini meneyrang penduduk dan merusakkan daerah pertanian. Untuk menghentikan babi itu, Oineus memanggil para pahlawan dari seluruh Yunani untuk ikut serta dalam Perburuan Babi Kalidon. Perburuan itu diikuti oleh banyak pahlawan. Babi Kalidon pertama kali dilukai oleh pahlawan wanita Atalanta sebelum akhirnya dibunuh oleh Meleagros putra Oineus. Bahkan setelah mati, kulit babi itu menjadi penyebab konflik dalam keluarga Meleagros.
Dalam Perang Argos-Thebes, Tideus, sang pangeran terbuang dari Kalidon, membawa perisai bergambar Babi Kalidon,

[sunting] Babi Krommion

Babi Krommion adalah anak dari Tifon dan Ekhidna. Hewan ini merupakan babi betina raksasa yang dimiliki oleh perempuan tua bernama Faia.
Babi ini mengamuk dan menyerang penduduk di daerah Krommion, Isthmus. Babi Krommion dan pemiliknya akhirnya dibunuh oleh Theseus yang sedang melakukan perjalanan ke Athena dan lewat di sana.

[sunting] Burung Stimfalia

Herakles dan burung Stimfaia.jpg
Burung Stimfalia adalah burung-burung memiliki bulu dan paruh perunggu, selain itu kotoran mereka juga beracun. Mereka tinggal di danau Stimfalia di Arkadia.
Tugas keenam Herakels adalah mengusir burung-burung ini. Dengan lonceng perunggu pemberian Athena, Herakles membuat burung-burung tu berterbangan, lalu Herakles memanah burung-burung itu dengan panahnya.
Setelah diusir, Burung Stimfalia kabur ke Rhodes. Para Argonaut pernah bentrok dengan burung-burung ini. Burung Stimfalia menjatuhkan bulu-bulu perunggu mereka dan membunuh satu Argonaut, yang kepalanya terkena bulu itu, sementara seorang lainnya terluka.
Para Argonaut langsung melindungi kepala mereka dengan perisai. Dua prajurit Arkadia mengingat bagaimana Herakles mengusir burung Stimfalia dengan lonceng, jadi para Argonaut memukulkan pedang mereka pada perisai sambil berteriak keras. Mendengar suara-suara itu, burung-burung Stimfalia pun langsung terbang pergi

[sunting] Elang Kaukasus

Koeln wrm 1044.jpg
Ketika Prometehus mencuri api para dewa, Zeus menghukumnya dengan merantainya di puncak Gunung Kaukasus dan menyiksanya dengan Elang Kaukasus. Elang ini datang setiap hari dan memakan hati Prometheus, dan pada malam harinya hatinya tumbuh lagi. Esok hari, ealng ini akan datang lagi dan memakan lagi ahti Prometheus, dan begitulah seterusnya.
Elang Kaukasus mati dibunuh dengan panah oleh Herakles, yang juga melepaskan Prometheus dari ikatannya.

[sunting] Karnikos

Karnikos adalah seekor kepiting raksasa yang diperintahkan oleh Hera untuk menyerang Herakles ketika sang pahlawan sedang melawan Hidra di rawa Lerna. Herakles pada akhirnya membunuh kepiting ini. Untuk menghargai jasanya, Hera menempatkan Karnikos di langit sebagai rasi bintang Cancer.

[sunting] Rubah Teumessia

Lailaps dan Rubah Teumessia.jpg
Rubah Teumessia adalah rubah raksasa yang dikirim oleh para dewa utnuk menyerang kota Thebes karena kejahatan kota tersebut. Rubah ini ditakdirkan utnuk tak pernah bisa ditangkap.
Kreon, raja Thebes, menyuruh Amfitrion untuk menghentikan rubah itu. Tugas itu sepertinya mustahil namun Amfitrion akhirnya menemukan cara untuk melakukannya. Amfitrion meminjam Lailaps dari Kefalos dan menyuruh anjing itu untuk menangkap Rubah Teuemssia. Lailaps adalah seekor anjing yang ditakdirkan untuk tak pernah gagal menangkap buruannya. Maka terjadilah suatu paradoks ketika seekor anjing yang tak pernah gagal menangkap targetnya harus memburu seekor rubah yang tak pernah bisa ditangkap. Menghadapi dilema ini, Zeus akhirnya mengubah kedua hewan itu menjadi batu, dan mencitrakan Rubah Teumessia di angkasa sebagai rasi bintang Canis Minor.

[sunting] Singa Nemea

Herakles dan singa Nemea.jpg
Singa Nemea adalah singa besar yang tinggal di daerah Nemea, Argolis. Kulitnya sangat kuat dan tidak dapat ditembus oleh senjata apapun
Tugas pertama Herakles adalah membunuh singa ini. Herakles mendatangi gua persembunyian singa Nemea dan bertarung dengan sang singa. Herakles berhasil membunuhnya dengan cara mencekiknya sampai mati. Setelah membunuhnya, Herakles mengunakan kulit singa itu sebagai jubah pelindung dalam petualangan-petualangannya berikutnya. Sementara sang singa sendiri oleh Hera ditempatkan di angkasa sebagai rasi bintang Leo.

[sunting] Skorpios

Orion berani menyombongkan diri bahwa dia mampu membunuh semua hewan di bumi. Untuk menghukum kelancangannya itu, Gaia mengirim Skorpios, seekor kepiting raksasa. Skorpios pun berhasil membunuh Orion. Para dewa lalu meletakkan Orion dan Skorpios di langit sebagai rasi bintang Orion dan Scorpio.

Centaur (PSF).jpg
Kentauros adalah seorang anak dari Ixion dan Nefele. Dia terlahir cacat dan tidak merasa nyaman tinggal bersama kaum manusia. Kentauros lebih suka hidup bersama kuda-kuda Magnesia di Gunung Pelion. Dia bahkan berhubungan seks dengan kuda-kuda betina di sana, dari hubungan itu terlahirlah para Kentaur, makhluk setengah manusia setengah kuda.
Dibandingkan manusia, Kentaur adalah ras yang agak kurang berperadaban dan hanya beberapa yang berteman dengan manusia. Kentaur sangat mudah menjadi mabuk dan bertindak gila bila mengonsumsi alkohol.

[sunting] Eurition

Erition adalah Kentaur yang memulai perang antara bangsa Kentaur dengan bangsa Lapith.
Pada pesta pernikahan Pirithos, raja bangsa Lapith, dengan Hippodamia, Euriton meminum anggur dan menjadi mabuk. Dia mencoba menculik Hippodamia sang pengantin wanita. Tindakannya ini diikuti oleh Kentaur-kentaur yang lain. Akibat perbuatannya, terjadilah Perang Kentaur.
Pada pertempuran itu, para Kentaur diusir dari daerah bangsa Lapith dan Eurition sendiri mati terbunuh.

[sunting] Nessos

Nessos adalah salah satu Kentaur yang terlibat dalam Perang Kentaur. Ketika para Kentaur kalah dan diusir, sebagian besar pergi ke Gunung Folos di Arkadia. Namun Nessos malah pergi ke barat menuju sungai Evenos. Di sana dia menjadi penyeberang bagi orang-orang yang hendak lewat.
Suatu hari Herakles dan istrinya Dianira datang ke sungai itu. Nessos menawarkan diri untuk menyeberangkan Dianira. Herakles setuju dan menyeberang terlebih dahulu. Namun ketika Nessos sudah memangku Dianira, Nessos malah mencoba memperkosa. Mendengar teriakan istrinya, Herakles langsung memanah Nessos dengan anak panah yang telah diolesi darah beracun Hidra.
Dalam keadaan sekarat, Nessos memberitahu Dianira bahwa darahnya ajaib, dan jika Herakles memakai pakaian yang telah dicelup dengan darahnya, maka Herakles tak akan pernah berpaling dari Dianira. Dianira percaya pada kata-kata Nessos. Suatu ketika Dianira khawatir bahwa Herakles mencintai perempuan lain, Dianira mengikuti saran Nessos dan memberi Herakles pakaian yang telah dicelup dengan darah Nessos. Padahal darah Nessos sudah tercampur dengan darah beracun Hidra sehingga Herakles mati terbakar setelah mengenakan pakaian itu.

[sunting] Folos

Folos adalah Kentaur yang yang ramah pada manusia, dia berteman baik dengan Herakles.
Folos tinggal di sebuah gua di gunung Folos, yang dinamai dari namanya, di Arkadia. Folos memiliki minuman anggur yang bisa membuat para Kentaur bertindak gila.
Suatu hari, Herakles datang berkunjung dalam rangka menjalankan tugas keempatnya. Untuk menjamu tamunya, Folos menyiapkan minuman anggur. Namun aroma anggur itu tercium oleh para Kentaur. Para Kentaur mulai mabuk dan menyerang gua tempat Herakles dan Folos berada. Herakles balas menyerang para Kentaur dengan panahnya yang telah diolesi darah beracun Hidra, sebagian mati dan sebagian kabur.
Folos lalu keluar dan merasa heran bagaimana sebuah panah bisa membunuh Kentaur. Secara tak sengaja Folos menjatuhkan sebuah panah pada kukunya, dia langsung mati seketika itu juga. Mayat Folos dikuburkan oleh Herakles.

[sunting] Khiron

Khiron adalah Kentaur yang paling terkenal. Khiron Berbeda dengan Kentaur-kentaur lainnya, mulai dari kelahiran sampai karakteristiknya.
Titan Kronos memperkosa Filiria dalam wujud seekor kuda jantan, dan dari hubungan itu Filira melahirkan Khiron, seorang Kentaur. Khiron terlahir sebagai Kentaur yang abadi.
Khiron merupakan Kentaur yang bijaksana dan ahli dalam pengobatan, astrologi, dan ramalan. Khiron bersahabat dengan banyak pahlawan, termasuk Herakles dan Peleus. Khiron bahkan merupakan guru bagi beberapa pahlawan, misalnya Iason dan Akhilles. Khiron mengajari para pahlawan itu cara berburu dan bertarung
Khiron juga mengajari ilmu pengobatan pada Asklepios, yang kelak menjadi dewa pengobatan, dan dua putranya. Selain itu, Khiron mengajari Aristaios, dewa pertanian. Khiron bahkan memberi nasehat ramalan pada Apollo, dewa ramalan.
Ketika Herakles sedang berkelahi dengan para Kentaur saat sedang menjalankan tugas keempatnya, secara tidak sengaja Herakles melukai Khiron dengan panah yang telah diolesi darah beracun Hidra. Khiron yang tak bisa mati akhirnya harus terus-menerus menderita rasa sakit yang amat sangat akibat racun itu.
Supaya terbebas dari rasa sakitnya, Khiron meminta para dewa melepaskan keabadiannya. Setelah tak lagi abadi, Khiron akhirnya mati akibat racun itu. Para dewa lalu menempatkan Khiron di langit sebagai rasi bintang Centaurus.

[sunting] Ikhthiokentaur

Ikhthiokentaur merupakan makhluk yang mirip dengan Kentaur namun memiliki beberapa perbedaan. Seperti Kentaur, Ikhthiokentaur memiliki tubuh bagian atas manusia dan bagian bawah kuda, tetapi Ikhthiokentaur memiliki ekor ikan, dan tanduk berbentuk capit lobster. Selain itu, Ikhthiokentaur tinggal di lautan bersama para dewa laut. Para Ikhthiokentaur bernama Bithos dan Afros. Mereka adalah saudari tiri Khiron dan sama-sama merupakan guru yang bijak.

Kuda-kuda ajaib biasanya merupakan tunggangan para dewa atau pahlawan. Beberapa kuda tersebut mampu berlari secepat angin, yang lainnya bisa terbang, dan ada juga yang bisa berbicara bahasa manusia.

[sunting] Pegasus

Pegasus (PSF).png
Pegasus adalah kuda putih bersayap yang tercipta dari darah Medusa setelah Perseus memenggal kepala Medusa.
Satu-satunya manusia yang bisa menunggangi Pegasus adalah Bellerofon. Bellerofon mampu menjinakkan Pegasus setelah memperoleh tali kekang emas dari Dewi Athena. Bellerofon menunggangi Pegasus dalam berbagai petualangannya, misalnya ketika membunuh Khimera, mengalahkan kaum Solimi, dan memerangi bangsa Amazon.
Suatu ketika Bellerofon mencoba menunggangi Pegasus untuk menuju Olimpus, kediaman para dewa. Para dewa menghukum Bellerofon dengan mengirim serangga untuk menyengat Pegasus sehingga Pegasus mengamuk dan menjatuhkan Bellerofon. Setelah itu Pegasus tinggal di kandang kuda di Olimpus dan berperan sebagai pembawa petir Zeus.

[sunting] Arion

Arion adalah anak dari Poseidon dan Demeter. Poseidon bernafsu dan mengejar saudarinya, Demeter, tidak lama setelah penculikan Persefone. Demeter mencoba bersembunyi dari saudaranya dengan cara berubah menjadi kuda betina dan bersembunyi di antara kuda-kuda lain di Arkadia. Namun Poseidon berhasil menemukannya. Poseidon berubah menjadi kuda jantan lalu memperkosa Demeter sampai Demeter melahirkan seekor kuda jantan bernama Arion dan seorang putri bernama Despoina.
Arion kemudian dipelihara oleh Onkios di Arkadia. Arion sangat lincah dan cepat dibandingkan kuda-kuda lainnya, Arion juga bisa berbicara bahasa manusia. Herakles mengambil Arion dan memberikannya pada Adrastos, raja Argos.
Dalam perang Tujuh Melawan Thebes, Arion ikut berperan dalam menyelamarkan nyawa Adrastos. Arion menjauhkan Adrastos dari medan pertempuran dan membawanya ke Athena.

[sunting] Xanthos dan Balios

Xanthos dan Balios adalah sepasang kuda abadi miliki Akhilles. Mereka adalah keturunan Zefiros dewa angin barat dan Podarge, salah seorang Harpi.
Xanthos dan Balios awalnya dimiliki oleh Peleus, ayah Akhilles. Peleus sendiri memperoleh kedua kuda itu sebagai hadiah pernikahan dari para dewa pada pesta pernikahannya dengan Thetis.
Ketika terjadi Perang Troya, Peleus memberikan beberapa alat tempur pada Akhilles, di antaranya adalah helm perang, baju perang, dan kereta perang beserta dua kuda penariknya: Xanthos dan Balios.
Xanthos dan Balios ikut menangisi kematian Patroklus, sahabat Akhilles. Hera memberi Xanthos dan Balios kemampuan untuk berbicara bahasa manusia.

[sunting] Kuda betina Diomedes

Diomedes, raja Thrakia, memiliki empat ekor kuda betina yang senang memakan daging manusia. Kuda-kuda ini liar dan tak terkendali.
Herakles diharuskan menangkap kuda-kuda ini dalam rangka menyelesaikan tugas kedelapannya. Herakles membawa beberapa pemuda dan mencuri kuda-kuda ini dari Diomedes. Ketika Herakles sedang bertarung dengan Diomedes, kuda-kuda itu memakan Abderos, salah seorang pemuda teman Herakles. Untuk membalasnya, Herakles membunuh Diomedes dan menyajikan dagingnya pada kuda-kudanya sendiri.
Bukefalos, kuda Alexander Agung dikatakan merupakan keturunan dari kuda-kuda ini

[sunting] Hippokampos

Hippokampos, Nordisk familjebok.png
Hippokampos adalah kuda yang hidup di lautan. Hippokampos memiliki kepala dan tubuh bagian depan kuda tapi bagian belakangnya adalah ekor ikan. Hippokampos juga memiliki sirip dan tubuhnya ditutupi sisik berwarna hijau. Orang Yunani kuno percaya bahwa Hippokampos merupakan bentuk dewasa dari kuda laut. Poseidon menggunakan dua atau empat Hippokampos untuk menarik keretanya menyeberangi lautan. Hippokampos juga merupakan tunggangan para dewa laut dan para Nereid.

[sunting] Griffin

Griffin adalah makhluk dengan badan singa dan kepala serta sayap elang. Griffin berasal dari dataran Hiperborea.
Sekawanan Griffin di pegunungan Rhipaia menjaga timbunan emas dari para Arimaspos, kaum bermata satu yang hendak mencuri emas itu. Para Arimaspos menunggangi kuda dan berusaha mengambil emas namun usaha mereka selalu digagalkan oleh para Griffin, yang selalu berhasil menyerang balik para Arimaspos.

[sunting] Nimfa

Nimfa adalah dewi minor atau makhluk yang dekat dengan alam. Nimfa tinggal di gunung, hutan, sungai, dan laut. Jenis nimfa dibedakan berdasarkan habitatnya. Nimfa gunung disebut Oread. Nimfa sungai dan danau disebut Naiad. Nimfa pohon adalah Driad, Hamadriad, Alseid, dan Meliai. Nimfa laut adalah Nereid. Sementara Okeanid tidak memiliki atribut khusus.
Nimfa terkadang disembah bersama dewa atau pahlawan di kuil atau tempat suci, meskipun pemujaan nimfa biasanya dilakukan di gua. Nimfa biasanya merupakan pembantu atau pendamping para dewi. Dewi Artemis adalah dewi yang disertai oleh banyak nimfa, para nimfa itu menyertainya dalam berburu. Sebagian besar nimfa hanya memiliki satu orang tua dewa, hanya sedikit nimfa yang kedua orang tuanya adalah dewa. Nimfa adalah makhluk yang cantik sehingga sering dicintai oleh para dewa dan manusia. Beberapa melakukan hubungan seksual dengan dewa atau manusia. Peran nimfa cukup penting karena banyak nimfa yang melahirkan pahlawan.
Kata "nimfa" kini diserap menjadi istilah "nimfomania", yang bermakna seorang perempuan dengan nafsu seksual yang tinggi.

[sunting] Phoenix

Phoenix adalah burung yang mampu menyemburkan api. Bulunya berwarna emas dan tubuhnya mengeluarkan cahaya terang. Burung ini mampu hidup selama ratusan tahun. Ketika sudah tua, Phoenix akan membuat api unggun dan melompat ke api unggun tersebut. Ketika apinya padam, Phoenix akan terlahir kembali sebagai burung muda. Orang Yunani kuno percaya bahwa Phoenix bersal dari Mesir.

[sunting] Satir

Satir adalah makhluk penghuni hutan yang termasuk dalam rombongan Dionisos. Pada awalnya, Satir digambarkan sebagai manusia berjenggot dengan ekor kuda, telinga runcing, hidung pesek, dan alat kelamin yang sedang ereksi. Pada perkembangan selanjutnya, Satir digambarkan sebagai manusia dengan tubuh bagian bahwa kambing dan memiliki tanduk.
Satir senang bernyanyi, menari, dan mabuk-mabukan bersama para mainad, perempuan dalam rombongan Dionisos. Pemimpin para Satir bernama Silenos. Pan, dewa gembala, merupakan salah satu Satir yang terkenal.

[sunting] Triton

Triton adalah putra dari Poseidon dan Amfitrit, dewi laut. Tubuh bagian atasnya adalah manusia dan tubuh bagian bawahnya adalah ekor ikan dengan sisik berwarna hijau. Di bahunya terkadang terpasang kerang laut. Triton tinggal bersama ayahnya di istana bawah laut.
Triton membawa terompet berbentuk keong yang dia tiup untuk menenangkan atau membuat ombak. Suara terompet tersebut mampu membuat raksasa ketakutan.
Triton juga adalah dewa danau Tritonis di Libia. Ketika para Argonaut terjebak di gurun pasir, Triton menunjukkan jalan dari danau Tritonis ke laut.

[sunting] Mirmidon

Transformasi Mirmidon.jpg
Hera mengirim wabah ke pulau Aigina sehingga hampir semua penduduknya mati. Hanya raja Aiakos dan ibunya yang selamat. Aiakos melihat bahwa semut-semut yang berada di pohon tidak terkena dampak wabah dan mampu bertahan hidup. Aiakos lalu berdoa supaya kotanya dipenuhi lagi oleh penduduk sebanyak semut-semut itu.
Zeus menjawab doa Aiakos dengan mengubah semut-semut di pohon itu menjadi manusia, yang disebut kaum Mirmidon. Para Mirmidon adalah orang-orang yang patuh sekaligus pasukan tempur yang tangguh.
Pasukan Mirmidon sangat pemberani, setia, ahli dalam bertempur, dapat melakukan tugas tanpa bayak protes, dan tak kenal ampun. Pasukan Mirmidon sangat cocok untuk pertempuran darat, karena seperti layaknya semut, mereka juga giat dan pantang menyerah.
Ketika Aiakos mengucilkan kedua putranya. Peleus dan Telamon, karena membunuh saudara tiri mereka, sekumpulan Mirmidon mengikuti Peleus ke Thessali.
Pasukan Mirmidon juga ikut terlibat dalam Perang Troya. Dalam perang itu, mereka dipimpin oleh Akhilles. Mereka mengenakan baju perang dan perisai berwarna hitam. Seusai perang, Neoptolemos, putra Akhilles, memimpin pasukan Mirmidon pulang.

[sunting] Spartoi

Kadmos dan Spartoi.jpeg
Spartoi adalah sekumpulan prajurit bersenjata lengkap yang lahir dari gigi naga yang ditanam dalam tanah. Satu-satunya cara untuk mengalahkan mereka adalah dengan melempar batu ke tengah-tengah mereka. Yang pernah menghadapi para Spartoi adalah Kadmos dan Iason.
Kadmos membunuh seekor naga yang menjaga sebuah mata air. Dewi Athena lalu menyuruh Kadmos untuk menanam gigi naga tersebut di dalam tanah. Setelah ditanam, gigi naga itu tumbuh menjadi para Spartoi. Kadmos mendapat petunjuk lagi dari Athena dan melempar sebuah batu pada para Spartoi sehingga mereka saling bertarung demi batu itu hingga hanya lima Spartoi yang tersisa.
Para Spartoi yang tersisa bernama Ekhion, Khthonios, Hiperinor, Pelorus dan Udaios. Mereka membantu Kadmos dalam mendirikan kota Thebes, mereka juga menikahi putri-putri Kadmos. Ekhion menikahi Agave, dan menjadi ayah dari Pentheus. Khthonios menjadi ayah Niktius dan Likos, keduanya menjadi pemimpin Thebes setelah kematian Pentheus. Sementara Udaios menjadi leluhur dari Tiresias
Iason, pemimpin para Argonaut, juga pernah berhadapan dengan para Spartoi. Aietes menyuruh Yason menanam gigi Naga Kolkhis. Gigi itu tumbuh menjadi para Spartoi. Yason melempar batu pada mereka dan mereka pun langsung bertarung. Kali ini tak ada Spartoi yang selamat.

[sunting] Raja kelahiran bumi

Kekrops.png
Beberapa raja terlahir dari bumi dan berwujud setengah manusia setengah ular. Di antaranya adalah Kekrops dan Erikthonios yang pernah memerintah kota Athena
Kekrops adalah adalah pendiri dan raja pertama Athena. Pada masa pemerintahannya, dewi Athena menjadi pelindung kota Athena. Kekrops juga yang mendirikan Akropilis dan pemujaan pada dewi Athena.
Raja lainnya yang lahir dari bumi adalah Erikthonios. Dia lahir dari bumi yang dibuahi oleh sperma Hefaistos. Erikthonios dibesarkan oleh Athena sebelum kemudian menjadi raja di Athena.

[sunting] Gorgon

Gorgon.gif
Gorgon adalah tiga makhluk perempuan yang berambut ular dan bersayap. Pandangan mata mereka mampu mengubah makhluk apapun menjadi batu. ketiga Gorgon itu adalah Stheno, Euriale, dan Medusa. Stheno dan Euriale abadi sedangkan Medusa tidak. Para Gorgon tinggal Sarpedon, sebuah pulau berbatu. Stheno adalah Gorgon yang paling buas dan ganas sementara Euriale memiliki tangisan yang menakutkan.
Medusa sendiri pada awalnya adalah seorang perawan cantik dan merupakan pendeta wanita di kuil milik Athena. Namun suatu ketika ia diperkosa oleh Poseidon di dalam kuil Athena. Hal ini membuat Athena marah, maka sang dewi pun mengubah rambut Medusa menjadi ular dan mengutuk Medusa sehingga siapapun yang melihat matanya, akan menjadi batu.
Medusa dibunuh oleh Perseus atas perintah Raja Polidektes dari Serifos yang meminta kepala Medusa sebagai hadiah. Dengan bantuan dari Athena dan Hermes, yang memberinya sandal bersayap, Helm gaib, pedang, dan perisai cermin, Perseus berhasil melaksanakan tugasnya. Perseus membunuh Medusa dengan cara melihat bayangan Medusa di cermin agar Medusa tidak mengubahnya jadi batu lalu Perseus memenggal kepala Medusa. Kemudian dua makhluk keluar dari tubuh Medusa: Pegasus dan Khrisaor. Ketika Perseus terbang di atas Libya, sebagian darah Medusa menetes di gurun dan berubah menajdi ular berbisa.
Setelah Perseus menyelesaikan tugasnya dan membalas perbuatan Polidektes dengan mengubahnya menjadi batu, sang pahlawan menyerahkan kepala Medusa kepada Athena untuk kemudian dipasang pada Aegis.

[sunting] Harpi

Harpi.PNG
Harpi adalah makhluk yang berwujud setengah wanita dan setengah burung. Harpi adalah anak dari Thaumas dan Okeanid Elektra dan merupakan saudari dewi Iris.
Harpi adalah makhluk yang jahat dan kejam. Harpi menculik orang-orang dan mengambil benda-benda. Para Harpi tinggal di Strofades.
Sepasang Harpi ditugaskan oleh Zeus untuk terus mengambil makanan dari jangkauan Fineas sehingga Fineas tak tak pernah mampu menuntaskan rasa laparnya. Suatu hari para Argonaut tiba di tempat Fineas. Dua orang Argonaut (Zetes dan Kalais), yang juga bisa terbang, berusaha mengejar para Harpi itu. Usaha mereka dihentikan oleh Iris yang berjanji bahwa para Harpi tak akan lagi mengganggu Fineas.

[sunting] Hidra

Hidra adalah monster berkepala sembilan yang merupakan anak dari Tifon dan Ekhidna.Satu dari sembilan kepala Hidra adalah abadi, sedangkan delapan kepala lainnya akan menumbuhkan dua kepala baru jika dipotong. Hidra tingga di rawa Lerna bersama seekor kepiting raksasa.
Tugas kedua Herakles adalah membunuh Hidra. Herakles menghadapi Hidra dengan dibantu oleh keponakannya, Iolaus. Herakles memotong kepala Hidra namun selalu tumbuh lagi. Dia lalu menyuruh Iolaus untuk membakar leher Hidra yang kepalanya telah terpotong. Dengan cara itu kepala Hidra tidak tumbuh lagi sehingga Herakles bisa mengalahkan Hidra. Herakles lalu mengubur kepala abadi Hidra di bawah sebuah batu besar dan mencelupkan panahnya pada darah Hidra sehingga panahnya kini mematikan.
Hidra sendiri kemudian ditempatkan di langit sebagai rasi bintang Hydra.

[sunting] Khimaira

2o0px
Khimaira adalah monster yang memiliki badan dan kepala singa, ekornya berupa ular, dan ada kepala kambing di punggungnya. Khimaira merupakan anak Tifon dan Ekhidna. Makhluk ini hidup di daerah Likia.
Bellerofon ditugaskan untuk membunuh Khimaira. Dia menghadapi Khimaira dengan menunggangi Pegasus. Khimera akhirnya menemui ajalnya setelah Bellerofon menyumbat mulutnya dengan tombak berujung timah, yang mencair karena semburan api Khimaira dan menyumbat pernafasannya.

[sunting] Kerberos

Kerberos.jpg
Kerberos adalah anjing peliharaan Hades yang menjaga gerbang dunia bawah. Kerberos merupakan anak Tifon dan Ekhidna. Kerberos memiliki tiga kepala dan ekor ular.
Kerberos bertuga menjaga supaya arwah tidak keluar dari dunia bawah sekaligus menjaga orang hidup supaya tidak memasuki dunia bawah, walaupun ada beberapa pengecualian.
Tugas kedua belas Herakles adalah menangkap Kerberos. Herakles mendatangi Hades dan meminta izin menangkap Kerberos. Hades mengizinkan asalkan Herakles tidak menggunakan senjata. Pada akhirnya Herakles berhasil membawa Kerberos pada Euristheus, yang ketakutan dan menyuruh Herakles membawa pergi Kerberos. Herakles lalu mengembalikan Kerberos ke dunia bawah.
Kerberos pernah membiarkan beberapa orang hidup memasuki dunia bawah, di antaranya adalah Theseus dan Pirithos, Orfeus, dan Piskhe. Orfeus menggunakan musiknya untuk menjinakkan Kerberos sedangkan Psikhe bisa lewat memberi kue manis pada Kerberos.

[sunting] Minotaur

Theseus und Minotauros MKL1888.png
Pasifae, istri raja Minos, jatuh cinta pada Banteng Kreta. Pasifae lalu menyuruh Daidalos untuk membuatkannya sebuah tiruan banteng betina. Pasifae masuk ke dalam replika itu dan bercinta dengan sang banteng. Akibat dari hubungan itu, Pasifae melahirkan Minotaur, makhluk bertubuh manusia dan berkepala banteng.
Minotaur adalah makhluk yang mengerikan dan senang memakan manusia. Untuk mengamankannya, Minos mengurungnya dalam labirin buatan Daidalos.
Suatu ketika, Minos memimpin Kreta mengalahkan kota Athena sehingga Athena setiap tahun harus mengirim tujuh pemuda dan tujuh perawan untuk dijadikan sebagai makanan Minotaur. Thesus, pahlawan Athena, menyamar menjadi salah satu korban dan pergi ke Kreta. Di sana, Putri Ariadne jatuh cinta pada Theseus dan membantunya dengan memberinya sebilah pedang serta segulung benang. Thesus memasuki labirin dan mengulur gulungan benangnya. Theseus menjelajahi labirin dan akhirnya bertemu dengan Minotaur. Mereka kemudian berkelahi. Minotaur, yang ternyata sangat kuat, sempat menyulitkan Theseus namun dengan pedangnya, Theseus akhirnya berhasil membunuh Minotaur. Theseus lalu menggunakan benangnya untuk menelusuri kembali jejaknya supaya bisa keluar dari dalam labirin yang rumit.

[sunting] Orthos

Orthus adalah anjing berkepala dua yang merupakan saudara Kerberos. Orthos dipelihara oleh raksasa berbadan tiga, Gerion. Ketika Herakles datang ke tempat Gerion untuk mengambil ternaknya, Herakles terlebih dulu membunuh Orthos dengan panah sebelum akhirnya membunuh Gerion.

[sunting] Sphinx

Sfinks.png
Sphinx adalah makhluk dengan kepala perempuan, badan singa, sayap elang, dan ekor ular. Sphinx dikirim oleh para dewa untuk meneror kota Thebes akibat melakukan beberapa kejahatan.
Di jalan menuju Thebes, Sphinx mengajukan pertanyaan pada orang yang lewat. Jika jawabannya salah maka Sphinx akan memakan orang itu. Suatu hari Oidipus pergi ke Thebes dan bertemu dengan Sphinx. Oidipus berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Sphinx. Akhirnya Sphinx menjatuhkan diri dari tebing dan mati.

[sunting] Tifon

Tifon adalah monster raksasa setengah manusia setengah naga. Tifon merupakan anak dari Gaia dan Tartaros. Dari kepala sampai ke pinggang, Tifon berwujud manusia, sedangkan kedua kakinya adalah dua ekor ular raksasa berbisa. Tifon sangat besar, tinggi, dan memiliki sayap. Jari-jarinya adalah ratusan ular berbisa. Tifon juga bisa menyemburkan api.
Tifon bersetubuh dengan Ekhidna dan menjadi ayah dari berbagai monster mengerikan. Tifon bertarung dengan Zeus dan dikalahkan. Zeus kemudian mengurungnya di bawah Gunung Etna.
Informasi lebih lanjut mengenai Tifon, lihat Tifon yang Mengerikan

[sunting] Ekhidna

S-echidna-beg.jpg
Ekhidna adalah wanita naga, kepala dan tubuh bagian atasnya berwujud perempuan tetapi kakinya adalah ular raksasa. Ekhidna juga memiliki sayap. Ekhidna adalah anak dari Gaia dan Tartaros.
Ekhidna bersetubuh dengan Tifon dan melahirkan berbagai monster mengerikan, di antaranya adalah Singa Nemea, Khimera, Hidra, Kerberos, Orthos, Elang Kaukasia, dan Babi Kromios. Karena itu Ekhidna dijuluki sebagai "Ibu Para Monster".
Ekhidna bersama suaminya Tifon pernah menyerang para dewa Olimpus. Namun tak seperti Tifon yang dikurung, Ekhidna dibiarkan hidup oleh Zeus sebagai ujian untuk para pahlawan.
Ekhidna adalah monster yang awet muda namun tidak abadi. Ekhidna mati dibunuh oleh raksasa bermata seratus, Argus Panoptes.

[sunting] Kampe

Kampe adalah monster wanita naga yang mengerikan. Dari kepala sampai ke pinggang tubuhnya adalah perempuan, sementara dari pinggang ke bawah dia berwujud naga dengan ribuan ular berbisa di kakinya. Tidak hanya itu, Kampe juga memiliki berbagai kepala hewan buas yang menempel di pinggangnya, sedangkan ekor Kampe adalah ekor kalajengking yang beracun. Selain itu, Kampe juga bersayap.
Kronos menugaskan Kampe untuk menjaga para Kiklops dan Hekatonkhire yang dikurung di Tartaros.
Pada Titanomakhia, Zeus masuk ke Tartaros dan berusaha membebaskan para Kiklops dan Hekatonkhire tetapi Zeus dihalangi oleh Kampe. Zeus pun bertarung dengan Kampe. Setelah membunuh Kampe, Zeus langsung membebaskan para Kiklops dan Hekatonkhire.

[sunting] Ladon

Ladon.jpg
Ladon adalah naga yang ditugaskan oleh Hera untuk menjaga pohon apel emas di taman Hesperides. Ladon memiliki seratus kepala, masing-masing kepala berbicara dengan suara yang berbeda. Ladon merupakan anak dari Ekhidna dan Tifon.
Tugas kesebelas Herakles adalah mengambil apel emas Hesperides. Herkles mendatangi taman Hesperides. Di sana, Herakles dihadang oleh Ladon yang tubuhnya membelit erat pohon apel emas. Herakles lalu membunuh Ladon dan mengambil apel emas itu.
Setelah mati, Ladon ditempatkan di angkasa sebagai rasi bintang Draco.

[sunting] Delfin

Delfin adalah makhluk dengan tubuh bagian atas perempuan dan bagian bawahnya naga.
Setelah monster Tifon berhasil memotong urat Zeus, Tifon mengurungnya di sebuah gua dan menyuruh Delfin untuk menjaga Zeus supaya tidak kabur. Namun Hermes berhasil menyelinap ke dalam gua itu dan memberikan kembali urat Zeus. Mereka lalu kebaur tanpa diketahui oleh Delfin.
Delfin mati dibunuh oleh Apollo. Karena berhasil membunuh Delfin, Apollo mendapat gelar Delfinos.

[sunting] Pithon

Apollo dan Pithon.jpg
Pithon adalah naga raksasa yang terlahir dari lumpur yang membusuk akibat dari banjir bandang. Pithon ditugaskan oleh Gaia untuk menjaga Orakel Delfi.
Ketika Leto selesai melahirkan Artemis dan Apollo, Hera mengutus Pithon untuk menyerang Leto. Apollo yang baru lahir langsung melindung ibunya dan melawan Pithon. Apollo memburu Pithon sampai ke Orakel Delfi. Di sana, Apollo berhasil membunuh Pithon dengan panahnya. Apollo pun akhirnya mengambil alih Orakel Delfi. Jasad Pithon sendiri oleh Apollo dikubur di bawah Omfalos.
Untuk mengenang pertarungannya denagn Pithon, Apollo menamai peramalnya di Orakel Delfi dengan nama Pithia. Selain itu, Apollo juga menyelenggarakan Pesta Olahraga Pithia.

[sunting] Naga Kolkhis

Naga Kolkhis adalah naga raksasa yang menjaga bulu domba emas di hutan suci Ares di Kolkhis. Naga Kolkhis selalu waspada dalam penjagaannya dan tak pernah tertidur. Naga ini merupakan anak dari Tifon dan Ekhidna.
Suatu ketika, para Argonaut tiba di Kolkhis untuk mengambil bulu domba emas. Namun usaha mereka dihadang oleh naga Kolkhis yang buas. Midea, seorang penyihir yang jatuh cinta pada pemimpin Argonaut, kemudian menidurkan naga itu dengan sihirnya
Gigi naga itu lalu diambil oleh Aietes raja Kolkhis. Aietes memberi beberapa tugas pada Iason, salah satunya adalah menanam gigi naga Kolkhis di ladang dan Iason harus melakukannya dengan bajak yang ditarik oleh lembu bernafas api. Setelah Iason selesai menanamnya dalam tanah, gigi naga itu tumbuh dan berubah menjadi Spartoi, yaitu sekumpulan prajurit bersenjata.
Informasi lebih lanjut mengenai petualangan Iason di Kolkhis, lihat Tugas di Kolkhis

[sunting] Naga Ismene

Naga Ismene adalah naga raksasa yang menjaga mata air suci Ismene. Naga itu adalah anak dewa Ares.
Ketika Kadmos dan anak buahnya hendak mengambil air di mata air itu. Naga Ismene menyerang mereka dan memakan semua anak buah Kadmos. Kadmos lalu membunuh naga itu dengan sebuah batu. Dewi Athena muncul dan menyuruh Kadmos untuk menanam gigi naga itu di tanah. Kadmos melakukan perintah Athena dan dari dalam tanah, gigi itu tumbuh menjadi sekumpulan Spartoi, lima di antaranya kelak membantu Kadmos dalam mendirikan kota Thebes.

[sunting] Hekatonkhire

Hekatonkhires.jpg
Hekatonkhire adalah tiga orang raksasa anak dari Gaia dan Uranus. Mereka masing-masing memiliki seratus tangan dan lima puluh kepala, Para Hekatonkhire antara lain Briarios, Kottos, dan Gies.
Karena penampilan mereka yang mengerikan, Uranus mengurung mereka di Tartaros bersama para Kiklops. Setelah Kronos menggantikan Uranus, para Hekatonkhire masih tetap dikurung dan tidak dibebaskan. Akhirnya mereka diebebaskan oleh Zeus yang membutuhkan bantuan dalam Titanomakhia.
Sebagai balasannya, para Hekatonkhire membantu Zeus dalam mengalahkan para Titan. Mereka melempari Titan dengan batu-batu besar.
Setelah perang, para Hekatonkhire ditugaskan oleh Zeus untuk menjaga para Titan yang dikurung di Tartaros. Briarios juga menikahi putri Poseidon, Kimopolia.

[sunting] Kiklops

Kiklops adalah raksasa yang bermata satu. Awalnya hanya ada tiga Kiklops yang merupakan anak Uranus dan Gaia, mereka adalah Arges, Brontes dan Steropes. Bersama para hekatonkhires, mereka dikurung oleh Uranus di Tartaros.
Setelah dibebaskan oleh Zeus, para Kiklops membuat berbagai senjata hebat untuk para dewa. Mereka membuat petir untuk Zeus, trisula untuk Poseidon, dan helm kegelapan untuk Hades. Berkat bantuan mereka, para dewa Olimpus bisa memenangkan Titanomakhia.
Seusai Titanomakhia, para Kiklops bekerja di bengkel Hefaistos di pualu Lemnos. Di sana mereka menciptakan berbagai alat canggih.
Salah seorang Kiklops dibunuh oleh Apollo untuk membalas dendam pada Zeus yang telah membunuh Asklepios, anak Apollo. Zeus lalu menghukum Apollo untuk mengabdi pada seorang manusia bernama Admetos.

[sunting] Polifemos

Cyclop01.jpg
Ada juga generasi Kiklops yang lebih muda, mereka kurang berperadaban dibandingkan Kiklops generasi pertama, selain itu mereka juga memusuhi manusia dan menjadi gembala bukan pandai besi. Mereka kebanyakan tinggal di Pulau Sisilia. Yang paling terkenal di antara mereka adalah Polifemos. Dia adalah putra Posiedon dan dewi Thoosa.
Polifemos awalnya adalah Kiklops yang baik dan ramah ketika masih muda. Polifemos pernah mencintai seorang dewi bernama Galatia. Namun Suatu hari Polifemos memergoki Galatia sedang bercinta dengan Akis. Polifemos sangat marah dan langsung membunuh Akis dengan batu besar. Sejak insiden itu, Polifemos menajdi Kiklops yang jahat. Apalagi menurut ramalan, mata Polifemos akan dibutakan oleh seorang manusia, sehingga Polifemos akan memakan manusia yang memasuki pulaunya.
Odisseus dan anak buahnya pernah mendatangi pualu Polifemos. Enam anak buah Odisseus dimakan oleh Polifemos namun Odisseus berhasil membutakan Polifemos dengan menusuk matanya dengan kayu besar. Pada akhirnya Odisseus berhasil kabur namun Polifemos telah terlebih dulu berdoa pada ayahnya, Poseidon, untuk menghukum Odisseus. Akibatnya Odisseus harus berkelana di lautan selama bertahun-tahun sebelum bisa pulang ke rumah.
Dalam upaya menyelamatkan diri dari Troya, Ainias dan para awak kapalnya berlabuh di pulau Polifemos. Di sana Ainias bertemu dengan Akhaimenid, anak buah Odisseus yang tertinggal di pulau itu. berkat peringatan darinya, Ainias langsung kabur dari pulau itu sebelum sempat diserang oleh Polifemos.

[sunting] Gigant

Gigant sedang melempar batu.PNG
Ketika Kronos memotong alat kelamin Uranus, sebagian darah Uranus terciprat ke bumi dan lahirlah para Gigant. Gigant adalah raksasa yang memiliki kaki atau ekor ular. Para Gigant tinggal di Flegra. Alkionios dan Porfirion adalah yang terkuat di antara mereka.
Suatu hari, Gaia menyuruh para Gigant untuk bangkit melawan para dewa Olimpus, maka terjadilah Gigantomakhia, yakni perang antara para Gigant melawan dewa Olimpus.
Menurut ramalan, para dewa Olimpus tak akan menang tanpa bantuan seorang manusia. Para dewa harus menunggu selama berabad-abad sebelum menemukan manusia yang cocok untuk membantu menghadapi para Gigant, dan manusia yang terpilih adalah Herakles. Untuk mencegah para Gigant menyerang sebelum Herakles lahir, para dewa membuat matahari tidak terbit di Flegra.
Pada akhirnya dewa Olimpus menang dan semua Gigant dikurung atau dibunuh.

[sunting] Otos dan Efialtes

Gustave Doré - Dante Alighieri - Inferno - Plate 65 (Canto XXXI - The Titans).jpg
Otos dan Efialtes adalah dua raksasa kembar yang merupakan anak Poseidon dan Ifimedeia. Mereka disebut sebagai raksasa Aloadai.
Mereka sangat kuat sampai-sampai tak ada dewa yang bisa melukai mereka. Suatu malam, ketika mereka sedang tidur, Gaia membisikkan sesuatu pada mereka. Gaia memberitahu mereka bahwa merekalah yang seharusnya berkuasa di Olimpus. Sejak itu, Mereka berusaha menyerang Olimpus dengan cara menumpuk-numpuk gunung sampai setinggi Gunung Olimpus, lalu menyuruh para dewa untuk menyerah. Mereka juga meminta Artemis dan Hera menjadi istri mereka. Para dewa melawan tapi tak dapat mengalahkan mereka. Para Aoladai bahkan mampu menangkap Ares dan mengurungnya dalam kendi selama tiga belas bulan. Artemis lalu berubah wujud menjadi seekor rusa dan berlari di antara para Aloadai. Mereka saling melempar tombak yang kemudian mengenai badan masing-masing dan akhirnya saling membunuh.

[sunting] Orion

Orion myth.jpg
Orion adalah seorang raksasa tampan anak dari Poseidon dan Euriale. Ia memiliki kemampuan berjalan di atas air karena ayahnya adalah dewa lautan.
Orion pernah bekerja pada Raja Oinopion namun kemudian diusir dan dibutakan setelah memperkosa putrinya, Merope. Orion lalu memohon pertolongan Hefaistos yang kemudian meminjamkan asistennya, Keudalion untuk membawa Orion menemui Helios yang bisa mengembalikan penglihatannya. Orion kemudian beristirahat di Pulau Delos dan menjadi teman akrab sekaligus pengikut yang paling disukai oleh Artemis.
Setelah kematiannya, Orion ditempatkan di angkasa sebagai rasi bintang Orion. Ada banyak versi mengenai kematiannya tapi yang paling umum adalah bahwa Orion dibunuh oleh Kalajengking raksasa.

[sunting] Argus Panoptes

Hermes dan Argus.jpg
Argus Panoptes adalah raksasa yang memiliki seratus mata yang tinggal di Argolis. Argus selalu waspada, bahkan ketika sedang tidur, beberapa matanya tetap terbuka. Argus adalah raksasa yang berhasil membunuh Ekhidna
Suatu hari, Zeus mengubah Io menjadi sapi untuk menutupi perselingkuhannya dengan Io. Namun Hera tetap curiga dan menugaskan Argus untuk menjaga sapi itu. Untuk membebaskan Io, Zeus pun mengirim Hermes. Hermes menyamar sebagai gembala dan menidurkan Argus dengan lantunan musiknya sebelum akhirnya Hermes membunuh Argus dengan pedangnya. Karena membunuh Argus, Hermes mendapat julukan Argeiphontes.
Setelah Argus mati, Hera mengambil semua mata Argus dan memasangnya di ekor burung kesayangannya, merak.

[sunting] Khrisaor

Khrisaor adalah raksasa yang lahir dari darah Medusa setelah Perseus memenggal kepala Medusa. Khrisaor merupakan saudara Pegasus, yang juga lahir dari darah Medusa. Khrisaor menikahi Kallirhoe dan menjadi ayah dari Gerion.

[sunting] Gerion

Geryon.jpg
Gerion adalah raksasa yang tinggal di pulau Erithia. Tubuh Gerion merupakan gabungan dari tiga tubuh, jadi Gerion memiliki tiga kepala serta tiga pasang tangan dan kaki. Gerion memiliki segerombolan ternak serta anjing berkepala dua, Orthos.
Herakles diharuskan untuk mengambil ternak Gerion sebagai salah satu tugasnya. Herakles pun mendatangi tempat Gerion. Sebelum membunuh Gerion, Herakles terlebih dahulu membunuh anjingnya, Orthos, dengan satu pukulan. Gerion lalu melawan Herakles dengan mengenakan tiga tombak, tiga perisai, dan tiga helm. Gerion mengejar Herakles sampai ke Sungai Anthemus sebelum akhirnya Herakles berhasil membunuh Gerion dengan menggunakan panah yang telah diolesi darah beracun Hidra. Setelah membunuh Gerion. Herakles membawa ternak Gerion pada Euristheus.

[sunting] Kakos

Kakos adalah raksasa putra dari Hefaistos. Kakos mampu menyemburkan api.
Setelah mengambil ternak Gerion, Herakles berhenti di dekat sebuah gua dan tertidur. Ternyata gua itu adalah sarang Kakos. Ketika Herakles sedang tertidur, Kakos keluar dan mengambil ternak itu lalu membawanya ke dalam guanya, Kakos lalu menutup gua dengan sebuah batu besar. Ketika Herakles terbangun, dia menyadari bahwa ternaknya hilang. Herakles awalnya mengalami kesulitan dalam mencari ternak itu samai akhirnya Herakles mendengar suara ternak dari dalam sebuah gua. Seketika itu juga Herakles langsung tahu bahwa ternak itu telah dicuri.
Herakles yang marah lalu menghancurkan batu besar di pintu gua dan masuk ke dalamnya. Di dalam gua, Herakles bertarung dengan Kakos dan membunuh sang raksasa.

[sunting] Antaios

Herakles och Antaios, Nordisk familjebok.png
Antaios adalah raksasa pegulat dan merupakan putra Gaia dan Poseidon. Antaios tinggal di Libya, dia suka menantang gulat pada engelana yang lewat.
Antaios sering membiarkan lawannya membantingnya ke tanah. Setelah itu Antaios akan bangkit, lalu dia langsung membunuh lawannya. Itu disebabkan karena Antaios adalah putra Gaia (bumi), maka dia tidak terkalahkan dan bahkan semakin kuat jika melakukan kontak dengan tanah.
Ketika Herakles lewat di Libya untuk mengambil apel Hesperides, Antaios pun menantang sang pahalwan bergulat.
Dalam duel itu, Herakles berhasil membanting Antaios ke tanah sebanyak tiga kali, dan setiap kali dibanting, Antaos selalu bangkit dan menjadi lebih kuat.
Maka Herakles memikirkan cara lain untuk mengalahkan Antaios. Herakles lalu mengangkat Antaios sehingga Antaios tak menyentuh tanah. Antaios pun menjadi lemah. Pada saat itulah Herakles langsung menghabisi Antaios.

[sunting] Gegenes

Gegenes.jpg
Gegenes adalah kaum raksasa yang lahir dari bumi dan memiliki enam tangan. Gegenes tinggal di Gunung Beruang di Pulau Misia.
Iason dan para Argonaut berlabuh di dekat Gunung Beruang untuk mengisi perbekalan. Sementara kebanyakan Argonaut pergi mencari makanan, para Gegenes melihat bahwa kapal Argo hanya dijaga sedikit orang, maka mereka pun menyerang kapal Argo. Namun ternyata di antara sedikit orang itu ada Herakles. Dalam bentrokan itu, Herakles berhasil membunuh banyak Gegenes dengan pemukul dan panahnya. Ketika para Argonaut kembali ke kapal, Gegenes yang tersisa habis terbunuh atau langsung kabur.

[sunting] Talos

Talos adalah raksasa yang tubuhnya terbuat dari perunggu. Talos memiliki sebuah pembuluh yang tersambung dari leher sampai ke kakinya. Di pembuluh itu mengalir timbal hitam yang merupakan darah Talos. Pembuluh itu disumbat dengan sebuah paku di kakinya.
Talos diciptakan oleh Hefaistos dan diberikan oleh Zeus untuk melindungi Europa, kekasih Zeus di Kreta. Talos setiap hari selalu mengelilingi pulau Kreta tiga kali. Dia akan melemparkan batu besar kepada kapal yang mendekati Kreta. Ketika para Argonaut berlabuh di Kreta, Talos juga melemparkan batu-batu besar pada mereka. Para Argonaut panik dan langsung menjauh hingga di luar jarak lempar Talos.
Medeia lalu menyihir Talos sampai sang raksasa jadi mengamuk sendiri. Talos yang mengamuk akhirnya tanpa sengaja tersandung batu tajam dan paku yang menyegel pembuluh darahnya terlepas. Maka keluarlah cairan hitam dari mata kakinya terus-menerus. Talos akhirnya mati karena kehabisan darah
Informasi lebih lanjut mengenai kisah Talos dan para Argonaut, lihat Raksasa di Kreta

[sunting] Laistrigones

Laestrygons.png
Laistrigones adalah para raksasa kanibal yang tinggal di kota Telepilos. Kota itu memiliki pelabuhan yang bagus, dengan batu karang mengelilingi pelabuhan dan hanya ada celah sempit untuk satu atau dua kapal lewat,
Raja para Laistrigones adalah Antifates. Antifates dan istrinya berukuran sangat besar, namun putri mereka berukuran normal, sehingga anak buah Odisseus sangat terkejut ketika bertemu orang tua gadis itu.
Ketika sebelas kapal Odisseus memasuki leabuhan Telepilos, para Laistrigones menyerang mereka dan menghancurkan kapal-kapal Odisseus. Para raksasa melempari kapal-kapal Odisseus dengan batu besar, mereka juga menggunakan tombak panjang untuk menusuk manusia sebelum akhirnya memakannya.

[sunting] Ketos

Ketos adalah monster laut raksasa dengan gigi-gigi yang tajam. Para Nereid sering menunggangi makhluk ini untuk melintasi lautan. Ada dua Ketos yang terkenal, yang satu adalah Ketos Ethiopa, dan satu lagi adalah Ketos Troya.
Ketos Ethiopia adalah monster yang dikirim Poseidon untuk memakan Andromeda, karena ratu Kassiopia, ibu Andromeda, menyombongan kecantikan putrinya melebihi putri-putri Poseidon. Atas kelancangannya itu, Poseidon menyuruh Anromeda dikorbankan pada Ketos. Ketika Andromeda sedang dirantai di batu karang untuk dikorbankan, Perseus lewat di sana dan berhenti untuk membebaskan Adromeda. Lalu muncullah Ketos. Perseus menggunakan kepala Medusa dan membatukan Ketos sampai hancur.
Sementara Ketos Troya adalah monster yang dikirim Poseidon untuk meneror kota Troya sebagai hukuman karena raja mereka, Laomedon, mengingkari janjinya untuk memberi imbalan pada Posiedon yang telah membuatkan dinding Troya. Orakel mngatakan bahwa Ketos hanya bisa ditenangkan dengan pengorbanan Hesione, putri Laomedon. Maka Hesione pun dirantai ke batu karang. Namun Herakles tiba dan bertarung denagn Ketos. Herakles berhasil membunuh Ketos dengan menggunakan panah dan Hesione pun selamat.
Ketos diabadikan di angkasa sebagai rasi bintang Cetus.

[sunting] Kharibdis

Kharibdis adalah seekor monster laut anak Poseidon dan Gaia. Dia berwujud makhluk yang seluruh wajahnya adalah mulut dan memiliki sirip. Dia menelan sejumlah besar air untuk kemudian dimuntahkan kembali dan menimbulkan pusaran air yang sangat kuat. Kharibdis sangat setia pada ayahnya dan sering membantu Poseidon. Dia awalnya adalah seorang perempuan yang cantik tetapi dia diubah menjadi monster oleh Zeus karena sering membuat badai di laut, menenggelamkan daratan dan menjadikannya lautan. Kharibdis berdiam di suatu tempat di dekat Skilla. Kapal yang melalui tempat Kharibdis akan dihancurkan oleh pusaran airnya. Kharibdis dan Skilla hanya dipisahkan oleh sebuah jalur sempit sehingga jika ada kapal yang lewat, maka pelautnya harus memilih, dimakan Skilla atau dihancurkan Kharibdis.
Kapal Odisseus pernah dihancurkan oleh Kharibdis dan hanya Odisseus seorang yang selamat.

[sunting] Siren

Siren dan Odiseus.png
Siren adalah makhluk berwujud setengah wanita setengah burung yang menyanyikan lagu pada para pelaut yang lewat. Orang yang mendengar nyanyian mereka akan menjadi tidak sadarkan diri, sebagian menabrakkan kapal mereka ke batu karang dan sebagian akan menenggelamkan diri ke laut.
Para Siren awalnya adalah para perempuan pelayan Persefone. Ketika Persefone diculik oleh Hades, Demeter memberi mereka sayap untuk ikut mencari Persefone. Para Siren akhirnya menyerah lalu tinggal di pulau Anthemoessa.
Dalam perjalanannya, Odisseus harus melewati tempat para Siren. Dia menyuruh awak kapalnya utnuk menyumbat telinga mereka dengan lilin supaya tidak mendengar nyanyian Siren. Odisseus sendiri lebih memilih untu diikat di tiang kapal dan tidak mau telinganya disumbat karena dia penasaran dengan nyanyian Siren. Ketika akhirnya ia mendengar suara merdu para Siren, ia memberontak dan menyuruh awak kapalnya agar melepaskan tali yang mengikatnya. Para awak kapalnya tentu saja menolak. Ketika kapal mereka sudah jauh dari Siren dan Odisseus menjadi lebih tenang, barulah ikatannya dilepaskan.
Para Argonaut juga pernah bentrok dengan para Siren. Para Siren menyanyikan lagu untuk membunuh para Argonaut. Namun salah seorang Argonaut adalah Orfeus, seorang musisi hebat. Orfeus lalu memainkan musik yang lebih merdu dari nyanyian para Siren. Kesal karena kalah, para Siren akhirnya meceburkan diri ke laut.

[sunting] Skilla

Scylla.gif
Skilla awalnya adalah seorang perempuan cantik yang dicintai oleh dewa laut Galukos namun Skilla menolak Galukos. Glaukos lalu meminta pada penyihir Kirke untuk membuat Skilla jatuh cinta padanya, padahal Kirke mencintai Glaukos dan cemburu pada Skilla. Alih-alih melaksanakan permintaan Glaukos, Kirke malah berbuat jahat pada Skilla. Ketika Skilla sedang mandi, Kirke menuangkan suatu ramuan pada tubuh Skilla. Akibat ramuan itu, dari tubuh Skilla bermunculan enam kepala anjing yang buas, dan kaki Skilla berubah menjadi ekor ikan. Skilla berusaha lari namun dia akhirnya menyadari bahwa semua itu merupakan bagian dari tubuhnya. Lama-kelamaan Skilla benar-benar berubah menjadi monster.
Skilla tinggal di suatu tempat di dekat Kharibdis dan di antara mereka hanya ada suatu celah sempit sehingga jika ada pelaut yang melalui tempat tersebut, pelaut tersebut harus memilih; dihancurkan oleh Kharibdis atau dimakan oleh Skilla.
Suatu ketika, Odisseus harus melewati tempat di antara Skilla dan Kharibdis. Odisseus lalu memilih rute Skilla karena menurutnya lebih baik kehilangan beberapa awak kapalnya daripada kapalnya hancur. Odisseus akhirnya berhasil lolos dengan kehilangan enam anak buahnya yang dimakan Skilla.

[sunting] Kisah Cinta

[sunting] Kisah Cinta Para Dewa

[sunting] Hefaistos-Afrodit-Ares

Afrodit adalah dewi yang sangat mempesona dan diidamkan oleh semua dewa. Untuk mendegah peperangan antardewa, Zeus menikahkan Afrodit dengan Hefaistos, dewa pandai besi. Mereka tidak memiliki anak dan Afrodit bukan merupakan istri yang setia, dia banyak berselingkuh, dan yang paling terkenal adalah perselingkuhannya dengan Ares dewa perang.
Ketika Hefaistos tak ada di rumah, Ares sering mendatangi Afrodit dan bercinta dengan sang dewi cinta di kasur Afrodit. Dari hubungan itu lahirlah Eros (Cupid), Anteros, Fobos, Deimos, dan Harmonia.
Perselingkugan itu awalnya aman-aman saja sampai suatu ketika Helios dewa matahari sedang mengendarai kereta mataharinya dan tiba-tiba melihat di bawahnya Ares sedang asyik mencumbui Afrodit. Helios segera memberitahu Hefaistos mengenai perselingkuhan itu. Sebenarnya Ares sudah menyuruh Alektrion untuk berjaga di depan pintu untuk memperingatkan Ares jika Helios lewat. Tetapi Alektryon tertidur dalam tugasnya sehingga Helios bisa memergoki Ares dan Afrodit.
Mengetahui perbuatan istrinya dan Ares, Hefaistos marah dan berencana membalas mereka. Dia lalu membuat sebuah jaring yang kuat dan tak terlihat, kemudian memasangnya di atas ranjangnya. Setelah memasangnya, Hefaistos memberitahu istrinya bahwa dia mau pergi ke bengkelnya di Pulau Lemnos. Afrodit melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk kembali bercinta dengan Ares
Costantino Cedini - Venus und Mars werdem im Netz überrascht.jpg
Setelah Hefaistos meninggalkan rumahnya, Ares langsung mengendap-endap ke dalam rumah Hefaistos. Ares lalu langsung memeluk Afrodit dan membawanya ke ranjang untuk langsung dinikmati tanpa menyadari bahwa ranjang itu telah diberi perangkap. Di tengah kenikmatan mereka, tiba-tiba sebuah jaring jatuh dan mengurung mereka. Saking kuatnya jaring itu, Afrodit dan Ares tak mampu melepaskan diri.
Hefaistos lalu kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan dewa sementara para dewi tak mau datang karena tidak mau melihat hal memalukan itu. Afrodit dan Ares merasa sangat malu berada dalam keadaan seperti itu sambil dilihat oleh para dewa. Atas perselingkuhan ini, Hefaistos menuntut para dewa untuk mengganti hadiah perkawinan yang dulu dia berikan pada Zeus dan Hera.
Dua dewa muda, Apollo dan Hermes, tertawa melihat kejadian ini. Hermes bahkan berkata bahwa dia tidak akan keberatan berada dalam posisi Ares asalkan bisa bersama Afrodit. Poseidon lalu meminta Hefaistos melapaskan mereka dan berjanji bahwa dia akan membayar ganti rugi pada Hefaistos. Setelah mendapat jaminan dari Poseidon, Hefaistos pun melepaskan Afrodit dan Ares. Setelah bebas, Ares langsung kabur ke Trakia sedangkan Afrodit pergi ke Siprus,
Sementara Alektrion yang lalai dalam tugasnya, oleh Ares dihukum menjadi ayam jantan yang tak pernah lupa memberitahu datangnya matahari.
Afrodit sendiri berniat menghukum Helios yang telah membeberkan perselingkuhannya. Helios mencintai seroang nimfa bernama Klitia. Afrodit membuat Helios mencintai gadis lain yang bernama Leukothea.
Klitia jadi cemburu pada Leukothea sehingga dia menyebarkan gosip bahwa Leukothea disetubuhi oleh manusia biasa. Orkhamos, ayah Leukothea, teperdaya gosip ini dan mengubur Leukothea hidup-hidup.
Akibat perbuatannya, Klitia pun ditinggalkan oleh Helios. Klitia, yang sangat mencintai Helios, hanya bisa berbaring di tanah dan memandangi kereta Helios mengarungi langit siang. Selama sembilan hari Klitia memandangi Helios sebelum akhirnya mati. Tubuh Klitia kemudian diubah menjadi tanaman Heliotrope, yang bunganya selalu menghadap arah matahari.

[sunting] Poseidon-Afrodit-Hermes

Bartholomäus Spranger 014.jpg
Sebenarnya Poseidon memberi ganti rugi pada Hefaistos dengan didasari motif khusus. Ketika Poseidon melihat tubuh telanjang Afrodit yang terperangkap jaring, Poseidon langsung bernafsu pada sang dewi. Dengan membantu membebaskan Afrodit, maka Afrodit menjadi berhutang pada Poseidon, dan Afrodit tahu bayaran apa yang paling diinginkan oleh sang dewa laut. Afrodit pun mendatangi Poseidon dan bersetubuh dengannya. Dari hubungan itu terlahir Erix, seorang Argonaut.
Selain Poseidon, Hermes juga ingin menikmati tubuh indah Afrodit. Hermes lalu meminta bantuan pada ayahnya, Zeus. Zeus mengirimkan elangnya untuk mencuri sandal Afrodit. Ketika Afrodit mencari sandalnya yang hilang, Hermes datang dan memberitahunya bahwa dia akan mengembalikan sandal Afrodit asalkan Afrodit mau tidur dengannya. Demi sandalnya, Afrodit pun merelakan tubuhnya dinikmati oleh Hermes. Dari hubungan Hermes dan Afrodit, terlahirlah Hermafroditos

[sunting] Afrodit dan Adonis

Kiniras, raja Siprus, memiliki seorang putri bernama Mirrha. Ibu Mirrha menyombongkan bahwa anaknya lebih cantik dari Afrodit sehingga Afrodit menghukumnya dengan menjadikan Mirrha jatuh cinta pada ayahnya sendiri, Kiniras.
Kiniras tentu menolak cinta putrinya tetapi Mirrha tidak kehabisan akal. Mirrha menyamar menjadi seorang pramusyahwat dan bersetubuh dengan ayahnya sampai akhirnya Mirrha hamil. Ketika Kiniras tahu perbuatan putrinya, dia berusaha membunuh Mirrha. Mirrha berdoa meminta pertolongan pada para dewa dan kemudian diubah menjadi pohon dupa. Kiniras sendiri akhirnya bunuh diri.
Mirrha, yang telah berwujud pohon, melahirkan bayinya, yaitu seorang manusia bernama Adonis. Afrodit merasa kasihan dan mengambil bayi itu lalu memberikannya pada Persefon di dunia bawah untuk diasuh. Adonis tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan. Suatu hari Afrodit datang untuk mengambil kembali Adonis tetapi Persefon telah menyukai Adonis dan tak mau melepaskannya. Afrodit dan Persefon pun bertengkar sampai akhirnya Zeus turun tangan. Zeus memutuskan bahwa selama sepertiga tahun Adonis akan bersama Afrodit, sepertiga tahun berikutnya bersama Persefon, dan sepertiga tahun berikutnya terserah pada Adonis sendiri. Adonis tentu saja lebih memilih bersama Afrodit.
Sebastiano del Piombo 005.jpg
Adonis dan Afrodit sering pergi berburu bersama. Suatu hari Afrodit harus meninggalkan Adonis berburu sendirian. Sebelum pergi, Afrodit berpesan pada Adonis untuk tidak mengganggu binatang buas. Setelah Afrodit pergi, Adonis melihat seekor babi hutan yang sangat besar. Adonis melupakan pesan Afrodit dan mengejar babi tersebut. Babi itu sangat kuat dan bukan tandingan Adonis. Babi itu menyerang Adonis sampai akhirnya Adonis mati karena kehabisan darah. Afrodit kembali dan sangat berduka ketika melihat kekasihnya mati. Untuk mengenang Adonis, Afrodit mengubah tubuh Adonis menjadi bunga anemone dan menyelenggarakan festival Adonia.

[sunting] Afrodit dan Zeus

Suatu ketika Zeus juga bernafsu pada Afrodit dan berkeinginan untuk memperkosa sang dewi. Afrodit mencoba kabur dari ayahnya yang sudah penuh hasrat itu. Zeus terus mengejar namun Afrodit terbang secepat angin. Zeus terus berusaha namun Afrodit ternyata terlalu cepat baginya. Saking bernafsunya, air mani Zeus berceceran di Pulau Siprus. Air mani itu membuahi Gaia dan dari dalam tanah terlahirlah makhluk aneh bertanduk, yang disebut Kentaur dari Siprus. Karena tak kunjung berhasil, akhirnya Zeus menyerah dan menghentikan usahanya.
Di kemudian hari, Afrodit dengan sukarela berrsedia bersetubuh dengan Zeus. Dari hubungan itu, Afrodit hamil. Namun Hera marah dan meletakkan tangannya di perut Afrodit sambil mengutuk bayi yang dikandung Afrodit. Akibat kutukan itu Afrodit melahirkan bayi buruk rupa yang diberi nama Priapos. Afrodit lalu melemparkannya ke gunung. Di sana dia dibesarkan oleh seorang gembala. Priapos terkenal karena alat kelaminnya yang besar.

[sunting] Apollo dan Dafne

Apollo dalah dewa musik dan matahari sementara Dafne adalah putri dari dewa sungai Peneus. Suatu hari Apollo mengejek Eros (Cupid). Menurut Apollo, Eros hanyalah seorang anak kecil yang bermain-main dengan senjata orang dewasa (panah). Eros tersinggung atas kesombongan Apollo sehingga Eros berniat membalas Apollo.
Apollo dan Dafne.jpg
Eros mengambil 2 anak panah yang berbeda, anak panah emas yang tajam (anak panah rasa cinta) ditembakkan tepat di jantung Apollo, sedangkan anak panah lainnya yaitu anak panah timah yang tumpul (anak panah kebencian) ditembakkan pada Dafne. Akibatnya Apollo menjadi mencintai Dafne sedangkan Dafne jadi sangat membenci Apollo, dan dimulailah kejar-mengejar antara Apollo dan Dafne.
Dafne lari sampai ke ujung dunia dan Apollo pun mengejar Dafne sampai ke ujung dunia. Sampai akhirnya Dafne menyerah karena kehabisan tenaga dan meminta pada ayahnya sang dewa sungai Peneus untuk mengubah dirinya menjadi pohon. Peneus pun mengabulkan permintaan anaknya dan diubahnyalah Dafne menjadi pohon salam. Pada saat mengetahui kejadian itu Apollo merasa sedih karena tak bisa memperistri Dafne. Karena itu Apollo menyatakan bahwa mulai saat itu pohon salam keramat baginya. Daun salam juga digunakan sebagai mahkota oleh Apollo dan sebagai penghargaan dalam Pesta Olahraga Pithia, yang diselenggarakan untuk memuja Apollo.

[sunting] Apollo dan Hiakinthos

Apollo dan Hiakinthos.jpg
Apollo memiliki seorang kekasih lelaki bernama Hiakinthos, yang merupakan pangeran Sparta dan pemuda yang sangat tampan. Apollo dan Hiakinthos sering berburu dan berolahraga bersama. Zefiros (dewa angin barat) juga sebenarnya menyukai Hikainthos tetapi Hiakinthos lebih memilih Apollo.
Suatu hari Apollo dan Hiakinthos melakukan lempar cakram. Apollo yang melempar cakramnya dan Hiakinthos yang memungutnya. Tiba-tiba cakram yang dilempar Apollo menghantam kepala Hiakinthos. Darah mengalir dari kepala Hiakinthos sampai akhirnya pemuda itu pun mati. Cakram itu bisa mengenai Hiakinthos akibat ditiup oleh Zefiros yang cemburu pada hubungan mereka.
Apollo terkejut dan bergegas mendekati Hiakinthos. Apollo memeluk tubuh Hiakinthos tetapi semuanya sudah terlambat, Hiakinthos telah mati.
Apollo sangat bersedih atas kematian kekasihnya. Untuk mengenang Hiakinthos, Apollo menciptakan bunga Hyacinth dari darah Hiakinthos dan menggelar festival Hiakinthia setiap musim panas.

[sunting] Apollo dan Kiparissos

Apollo dan Kiparissos.jpg
Apollo juga memiliki seorang kekasih lelaki yang bernama Kiparissos. Kiparissos adalah seorang pemuda tampan keturunan Herakles yang tinggal di pulau Keo. Apollo memberinya hadiah berupa seekor rusa jantan yang jinak. Kiparissos sangat menyayangi rusa itu.
Suatu hari secara tak sengaja Kiparissos membunuh rusa kesayangannya dengan tombak. Kiparissos merasa sangat bersalah, menyesal, dan sedih. Apollo berusaha menenangkan Kiparissos namun tak berhasil.
Saking menyesalnya, Kiparissos bahkan meminta supaya dia bisa menangis selamanya. Apollo mengabulkan keinginan Kiparissos dengan mengubahnya menjadi tanaman cypress yang getahnya mengalir seperti air mata.

[sunting] Cupid dan Psikhe

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Di suatu kerajaan ada seorang raja yang memiliki tiga orang putri. Putri bungsunya bernama Psikhe. Psikhe ini sangat cantik sampai-sampai di daerahnya orang-orang menjadi berhenti menyembah Afrodit dan mulai menyembah Psikhe sebagai dewi kecantikan.
Meskipun Psikhe tidak menghendaki semua perhatian ini, tetap saja Afrodit marah karena kecantikannya tersaingi. Afrodit lalu memanggil Cupid (Eros), putranya. Afrodit menyuruh Cupid untuk membuat Psikhe jatuh cinta kepada lelaki terjelek di dunia. Karena sudah terbiasa melakukan tugas seperti itu dari ibunya, Cupid pun langsung saja terbang mencari Psikhe.
Tetapi ketika Cupid melihat Psikhe, dia malah terpesona sampai tidak sengaja ia menusuk tangannya sendiri dengan anak panah cinta. Cupid pun jatuh cinta kepada Psikhe dan tidak jadi melakukan perintah Afrodit.
Setelah beberapa lama, Afrodit yang terus memantau Psikhe menyadari adanya suatu keganjilan, kenapa Psikhe belum juga jatuh cinta pada siapapun? Akhirnya Afrodit langsung turun tangan. Ia mengutuk Psikhe sehingga tidak ada seorangpun yang mau melamarnya.
Beberapa tahun berlalu, tidak ada seorang pun yang datang melamar Psikhe sementara usianya sudah cukup untuk dia menikah. Orangtua Psikhe cemas dan pergi ke orakel untuk meminta nasehat.
Cupid membuat Oracle berkata bahwa Psikhe tidak ditakdirkan untuk menikahi seorang manusia, melainkan Psikhe harus menikah dengan suatu makhluk yang tinggal di sebuah gunung.
Psikhe dan Orangtuanya bersedih, karena menyangka Psikhe ditakdirkan untuk menikah dengan seekor monster. Setelah perdebatan yang cukup panjang, Psikhe akhirnya berhasil meyakinkan orangtuanya untuk merelakan putri bungsu mereka mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh takdir.
Psikhe meninggalkan tempat tinggalnya. Semua orang merasa sedih melepas kepergian Psikhe, karena entah disebabkan oleh kecantikan fisiknya atau juga kebaikan hatinya, Psikhe berhasil menjadi wanita yang dicintai oleh masyarakat sekitarnya.
Psikhe berjalan menuju gunung yang dimaksud. Ia terus berjalan sambil memberanikan diri. namun karena ia tidak kuat menahan rasa takutnya, ia menitikkan air mata. Tiba-tiba datanglah Zefiros, dewa angin barat. Zefiros lalu membawa Psikhe dari gunung itu menuju seuatu tempat.
Setelah diturunkan oleh Zefiros, Psikhe melihat sebuah hutan yang indah. Ia pun berjalan menembusnya, hingga ia sampai ke sebuah tanah lapang yang ditumbuhi rumput. Di tengah tanah lapang itu, terdapat sebuah rumah indah yang nampak seperti istana.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang mengatakan bahwa tempat itu dibangun untuk tempat tinggal Psikhe dan disana ada banyak pelayan yang tidak terlihat untuk memenuhi kebutuhan Psikhe. Gadis cantik itu sangat gembira mendengarnya.
Di malam hari, tempat itu sangat gelap dan tidak ada cahaya sama sekali. tiba-tiba Psikhe mendengar suara seorang laki-laki. Suara itu terdengar halus dan ramah.
"Apa ini monster yang dibilang orakel?" pikir Psikhe ragu.
L'Amour et Psyché (Picot).jpg
Psikhe dan Cupid lalu menghabiskan setiap malam dengan berhubungan seksual bersama. Namun Psikhe tidak bisa melihat wujud suaminya karena memang suasananya sangat gelap gulita. Psikhe pun memohon agar suaminya menampakkan diri di siang hari. Namun dengan sedih suaminya terus menolak dengan berkata, "Jika kau melihat wujudku, maka saat itu juga kebahagiaan kita akan berakhir."
Lama-kelamaan Psikhe merindukan keluarganya, awalnya Cupid menolak tetapi akhirnya mengizinkan saudari-saudari Psikhe datang ke istana mereka. Ketika tahu keadaan Psikhe, saudari-saudarinya jadi iri. Mereka lalu berusaha membuat Psikhe dan suaminya berpisah, dengan harapan sang suami tak dikenal nantinya akan menikahi mereka.
Mereka memanas-manasi Psikhe. Menurut mereka, Psikhe harus tahu identitas suaminya, karena bisa saja suaminya adalah monster, seorang monster tentu tidak ingin wajahnya dilihat. Mereka juga menyuruh Psikhe membunuh suaminya itu jika memang monster.
Malam itu, Psikhe benar-benar melakukan yang dikatakan oleh kakak-kakaknya. Ia membawa sebuah lentera dan sebuah belati. Awalnya ia ragu, namun kata-kata kakaknya terus terngiang dan ia pun menyalakan lentera.
Jacopo Zucchi - Amor and Psyche.jpg
Ketika cahaya lentera menyinari wajah suaminya, Ia langsung menyadari siapa yang selama ini bersamanya. tidak lain adalah Cupid sang dewa cinta. Psikhe pun makin mencintai Cupid. Namun karena kaget melihat Cupid, Psikhe tidak sengaja menumpahkan minyak dari lenteranya ke badan Cupid.
Cupid merasa sakit sekaligus marah akibat perbuatan Psikhe itu. Cupid pun langsung terbang begitu saja dan meninggalkan Psikhe, yang hanya bisa menangis sendirian menyesali perbuatannya.
Lama Psikhe menunggu suaminya. namun Cupid tidak lagi datang. Psikhe pun meninggalkan istananya dan menemui kakak-kakaknya. Psikhe menceritakan tentang kepergian suaminya dan langsung pergi lagi menjelajahi Yunani mencari keberadaan suaminya.
Setelah mendengar bahwa suami Psikhe adalah dewa dan kini telah meninggalkan Psikhe, kakak-kakak Psikhe pun pergi ke bukit berbatu dan berharap akan dibawa ke istana sang dewa. Zefiros memang datang membawa mereka tetapi bukan ke istana melainkan ke jurang, dia lalu menjatuhkan mereka di sana sampai mati.
Psikhe terus berjalan hingga ia memasuki Kuil Demeter. Di dalam kuil itu terdapat banyak biji-bijian berceceran sehingga kuil itu nampak berantakan. Sambil bersedih Psikhe mengumpulkan biji-bijian itu sehingga kuil itu tidak lagi berantakan.
Demeter melihat apa yang dilakukan Psikhe. Sang dewi pun berbicara padanya, "Kau pantas mendapatkan kebahagiaan wahai gadis cantik. Jika kau mencari Cupid, maka sebaiknya kau menemui Ibunya, Afrodit sang dewi kecantikan, dan berdoa memohon maaf."
Psikhe sangat senang mendapat perhatian dari Demeter, maka ia segera menuju Kuil Afrodit. Di sana, Afrodit yang masih kesal dengan Psikhe menemuinya. Gadis itu meminta maaf kepada Afrodit. Namun sang dewi berkata bahwa untuk menebus dosanya, ia harus berhasil melakukan tugas-tugas yang akan Afrodit diberikan. Psikhe pun setuju.
Sebagai tugas pertama, Afrodit telah menyiapkan setumpuk tinggi biji-bijiann yang terdiri dari tiga jenis biji. Psikhe ditugaskan untuk memisahkan ketiga biji-bijan itu ke dalam tumpukan yang berbeda sebelum malam berakhir.
Dengan putus asa Psikhe melakukan tugas yang mustahil itu. Tapi tiba-tiba datanglah sekoloni semut yang kemudian ikut membantu Psikhe. Dengan bantuan semut-semut, tugas mustahil itu pun akhirnya berhasil ia selesaikan sebelum pagi.
Afrodit yang melihat keberhasilan Psikhe menjadi sangat kesal. Tugas berikutnya adalah Psikhe harus mengambil wol, dari domba-domba emas yang merumput di pinggir sungai.
Ketika Psikhe menuju tempat tersebut, ia dihentikan oleh sekelompok nimfa yang memperingatkannya, "Wahai gadis cantik! kamu jangan mendekati domba domba itu! mereka sangat ganas! yang perlu kamu lakukan hanyalah menunggu hingga siang hari ketika matahari bersinar terik. Mereka akan berteduh di bawah pohon itu."
Psikhe mengerti apa yang harus ia lakukan. ia berterima kasih kepada para nimfa dan pergi mengamati para domba emas.
Ketika domba-domba itu selesai berteduh. Wol emas mereka tersangkut di batang pohon dan semak-semak tempat mereka berteduh. Psikhe pun tinggal mengambil wol-wol itu dari sana.
Semakin Psikhe berhasil, semakin sulit pula tugas yang diberikan oleh Afrodit. Psikhe harus mengambil air mematikan dari sungai Stix. Dia mengira kali ini dia akan mati, namun tiba-tiba datang seekor elang kiriman Zeus yang mengambilkan air itu untuknya.
Afrodit jadi makin kesal, dan untuk tugas terakhir Afrodit berkata, "Karena kau, putraku Cupid menjadi nakal. Dia menjadi tidak penurut lagi. Aku sampai stres memikirkannya, dan kecantikanku pun berkurang. Sekarang kamu harus pergi ke dunia bawah, temui Persefone dan mintakan kepadanya sedikit kecantikannya."
Psikhe bingung bagaimana memasuki dunia bawah dan kembali hidup-hidup. Psikhe berpikir tak ada lagi yang bisa dia lakukan, dia pun naik ke menara dan berniat bunuh diri. Tetapi begitu sampai di menara, bangunan tersebut malah berbicara pada Psikhe dan memberitahunya cara melaksanakan tugasnya.
Setelah mendapat petunjuk, Psikhe akhirnya masuk ke dunia bawah. Ia mengikuti jalan yang diberitahukan oleh sang menara. Psikhe Membayar Kharon satu koin untuk mengantarnya menuju gerbang dunia bawah. Psikhe Melemparkan satu roti pada Kerberos sehingga ketiga kepala mereka berebutan memakannya. ia juga menolak berbagai permintaan yang diajukan oleh para arwah disana.
Ketika sampai di istana Hades, Psikhe melakukan tugasnya yaitu meminta kotak kecantikan pada Persefone. Sesuai petunjuk yang dia dapat, Psikhe menolak untuk duduk di kursi, dan dari semua makanan yang ada di atas meja, dia hanya memakan roti.
Persefone mengambil sebuah kotak dan memberikannya pada Psikhe. Setelah mendapat kotak itu, Psikhe keluar dengan hati-hati dari dunia bawah, dia memberi lebih banyak kue pada Kerberos dan membayar lagi pada Kharon. Pada akhirnya Psikhe berhasil sampai di dunia atas.
Namun sekali lagi Psikhe merasa penasaran. Dia ingin mendapatkan sedikit kecantikan dari kotak yang dia bawa. Dia berpikir tentu nanti Cupid akan senang kalau dia menjadi lebih cantik. Psikhe melupakan peringatan dari sang menara dan membuka kotak itu. Begitu Psikhe membukanya, kutukan tidur langsung keluar dari kotak itu dan membuat Psikhe tertidur abadi.
Anthonis van Dyck 001.jpg
Sementara luka pada bahu Cupid telah sembuh dan Cupid sendiri telah memaafkan Psikhe bahkan Cupid kini sangat merindukan istrinya itu.
Cupid mencari Psikhe dan menemukannya sedang tertidur dalam kutukan. Cupid mengampulkan kutukan itu dan memasukannya lagi ke dalam kotak. Cupid lalu menicum bibir Psikhe. Berkat ciuman dari seorang dewa, Psikhe akhirnya bisa terbangun lagi, dan dia sangat bahagia melihat suaminya. Cupid lalu terbang ke hadapan Zeus dan memohon supaya Psikhe dijadikan abadi. Zeus setuju dan menyuruh Hermes membawa Psikhe ke Olimpus. Begitu sampai di Olimpus, Psikhe diberi minuman para dewa, ambrosia, dan menjadi abadi. Kini Cupid dan Psikhe bisa bersama dalam kebahagiaan.
Cupid and Psikhe menikah dan memiliki anak bernama Hedone ("kesenangan"). Afrodit sendiri telah memaafkan Psikhe bahkan dia ikut menari dalam pesta pernikahan mereka.

[sunting] Hades dan Persefone

Paris bordone 015.gif
Para dewa mengurung para raksasa di bawah Gunung Etna. Kadang-kadang para raksasa memberontak dan berusaha keluar dari kurungan mereka sehingga menyebabkan gunung meletus dan gempa bumi. Hades khawatir ulah para raksasa itu akan menyebabkan dunia bawah rusak dan menjadi terbuka pada dunia atas. Hades lalu menaiki kereta perangnya yang berwarna emas dan keluar dari dunia bawah untuk melakukan patroli. Pada saat itulah Eros (Cupid) memanah Hades, membuatnya jatuh cinta pada Persefone yang sedang memetik bunga di padang Nysa. Hades lalu menculik Persefone dan membawanya ke kediamannya di dunia bawah.
Demeter sangat sedih setelah kehilangan anaknya. Demeter mencari Persefone selama berhari-hari tanpa henti. Dia akhirnya diberi tahu oleh Helios dan Hekate bahwa Hades menculik anaknya. Helios, sebagai dewa matahari, melihat Persefone dibawa oleh Hades sedangkan Hekate melaporkan bahwa dia mendengar Persefone berteriak sedang diperkosa oleh Hades. Demeter pun berduka karena kehilangan putrinya.
FredericLeighton-TheReturnofPerspephone(1891).jpg
Kesedihan Demeter menyebabkan musim dingin dan tanaman tidak dapat tumbuh, hal ini membuat manusia menderita. Akhirnya Zeus turun tangan dan mendatangi Hades. Zeus meminta Hades mengembalikan Persefone pada ibunya. Hades setuju dan Persefone pun dijemput Hermes untuk dikembalikan pada ibunya. Tetapi Persefone ternyata telah memakan buah delima di dunia bawah sehingga kini Persefone menjadi terikat pada Hades dan ingin kembali ke dunia bawah. Tentu saja Demeter tidak ingin anaknya pergi lagi. Akhirnya Zeus membuat kesepakatan bahwa selama setengah tahun Persefone akan tinggal di dunia atas bersama ibunya dan selama setengah tahun berikutnya Persefone akan tinggal di dunia bawah bersama Hades.
Ketika Persefone tinggal dunia atas, Demeter bahagia sehingga terjadi musim semi sedangkan ketika Persefone tinggal bersama Hades, Demeter berduka sehingga terjadi musim dingin. Hal inilah yang menyebabkan pergantian musim.

[sunting] Kisah Cinta Zeus

Sebagai dewa langit Zeus memiliki akses yang mudah pada para perempuan cantik di seluruh dunia dan dia memang memanfaatkan hal itu. Selain itu, kekuasaannya sebagai dewa tertinggi menjadikannya sukar untuk ditolak perempuan. Sebelum menikah dengan Hera, Zeus telah terlebih dahulu menikahi Metis, Themis, dan Mnemosine. Zeus juga berhubungan dengan Leto tidak lama setelah menikah dengan Hera. Beberapa perempuan yang pernah ditiduri oleh Zeus setelah menikah dengan Hera di antaranya adalah sebagai berikut:

[sunting] Europa

Europa adalah putri raja Agenor di Sidon. Benua Eropa dinamai dari namanya.
Suatu hari Europa bersama teman-teman wanitanya berkumpul dan memetik bunga bersama. Zeus melihat kumpulan wanita ini dan langsung jatuh cinta pada Europa karena Europa adalah perempuan tercantik di antara mereka. Zeus lalu menyamar sebagai banteng putih yang indah dan menghampiri mereka. Banteng samaran Zeus sangat indah dan bahkan beraroma bunga sehingga Europa dan teman-temannya langsung mendekatinya, mereka mengelus-elusnya.
Antonio Carracci - Rape of Europa.jpg
Tiba-tiba banteng itu berbaring di hadapan Europa. Europa menunggangi punggung banteng itu dan banteng itu pun langsung membawa pergi Europa. Banteng itu pergi ka pantai dan berenang menyeberangi lautan sambil memabwa Europa di punggungnya. Mereka bahkan diikuti oleh Poseidon, Triton dengan terompetnya, dan para Nereid yang menunggangi lumba-lumba. Rombongan itu membawa Europa semakin lama semakin jauh dari tempat asalnya. Europa menyadari bahwa banteng itu pastilah dewa dan dia pun mulai ketakutan. Europa lalu memohon kemurahan hati sang dewa. Zeus lalu berbicara Europa bahwa dia mencintainya. Zeus juga meminta Europa untuk tidak merasa takut.
Zeus membawa Europa ke Kreta. Di sana, Europa oleh Zeus dijadikan sebagai ratu Kreta. Europa berhubungan dengan Zeus dan melahirkan Minos, Rhadamanthis, dan Sarpedon.
Sementara Zeus mencitrakan ulang banteng samarannya di angkasa sehingga jadilah rasi bintang Taurus.

[sunting] Io

Io adalah seorang pendeta Hera di Argos. Zeus jatuh cinta pada Io dan menidurinya. Untuk mencegah Hera mengetahui apa yang terjadi, Zeus menutupi dunia dengan awan hitam tebal. Namun Hera malah menjadi curiga, dia lalu turun dari Gunung Olimpus dan menghilangkan awan tersebut. Zeus berpikir cepat dan mengubah wujud Io yang asalnya seorang gadis cantik. Ketika awannya sudah hilang, Hera melihat Zeus berdiri di samping seekor sapi putih. Zeus kemudian bersumpah bahwa ia belum pernah melihat sapi itu sebelumnya, dan bahwa sapi itu keluar begitu saja dari dalam bumi. Mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Hera meminta sapi itu sebagai hadiah. Dan Zeus pun memberikan sapi itu pada Hera.
Correggio 028c.jpg
Hera kemudian menyuruh Argus Panoptes, raksasa bermata seratus, untuk menjaga sapi itu. Zeus mengutus Hermes untuk mengambil Io. Hermes menyamar sebagai seorang gembala dan membuat Argus tertidur dengan musik dan ceritanya. Setelah Argus tertidur, Hermes pun membunuhnya. Sebagai kenang-kenangan, Hera mengambil semua mata Argus dan memasangnya pada ekor burung kesayangannya, merak.
Hera kemudian memaksa Io mengembara di bumi tanpa istirahat. Io melintasi jalan antara Propontis dan Laut Hitam, yang kemudian dinamai Bosporus (lintasan sapi), di sana ia bertemu Prometheus. Prometheus dirantai di Gunung Kaukasus oleh Zeus karena mengajar manusia cara membuat api dan menipu Zeus. Setiap hari, seekor elang raksasa datang dan memakan hati Prometheus. Meskipun sedang menderita, Prometheus menghibur Io dengan memberitahu bahwa Io akan kembali menjadi manusia dan keturunannya akan menjadi pahlawan terhebat, Herakles. Io kemudian menyeberangi Laut Ionia. Di Mesir, Dia diubah kembali menjadi manusia oleh Zeus. Di sana juga, ia melahirkan putra Zeus, Epafos, dan seorang anak perempuan, Kiroessa. Dia kemudian menikah dengan Telegonus, raja Mesir. Cucu mereka, Danaos, nantinya akan kembali ke Yunani.

[sunting] Semele

Semele adalah seorang putri di kerajaan Thebes dan merupakan anak dari Kdmos dan Harmonia. Dia juga adalah pendeta wanita di kuil Zeus.
Dalam satu kesempatan, Zeus mengamati Semele ketika Semele sedang menyembelih seekor banteng di altar Zeus dan kemudian berenang di sungai Asopus untuk membersihkan tubuhnya dari darah. Zeus jatuh cinta padanya dan berulang kali meniduri Semele. Zeus selalu mengunjungi Semele di malam hari dan dalam wujud yang tak terlihat. Semele merasa senang menjadi kekasih dari seorang dewa, walaupun dia tidak tahu dewa yang mana.
Rubens-Death-of-Semele.jpg
Istri Zeus, Hera, mengetahui perselingkuhan suaminya ketika Semele sedang hamil. Hera kemudian menyamar sebagai perempuan tua dan mengunjungi Semele, Hera meyakinkan Semele untuk melihat wujud asli kekasihnya agar Semele tahu siapa sebenarnya kekasihnya. Ketika Zeus datang lagi padanya, Semele memaksanya bersumpah untuk memberikannya satu permintaan. Maka Zeus pun pergi ke sungai Stix dan bersumpah akan mengabulkan apapun permintaan Semele. Semele kemudian memintanya untuk menunjukkan wujudnya yang sebenarnya. Zeus tidak senang mendengarnya karena Zeus tahu apa yang akan terjadi, Manusia takkan bertahan hidup ketika melihat wujud asli Zeus. Namun Zeus telah bersumpah dan tak punya pilihan. Zeus menampakkan wujud aslinya dan Semele pun terbakar sampai mati. Namun Zeus masih sempat menyelamatkan anak yang dikandung oleh Semele (Dionisos) dan memasukkannya ke dalam pahanya sampai ia siap untuk dilahirkan. Beberapa bulan kemudian, Dionisos lahir. Kelahirannya dari Zeus menjadikannya seorang dewa.
Setelah dewasa, Dionisos pergi ke dunia bawah dan membawa kembali ibunya dari kematian. Semele menjadi dewi di Gunung Olimpus dengan nama baru, Thione.

[sunting] Ganimede

Selain dengan perempuan, Zeus juga memiliki kekasih lelaki bernama Ganimede.
Ganimede adalah pangeran Troya dan merupakan anak dari Tros dan Kallirrhoe. Ganimede memiliki penampilan yang menarik sehingga Zeus jatuh cinta padanya.
Allers Ganymed.jpg
Suatu hari Ganimede sedang menggembalakan ternak di Gunung Ida. Zeus berubah menjadi seekor elang dan membawa Ganimede ke Gunung Olimpus. Di Olimpus, Ganimede dijadikan abadi, selain itu dia juga menjadi kekasih Zeus dan pembawa minum bagi para dewa menggantikan Hebe.
Tros sangat sangat sedih setelah kehilangan Ganimede, oleh karena itu Zeus memberinya dua ekor kuda abadi dan tanaman anggur emas sebagai kompensasinya. Zeus mengirimnya melalui Hermes yang memberitahu Tros bahwa Ganimede telah menjadi abadi dan menjabat posisi yang sangat istimewa sebagai pembawa minum di Olimpus.
Zeus juga mencitrakan Ganimede di angkasa sebagai rasi bintang Aquarius.
Salah satu bulan Jupiter yang ditemukan oleh Galileo Galilei dinamai Ganymede.

[sunting] Kallisto

François Boucher 012.jpg
Kallisto adalah putri raja Likaon di Arkadia. Dia merupakan salah satu teman Artemis dalam berburu. Sebagai teman Artemis, Kallisto telah terikat sumpah kesucian bahwa dia harus tetap menjadi perawan.
Zeus bernafsu pada Kallistos. Zeus pun mendekati Kallisto dengan menyamar sebaagi Artemis. Setelah Kallisto dekat dengannya, Zeus memperkosanya.
Ketika tahu bahwa Kallisto tak lagi perawan, Artemis marah dan mengusir Kallisto keluar dari rombongannya. Beberapa bulan kemudian Kallisto melahirkan seorang putra bernama Arkas. Hera yang marah karena perselingkuhan suaminya kemudian mengubah Kallisto menjadi seekor beruang sementara Arkas diambil dan dibesarkan oleh Maia.
Enam belas tahun kemudian Arkas bertemu seekor beruang yang sebenarnya adalah ibunya. Arkas berniat membunuh beruang itu namun berhasil dihentikan oleh Zeus. Zeus yang merasa kasihan akhirnya menempatkan Kallisto dan Arkas di angkasa sebagai rasi bintang Ursa Mayor (Beruang Besar) dan Ursa Minor (Beruang Kecil).
Namun Hera masih marah pada Kallisto. Hera menyuruh Tethis and Okeanos utnuk tidak mengizinkan Kallisto memasuki wilayah mereka sehingga sampai saat ini Kallisto harus memutari langit utara dan tak pernah terbenam di cakrawala.
Salah satu bulan planet Jupiter juga dinamai Callisto.

[sunting] Leto

Leto adalah putri dari Titan Koios dan Foibe. Dia adalah salah satu kekasih pertama dan favorit Zeus. Ketika Zeus meikahi Hera, Leto sedang hamil dari hubungannya dengan Zeus. Meskipun Leto dihamili sebelum pernikahan Hera, tetap saja Hera marah pada Leto. Hera pun terus-menerus memberi kesulitan bagi Leto. Pertama-tama Hera mengusir Leto dari Olimpus. Hera lalu melarang bumi menerima persalinan Leto sehingga Leto kesulitan mencari tempat untuk melahirkan.
Akhirnya pulau Delos mau menerima Leto untuk melahirkan di sana. Tetapi Hera menahan Eileithyia, dewi kelahiran, dari Leto. Untungnya Iris mengambil kembali Eileithyia hingga Leto bisa melahirkan Artemis. Artemis lalu membantu ibunya melahirkan Apollo.
Hera yang masih marah kemudian mengirim naga Pithon untuk membunuh Leto. Apollo yang baru lahir berhasil membunuh Pithon dan melindungi ibunya. Tidak berhenti sampai di situ, Hera mengirim raksasa Titios untuk memperkosa Leto. Titios akhirnya dibinasakan oleh Apollo dan Artemis.

[sunting] Aigina

Aiginan adalah anak perempuan dari dewa sungai Asopus. Aigina adalah seorang perempuan yang cantik sampai Zeus pun jatuh cinta padanya. Zeus berubah menjadi elang dan membawa Aigina ke pulau Oinoni. Di sana, Zeus memperkosa Aginia. Dari hubungan itu lahirlah Aiakos. Asopus mencoba mengejar putrinya ke pulau Oinoni namun Zeus mengusirnya dengan petir.
Aegina dan putranya lalu tinggal di pulau itu. Setelah dewasa, Aiakos menajdi raja di sana dan mengganti nama pulau itu menjadi pulau Aigina, sesuai nama ibunya
Hera, yang marah atas perselingkuhan itu, akhirnya memutuskan utnuk menghukum mereka. Hera mengirim wabah ke pulau Aigina sehingga semua penduduknya, termasuk hewan-hewan, mati. Sementara Aiakos dan ibunya selamat karena dilindungi oleh Zeus.
Aiakos dan ibunya tentu tak bisa hidup berdua saja di sana. Mereka melihat semut-semut tidak terkena dampak wabah, maka mereka pun berdoa pada Zeus, dan Zeus mengubah semut-semut di sana menjadi para Mirmidon.

[sunting] Kisah Cinta Manusia

[sunting] Baukis dan Filemon

Zeus dan Hermes mengunjungi kota Frigia dengan menyamar sebagai pengemis. Keduanya mendatangi tiap rumah dan meminta belas kasihan tetapi mereka malah diusir oleh tiap pemilik rumah.
Mereka lalu tiba di sebuah gubuk tua yang ditinggali oleh sepasang kakek-nenek, Baukis dan Filemon. Pasangan itu menjamu mereka dengan sangat ramah.
Baucis and Philemon.jpg
Baukis dan Filemon kemudian menyadari bahwa gelas anggur yang diminum oleh tamunya selalu penuh. Mereka tahu bahwa tamu mereka bukanlah manusia biasa. Zeus dan Hermes lalu menyuruh Baukis dan Filemon mengikuti mereka ke atas bukit. Di atas bukit, Baukis dan Filemon melihat kota di bawah mereka telah dihancurkan oleh banjir dan tanah longsor. Hanya satu rumah yang tak hancur, yaitu rumah Baukis dan Filemon.
Zeus dan Hermes membuka penyamaran mereka dan mengubah rumah Baukis dan Filemon menjadi sebuah kuil sedangkan Baukis dan Filemon diangkat sebagai pendetanya.
Zeus memberi pasangan itu satu permintaan. Baukis dan Filemon meminta supaya mereka selalu bersama sampai ajal memisahkan mereka. Zeus pun mengabulkan permintaan mereka.

[sunting] Hermafroditos dan Salmakis

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Salmacis & Hermaphroditos 3.jpg
Hermafroditos adalah putra Hermes dengan Afrodit. Dia dibesarkan oleh para Naiad (Nimfa) dan tumbuh menjadi seorang pemuda yang sangat tampan. Ada seorang nimfa bernama Salmakis yang jatuh cinta padanya tetapi Hermafroditos selalu menolaknya. Suatu hari, Hermafroditos pergi ke mata air dekat Haliakrnassos di Karia. Di sana, tiba-tiba Salmakis muncul dan memeluk Hermafroditos dengan sangat erat. Hermafroditos berusaha melepaskan diri tapi tak bisa. Dalam keadaan seperti itu, Salmakis berdoa pada para dewa supaya mereka bersatu dan tak terpisahkan. Para dewa menjawab doa Salmakis dengan menjadikan tubuhnya menyatu dengn tubuh Hermafroditos. Seketika itu juga tubuh Hermafroditos menyatu dengan Salmakis sehingga Hermafroditos kini memiliki payudara dan juga dua kelamin.

[sunting] Hero dan Leandros

Seorang pemuda bernama Leandros dari kota Abidos di Misia (Asia minor) jatuh cinta pada seorang pendeta Afrodit bernama Hero, yang tinggal di seberang lautan.
Meskipun dipisahkan oleh jarak, Hero dan Leandros selalu bertemu secara rutin. Setiap malam Leandros berenang menyeberangi lautan dengan dipandu oleh cahaya lampu dari menara di kuil Afrodit yang dinyalakan oleh Hero. Mereka lalu bercinta semalaman. Saat fajar, Leandros berenang kembali ke rumahnya.
Hero dan Leandros.jpg
Di suatu malam di musim dingin, angin bertiup kencang dan air sangat dingin tetapi itu tidak menghalangi niat Leandros untuk berenang ke tempat Hero. Hero, seperti biasa menyalakan lampu di menara dan menunggu kekasihnya. Tetapi malam itu angin berhembus kencang dan memadamkan lampu di menara. Tanpa cahaya dari menara, Leandros mengalami kesulitan berenang dalam kegelapan. Akhirnya, karena cuaca yang buruk dan tak ada panduan, Leandros pun tenggelam.
Jasad Leandros terbawa ombak ke tepi pantai. Hero menemukannya dan sangat bersedih. Hero lalu naik ke menara dan menjatuhkan dirinya. Jasad Hero ditemukan terbaring di samping mayat Leandros.

[sunting] Ifis dan Ianthe

Di Kreta, ada seorang pria bernama Lidgus yang begitu mendambakan seorang anak lelaki. Ketika istrinya, Telethusa, hamil, Lidgus bersumpah bahwa jika istrinya melahirkan bayi perempuan maka dia akan membunuh bayi itu. Sumpah suaminya sangat membuat Telethusa gusar, tetapi dewi Io muncul dalam mimpi Telethusa dan memberitahu cara menyelamatkan bayi perempuannya.
Telethusa akhirnya melahirkan bayi perempuan, dia lalu menyuruh pembantunya memberitahu suaminya bahwa bayinya laki-laki. Lidgus sangat gembira dan menamainya Ifis. Ifis kemudian dibesarkan sebagai seorang lelaki, hanya ibu dan pembantunya yang tahu bahwa dia sebenarnya adalah seorang perempuan.
Isis dan Ifis.jpg
Ketika Ifis berusi tiga belas tahun, ayahnya hendak menikahkannya dengan Ianthe, seorang gadis cantik. Ifis dan Ianthe bertemu dan kedua perempuan itu saling jatuh cinta. Tetapi, menjelang hari pernikahannya, Ifis mulai khawatir, bagaimana mungkin dia bisa membina keluarga dengan seorang perempuan?
Sementara Telethusa sangat takut rahasianya terbongkar sehingga dia terus-menerus menunda pernikahan Ifis denagn berbagai alasan, misalnya, pura-pura membuat Ifis sakit. Tetapi pernikahan akhirnya tak bisa ditunda-tunda lagi. Telethusa dan Ifis sangat takut, mereka lalu berdoa pada dewi Isis. Sang dewi pun menjawab doa mereka. Pada hari pernikahan, Ketika Ifis berjalan menuju altar pernikahan, dewi Isis mengubahnya menjadi seorang pria. Maka Ifis dan Ianthe bisa menjadi suami-istri dan rahasia Telethusa tetap terjaga.

[sunting] Kefalos dan Prokris

Kefalos adalah suami Prokris. Dia senang berburu. Terkadang ketika hari sedang panas, Kefalos akan berbaring telanjang di rerumputan dan menikmati angin sepoi-sepoi yang sejuk. Kefalos sering melontarkan kata-kata mesra pada angin sepoi-sepoi itu sehingga ketika ada orang yang lewat dan mendengarnya, orang tersebut menyangka Kefalos sedang merayu seorang perempuan. Orang itu pun memberitahukannya pada istri Kefalos, Prokris. Prokris cemburu dan berniat membuktikan sendiri dengan menyelidikinya.
Alexander Macco Cephalus und Procris.jpg
Suatu hari, Kefalos seperti biasa pergi berburu dan diam-diam Prokris mengikutinya. Prokris bersembunyi di semak-semak dan mengawasi Kefalos. Kefalos pun seperti biasa berkata-kata mesra pada angin yang sejuk. Tiba-tiba Kefalos mendengar sesuatu di semak-semak. Kefalos mengira itu binatang dan melempar tombaknya ke situ. Tombaknya adalah tombak ajaib pemberian dewi Artemis sehingga tak pernah gagal mengenai sasarannya. Tombak itu tepat mengenai Prokris. Kefalos bergegas menuju semak-semak dan melihat Prokris tertusuk tombaknya dan berlumuran darah. Kefalos memeluk tubuh istrinya dan memohon padanya untuk tidak meninggalkannya. Tetapi Prokris sudah terluka sangat parah. Sebelum ajal menjemputnya, Prokris meminta pada Kefalos untuk tidak menikahi selingkuhannya itu. Kefalos menangis dan berkata bahwa itu hanyalah angin. Namun semua sudah terlambat, Prokris pun mati di pangkuan Kefalos.

[sunting] Keix dan Alkione

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Keiks adalah raja Thessali. Dia menikah dan hidup bahagia dengan istrinya, Alkione.
Suatu ketika, Keiks mendapat kabar bahwa saudaranya, Daidalion, telah meninggal dunia. Keiks ingin tahu bagaimana Daidalion bisa meninggal. Keiks akhirnya memutuskan untuk menanyakan hal itu pada orakel di Delphi. Ada dua alternatif perjalanan menuju Delphi, yaitu melalui darat dan laut. Karena di darat banyak ancaman bandit, Keiks memutuskan untuk pergi ke Delphi lewat laut.
Alkione mendapat firasat buruk mengenai perjalanan suaminya, jadi dia mencoba menghalangi kepergian Keiks, kalaupun harus pergi, Alkione memaksa untuk ikut. Tetapi Keiks bersikukuh untuk tetap berangkat dan tidak mau membawa istrinya. Keiks berjanji untuk pulang dua bulan lagi. Alkione akhirnya mengalah dan dengan berat hati merelakan Keiks pergi.
Virgil Solis - Ceyx Tempest.jpg
Tetapi malang bagi Keiks, dalam pelayarannya terjadi badai besar di laut. Badai tersebut menghancurkan kapal Keiks dan membunuh semua awal Kapal. Keiks terombang-ambing di tengah lautan dan kesulitan untuk berenang ke daratan. Dalam saat-saat terakhirnya, Keiks memikirkan istrinya sebelum akhirnya satu gelombang besar menghantam dan menenggelamkannya.
Sementara di Thessali, Alkione terus berdoa siang-malam pada Hera untuk kepulangan suaminya. Menjelang akhir bulan kedua, Hera mengirim dewi Iris utnuk menyampaikan tugas pada dewa Hipnos, sang dewa yang menguasai tidur. Iris membentangkan sayap pelanginya dan terbang menuju kediaman Hipnos. Iris memberitahu Hipnos bahwa Hera menyuruhnya memberitahukan kematian Keiks pada Alkione.
Hipnos lalu memanggil salah satu anaknya, Morfeus, sang dewa mimpi. Morfeus merupakan dewa mimpi yang punya kemampuan untuk mengubah wujudnya menjadi manusia. Semua orang dapat ditiru wujudnya oleh Morfeus. Hipnos menyuruh Morfeus masuk ke dalam mimpi Alkione dan memberitakan kematian Keiks.
Virgil Solis - Ceyx-Morpheus Alcyone.jpg
Morfeus menyamar sebagai Keiks dan hadir di mimpi Alkione. Morfeus lalu menceritakan nasib yang menimpa Keiks dan memberitahu bahwa Keiks sudah meninggal. Begitu terbangun, Aklione menangis dan sangat berduka atas kematian suaminya.
Keesokan paginya, Alkione pergi ke tepi pantai dan mengenang saat-saat terakhir Keiks bersamanya. Tiba-tiba dia melihat sesosok tubuh terbawa ombak ke tepi pantai. Ternyata itu adalah mayat Keiks. Alkione memeluk mayat Keiks dan dia tahu bahwa dia tak bisa hidup tanpa suaminya. Alkione lalu melompat ke laut, berniat bunuh diri. Seketika itu juga Alkione diubah oleh para dewa, yang kasihan padanya, menjadi seekor burung. Bukan hanya itu, para dewa juga menjadikan Keiks sebagai seekor burung. Akhirnya Alkione dan Keiks bisa bersama lagi sebagai sepasang burung.

[sunting] Orfeus dan Euridike

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Orfeus adalah putra dewa musik Apollo. Orfeus sangat hebat dalam bernyanyi dan bermain musik, alat musik favoritnya adalah lira. Nyanyian dan musiknya sangat mempesona sampai-sampai bisa membuat binatang buas menjadi jinak, dan membuat bebatuan serta pohon-pohon bergerak.
Orefus mencintai seorang nimfa bernama Euridike dan berniat menikahinya. Tetapi pada hari pernikaahn mereka terjadi suatu tragedi. Seorang satir (setengah manusia setengah kambing) melihat Euridike dan bernafsu padanya. Satir itu mengejar Eurdike untuk memperkosanya dan Euridike pun berlari. Ketika sedang berlari, Euridike digigit oleh seekor ular berbisa dan akhirnya mati.
Orfeus sangat berduka atas kematian istrinya. Dia lalu memainkan lagu yang sangat sedih sampai-sampai semua nimfa dan dewa terharu. Orfeus pun disarankan untuk pergi ke dunia bawah dan membawa kembali istrinya.
Sambil memainkan liranya, Orfeus berjalan ke dunia bawah, dunia orang-orang mati. Di sana, musik Orfeus mampu membuat para arwah diam dan mendengarkan. Bahkan orang-orang yang sedang mengalami siksaan abadi (seperti Sisifos dan Tantalos) sejenak melupakan penderitaan mereka begitu mendengar musik Orfeus. Dengan musiknya, Orfeus tidak perlu membayar Kharon untuk menyeberangkannya melewati sungai Stix. Kerberos juga membiarkan begitu saja Orfeus melewati gerbang dunia bawah.
Virgil Solis - Orpheus Pluto 2.png
Hades, bersama istrinya Persefone, mendengarkan alunan musik Orfeus dan sangat terpesona. Atas permainan musiknya yang sangat indah, Hades memberi Orfeus satu permintaan. Orfeus meminta supaya dia bisa membawa kmebali Euridike ke dunia atas. Hades mengabulkannaya dengan satu syarat: Orfeus harus berjalan di depan Euridike dan tidak boleh menengok ke belakang sebelum mereka berdua sampai di dunia atas. Orfeus dan Euridike kemudian berjalan pergi ke dunia atas.
Orfeus sangat gembira namun dia juga khawatir apakah Euridike masih ada di belakangnya. Begitu Orfeus tiba di permukaan bumi, dia langsung menoleh untuk melihat Euridike tetapi ternyata Euridike masih berada di pintu masuk dunia bawah dan belum mencapai dunia atas. Sesuai kesepakatan, Euridike pun menghilang kembali ke dunia bawah, kali ini untuk selamanya. Lagi-lagi Orfeus harus berduka.
Dürer - Mort d'Orphée (1494).jpg
Suatu hari beberapa perempuan Trakia merayunya tetapi Orfeus menolak mereka karena dia hanya setia pada Euridike. Marah karena ditolak, para perempuan itu melempari Orfeus dengan batu dan kayu. Tetapi musik Orfeus membuat batu dan kayu itu menolak melukai Orfeus. Para perempuan itu semakin marah dan akhirnya memotong-motong tubuh Orfeus. Mereka melempar kepala dan lira Orfeus ke sungai Hebrus. Sambil terbawa aliran sungai, Kepala dan lira Orfeus terus melantunkan lagu dan musik sedih. Para Muse (dewi musik) kemudian mengumpulkan semua potongan tubuh Orfeus dan menguburnya di Libethra, sementara Zeus menempatkan lira Orfeus di angkasa sebagai rasi bintang lyra. Setelah dikubur, arwah Orfeus pergi ke dunia bawah. Di sana, Orfeus bertemu lagi dengan Euridike. Kali ini tak ada yang bisa memisahkan mereka.

[sunting] Kisah Cinta Zeus

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Ekho adalah nimfa dari Gunung Helikon. Dia sering mengalihkan perhatian Hera ketika Zeus sedang berselingkuh dengan para nimfa, akibatnya Hera menghukum Ekho sehingga Ekho hanya bisa mengulangi perkataan orang lain.
Seperti para nimfa yang lain, Ekho mencintai seorang pemuda bernama Narkissos. Narkissos adalah putra dewa sungai Kefissos dan nimfa Leiriope. Narkissos memiliki wajah yang sangat tampan. Tiresias sang peramal mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa anak mereka akan berumur panjang apabila tidak melihat dirinya sendiri.
Narkissos.jpg
Meskipun banyak yang mencintainya, tidak seorang pun yang dibalas cintanya oleh Narkissos, demikian pula Ekho sehingga Ekho patah hati dan menjadi sangat sedih dan kesepian. Ekho kemudian berdoa pada Nemesis sang dewi pembalasan agar menghukum keangkuhan Narkissos. Nemesis pun mendengar doa Ekho dan mengutuk Narkissos untuk jatuh cinta kepada bayangannya sendiri. Kutukan tersebut menjadi kenyataan ketika Narkissos pergi ke suatu mata air untuk minum dan dia melihat bayangan dirinya di kolam itu. Dia tak henti-hentinya mengagumi sosoknya yang terlihat dari pantulan air. Sampai matinya dia terus memandangi bayangan dirinya tersebut. Setelah mati, tubuh Narkissos diubah menjadi bunga narsis atau dafodil.

[sunting] Pigmalion dan Galatia

Pigmalion dan Galatia.jpg
Pigmalion adalah seorang pematung muda dari Siprus. Dia belum juga menemukan wanita idamannya. Suatu hari, Pigmalion memulai membuat sebuah patung perempuan impiannya. Lama-kelamaan dia menjadi terobsesi pada patung buatannya hingga ketika selesai dia menyadari bahwa dia telah membuat sebuah patung perempuan yang sangat cantik dan sempurna. Pigmalion begitu menyukai patung itu, dia mendandaninya dan memberinya nama Galatia. Tetapi Pigmalion merasa sedih karena tidak juga menemukan perempuan yang seperti Galatia. Pigmalion akhirnya berdoa pada dewi Afrodit supaya dipertemukan dengan seorang wanita yang secantik Galatia dan Afrodit pun menjawab doa Pigmalion.
Suatu hari Pigmalion mencium bibir Galatia. Tiba-tiba dia merasa bibir Galatia perlahan-lahan menjadi lembut dan hangat. Berangsur-angsur, patung Galatia berubah menjadi manusia. Pigmalion sangat bahagia, dia menikahi Galatia dan memiliki seorang putri bernama Pafos.

[sunting] Piramos dan Thisbe

Piramos dan Thisbe adalah sepasang kekasih. Rumah mereka terletak bersebelahan tetapi keluarga mereka saling bermusuhan dan melarang mereka untuk menikah. Piramos dan Thisbe seringkali mengobrol melalui sebuah retakan pada dinding yang memisahkan mereka.
Piramos dan Thisbe.jpg
Suatu hari mereka saling berjanji untuk bertemu pada malam hari di makam raja Ninus. Thisbe tiba lebih dulu. Di sana dia melihat seekor singa yang baru saja membunuh mangsa sehingga mulutnya penuh darah. Thisbe ketakutan dan kabur sambil menjatuhkan jubahnya agar tidak dikejar. Singa itu lalu mengoyak-ngoyak jubah Thisbe. Ketika Piramos tiba, Piramos melihat jubah Thisbe yang telah robek oleh seekor singa yang berlumuran darah. Piramos mengira singa itu telah memakan Thisbe. Dalam duka citanya, Piramos kemudian menusuk dirinya dengan pedang sampai mati.
Thisbe kembali ke makam dan menemukan kekasihnya telah mati. Thisbe menangis lalu mengambil pedang Piramos dan menusuk tubuhnya dengan pedang itu.
Orang tua mereka membakar jenazah mereka dalam satu tumpukan kayu dan menyimpan abunya dan satu wadah.
Kisah Piramos dan Thisbe merupakan salah satu inspirasi bagi cerita Romeo dan Juliet karangan William Shakespeare.

[sunting] Kisah Hukuman

[sunting] Arakhne

Dahulu kala di kota Maionia di daerah Asia Minor, hiduplah seorang gadis cantik yang memiliki bakat menenun yang sangat luar biasa. Bukan hanya hasil karyanya, namun cara dia menenun pun sangat cantik, bahkan para nimfa akan meninggalkan hutan dan mata air mereka hanya untuk melihatnya menenun dan menikmati karyanya. Nama sang penenun ulung itu adalah Arakhne.
Ia mengambil gulungan benang yang kusut, kemudian dengan telaten mengurainya dan membentuknya menjadi halus dan ringan seperti awan. Setiap gerakan tangannya sangat piawai dalam mengatur belitan, jahitan, dan pola-pola dalam tenunannya. Saking indahnya tenunan gadis itu, banyak orang yang mengatakan bahwa dewi Athena (dewi penenun) sendirilah yang mengajarinya menenun.
Namun Arakhne bereaksi keras terhadap kata-kata itu. Ia menolak jika ia dianggap sebagai murid dari Athena, bahkan ia berkata bahwa kemampuan menenunnya mampu mengalahkan Athena dan ia juga menantang secara terbuka dewi Athena untuk mengadu keahlian menenun dengannya.
Athena mendengar kesombongan Arakhne, namun ia masih ingin memberikan kesempatan bertobat pada Arakhne. Athena pun mendatangi Arakhne yang sedang menenun dalam wujud seorang wanita tua.
Wanita tua itu berkata, "Tenunanmu memang sangat indah, tapi dengarkanlah saranku. Kau boleh menantang sesama manusia untuk mengadu kemampuan menenun semaumu, namun janganlah menantang seorang dewi, malah menurutku sebaiknya kau meminta maaf kepada Athena atas kata-katamu sebelumnya. Ia sangat bijak dan pemaaf, kau mungkin masih bisa dimaafkannya."
Arakhne langsung berhenti menenun, kemudian berteriak kepada wanita tua itu, "Simpan saja saranmu untuk anak cucumu nenek tua! Aku tahu apa yang aku katakan dan tidak akan mencabutnya!! Aku tidak takut dengan dewimu, biar saja dia datang dan mencoba melawanku!!"
Athena pun melepaskan penyamarannya dan menjawab, "Tantanganmu kuterima."
Para nimfa yang ada, langsung bersujud di hadapan Athena, demikian juga orang-orang lainnya. Sementara Arakhne gugup melihat kehadiran sang dewi, namun ia tetap melanjutkan tantangan itu.
Pertandingan antara Arakhne dan Athena berlangsung seru. Benang-benang melayang ringan penuh warna dan keindahan. Masing-masing menenun dengan sangat cepat, namun dengan gerakan yang amat cantik. Tak lama, kain hasil tenunan mereka pun selesai.
Pada kain tenunan Athena, bagian tengahnya terdapat gambar kedua belas dewa Olimpus di atas tahta masing-masing, dan di keempat sudutnya tergambarkan para dewa yang marah dengan manusia-manusia yang membangkang. Hal itu untuk memperingatkan lawannya agar lekas menyerah sebelum semuanya terlambat.
Sedangkan pada kain tenunan Arakhne yang sangat indah, terlukiskan para dewa yang sedang berzina, berselingkuh, dan memperkosa banyak wanita. Adalah Poseidon dan Zeus, ayah Athena, yang paling banyak dilukiskan di sana.
Athena mengagumi karya Arakhne namun sangat murka dengan apa yang terlukis diatasnya. Ia tidak terima jika ada seorang manusia yang menjelek-jelekkan ayahnya. Athena pun menghancurkan hasil karya Arakhne.
Kemudian ia menyentuh dahi Arakhne dan dengan kekuatannya, Athena membuatnya merasakan rasa bersalah dan rasa malu yang amat sangat. Tidak tahan dengan perasaan itu, Arakhne langsung berlari dan menggantung dirinya.
Arachne.jpg
Namun Athena merasa kasihan dengan Arakhne yang tengah mati tergantung pada tali, hingga akhirnya Athena berkata, "HIiduplah!! wahai gadis penuh dosa!! Camkan pelajaran ini, dan kau serta keturunanmu akan terus bergantung dan melanjutkan apa yang biasa engkau lakukan!!"
Wujud Arakhne perlahan berubah. Tubuhnya mengecil dan menjadi seekor hewan yang kita kenal dengan sebutan laba-laba, untuk terus menenun selama hidupnya.

[sunting] Erisikhthon

Erisikhthon adalah putra Triopas dan ayah Maistra.
Erisikhthon adalah pria yang kaya dan pongah. Suatu hari dia menebang pohon di sebuah hutan suci padahal dia sudah diperingatkan bahwa itu bisa memicu kemarahan para dewa. Akibat perbuatannya itu, seorang Driad (nimfa pohon) yang tinggal di pohon tersebut mati. Para Driad yang lain melaporkan hal ini pada Demeter.
Erisikhthon.jpg
Demeter yang marah lalu menghukum Erisikhthon dengan rasa lapar yang tak pernah terpuaskan. Erisikhthon memakan semua makan yang dia punya namun dia tak pernah merasa kenyang. Erisikhthon kemudian menjual semua barang-barangnya untuk membeli makanan sampai dia tak punya apa-apa kecuali putrinya. Dan karena dia masih terus merasa lapar, putrinya pun ia jual juga.
Maistra, putri Eriskhthon, membiarkan tubuhnya disetubuhi oleh dewa Poseidon. Sebagai balasannya, Poseidon memberi Maistra kemampuan berubah wujud. Dengan kemampuan itu, Maistra selalu bisa kabur dari orang yang baru saja membelinya. Setelah kabur, Maistra kembali pada ayahnya dan Erisikhthon menjual lagi Maistra pada orang lain, begitulah seterusnya sampai akhirnya Eriskhthon putus asa karena rasa laparnya dan dia pun memakan dirinya sendiri sampai mati.

[sunting] Ixion

Iksion adalah raja bangsa Lapith di Thessali.
Iksion menikahi Dia, putri dari Eionios, namun Iksion menolak membayar mas kawin pada mertuanya. Eionios kesal dan mengambil kuda betina Iksion sebagai jaminan. Iksion akhirnya berjanji akan membayar mahar asalkan Eionios mau datang ke kerajaan Iksion. Namun setelah Eionios datang, Iksion malah membunuhnya dengan melemparnya ke dalam lubang api. Itu adalah permbunuhan antarkeluarga yang pertama terjadi.
Karena perbuatanya itu, tidak ada yang mau menyucikan Iksion. Akhirnya Zeus sendirilah yang turun tangan untuk menyucikan Iksion. Zeus bersedia melakukannya karena dia bernafsu dan ingin menyetubuhi Dia, istri Iksion.
Zeus lalu mengundang Iksion ke Olimpus. Di sana Iksion berjumpa Hera dan menjadi bernafsu pada istri Zeus tersebut. Zeus pun menjadi curiga pada Iksion namun tidak langsung menghukumnya.
Ixion-bakar.jpg
Zeus kemudian membentuk sebuah awan menjadi Nefele, seorang perempuan yang sangat mirip dengan Hera. Ketika Iksion melihat Nefele, Iksion mengira itu adalah Hera dan langsung bersetubuh dengannya. Zeus akhirnya tahu bahwa Iksion memang menginginkan Hera.
Karena Iksion berani-beraninya menginginkan Hera, Zeus pun menghukum Iksion dengan mengirimnya ke Tartaros. Di sana Iksion diikat di sebuah roda api yang terus berputar tiada henti.
Sementara anak hasil dari hubungan Nefele dan Iksion adalah Kentauros, yang merupakan leluhur para Kentaur.

[sunting] Koronis

Koronis adalah putri dari Flegias raja Thessali. Koronis merupakan kekasih Apollo.
Ketika Koronis sedang hamil bayi Apollo, Koronis malah selingkuh dan bercinta dengan pria lain yang bernama Iskhis. Perselingkuhan ini diketahui oleh seekor gagak, yang langsung menyampaikan berita ini pada Apollo.
Apollo dan Koronis.jpg
Apollo sangat marah setelah mendengar perselingkuhan itu. Apollo langsung mendatangi kediaman Koronis. Dia sana, Apollo membunuh Koronis beserta Iskhis. Namun ketika mayat Koronis sedang dibakar di tumpukan kayu bakar, Apollo menjadi menyesal atas perbuatannya. Apollo lalu menyelamatkan bayi yang sedang dikandung Koronis. Bayi itu diberi nama Asklepios dan oleh Apollo diberikan pada Khiron untuk dibesarkan.
Apollo melampiaskan penyesalannya pada sang gagak yang membocorkan rahasia Koronis. Apollo mengubah bulu burung gagak yang awalnya seputih salju menjadi hitam pekat, dan sejak itu burung gagak menjadi pembawa berita kematian. Selain itu Apollo juga menempatkan burung gagak di angkasa sebagai rasi bintang Corvus.

[sunting] Midas

[sunting] Sentuhan Emas

Suatu hari, Dionisos menyadari bahwa gurunya, Silenos, telah menghilang. Silenos sedang mabuk dan berjalan-jalan dalam keadaan mabuk. Silenos ditemukan oleh beberapa petani dan dibawa pada raja Midas.
Midas gold2.jpg
Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Midas tahu siapa Silenos dan memerlakukannya dengan sangat baik. Setelah menjamu Silenos selama sepuluh hari, Midas mengembalikan Silenos pada Dionisos. Atas kebaikannya, Midas dihadiahi satu permintaan. Midas meminta supaya apapun yang disentuhnya berubah menjadi emas. Dionisos mengabulkannya meskipun dia menyayangkan mengapa Midas tidak meminta sesuatu yang lebih baik. Midas sangat senang, dia menyentuh pohon dan batu yang kemudian berubah menjadi emas. Midas merasa bahwa kini dia bisa menjadi raja paling kaya di dunia. Midas lalu pulang dan menyuruh pelayannya menyiapkan makanan. Tetapu dia segera menyadari bahwa dia tak bisa menikmatinya karena makanan dan air pun berubah menjadi emas. Bahkan dia membuat putrinya sendiri menjadi emas.
Menyesal atas keputusannya, Midas berdoa pada Dionisos agar bisa lepas dari sentuhan emasnya. Dionisos mendengar doa Midas dan menyuruhnya mencuci tangannya di sungai Paktolos. Midas mengikuti anjuran Dionisos dan ketika dia menyentuhkan tangannya ke air sungai, kekuatan sentuhan emas tersebut terbawa oleh air sungai. Akhirnya Midas kembali seperti semula sedangkan pasir sungai tersebut berubah menjadi berwarna emas.

[sunting] Telinga Keledai

Suatu hari Apollo bertanding melawan Pan dalam kontes musik. Raja Midas adalah salah satu dari tiga jurinya. Dua juri lainnya memenangkan Apollo sedangkan Midas menyatakan Pan sebagai pemenang.
Apollo menjadi marah pada Midas dan mengubah telinga sang raja menjadi telinga keledai.
Midas merasa sangat malu sehingga dia menutupi telinganya dengan topi besar. Suatu hari Midas menyuruh seorang tukang cukur untuk mencukur rambutnya. Saat itulah tukang cukur tersebut melihat telinga Midas yang berbentuk telinga keledai. Tukang cukur sangat terkejut. Midas lalu mengancamnya dengan hukuman mati jika berani membocorkan rahasia mengenai telinga keledainya. Takut pada ancaman Midas, sang tukang cukur berusaha sebisa mungkin menjaga rahasia itu.
Suatu hari tukang cukur itu merasa tak kuat lagi menjaga rahasia, maka dia pergi ke pedesaan dan menggali sebuah lubang. Ke dalam lubang itu, dia membisikkan, "Raja Midas memiliki telinga keledai." Setelah itu dia menutup lubang tersebut.
Setahun kemudian, sejenis tanaman tumbuh di atas lubang buatan sang tukang cukur. Setiap orang yang melewati tanaman itu bisa mendengar kata-kata, "Raja Midas memiliki telinga keledai." Dalam waktu singkat, semua orang di kerajaan telah mengetahui telinga keledai Midas.

[sunting] Likaon

Likaon adalah raja di Arkadia. Dia berhubungan seksual dengan lima puluh orang perempuan sehingga memiliki lima puluh orang putra.
Lycaon-Nathan.jpg
Likaon dan putra-putranya sangat sombong dan arogan. Untuk menyelidikinya, Zeus mendatangi kerajaan Likaon dengan menyamar sebagai pelancong. Zeus lalu disambut dan dijamu oleh Likaon. Likaon harus menyuguhkan makanan pada tamunya, maka Likaon pun menyuruh putra-putranya untuk membunuh adik termuda mereka, Niktimos. Setelah dibunuh, daging Niktimos dimasak dan dihidangkan oleh Likaon ke hadapan Zeus.
Zeus mengenali bahwa itu adalah daging manusia. Zeus menjadi marah dan membalikkan meja. Sebagai hukuman atas perbuatan Likaon dan putra-putranya, Zeus mengubah Likaon menjadi seekor serigala, sedangkan semua putra Likaon dihantam sampai mati oleh Zeus dengan petirnya. Sementara itu Niktimos, sang anak yang malang, oleh Zeus dihidupkan lagi.

[sunting] PTantalos

Tantalos adalah raja Sipilos, Lidia. Tantalos merupakan putra Zeus dan nimfa Plouto. Tantalos menikahi Dione dan menjadi ayah dari Pelops dan Niobe.
Tantalos adalah raja yang dikasihi oleh para dewa. Suatu hari para dewa mengundangnya ke Olimpus untuk ikut makan bersama. Namun Di sana Tantalos malah secara diam-diam mencuri ambrosia dan nektar, makanan dan minuman para dewa. Tantalos juga membagi ambrosia dan nektar curian itu dengan teman-temannya.
Setelah dijamu oleh para dewa, giliran Tantalos yang mengundang para dewa untuk makan di istananya. Namun Tantalos menyiapkan makanan yang tidak biasa untuk para tamunya. Tantalos membunuh anaknya sendiri, Pelops, lalu memasaknya dan menyajikannya pada para dewa.
Demeter, yang saat itu masih berduka akibat kehilangan putrinya Persefone, tanpa pikir panjang langsung saja menyantap daging yang disuguhkan oleh Tantalos.
Adalah Poseidon yang sadar bahwa ini adalah daging manusia. Sang dewa laut langsung memberitahu para dewa lainnya.
Tantalus.jpg
Zeus sangat marah atas perbuatan Tantalos. Zeus pun menghukum Tantalos dengan mengirimnya ke Tartaros. Di sana Tantalos dirantai di atas sebuah kolam yang penuh air, namun jika Tantalos hendak meminum airnya, maka air di kolam tersebut akan surut. Sementara di atas Tantalos terdapat dahan pohon dengan buahnya, yang akan langsung terangkat ke atas jika Tantalos mencoba memakannya. Begitulah, Tantalos dihukum dengan penderitaan lapar dan haus yang tak pernah bisa terpenuhi walaupun dikelilingi makanan dan air.
Sementara itu para dewa menyusun kembali daging-daging Pelops dan menghidupkannya lagi. Tetapi sebelah bahu Pelops sudah hilang dimakan oleh Demeter, maka Hefaistos membuat sebuah bahu dari gading untuk Pelops.

[sunting] Niobe

Niobe adalah putri dari Tantalos dan istri Amfion. Niobe berkuasa di Thebes. Niobe memiliki tujuh pasang putra-putri, yang dikenal sebagai Niobid.
Karena memiliki anak yang banyak, Niobe menjadi sombong dan mengklaim bahwa dia lebih hebat dari Leto, yang hanya punya dua anak. Niobe bahkan melarang orang-orang menyembah Leto, menurutnya dia lebih pantas disembah dariapda Leto.
Leto mendengar kesombongan Niobe lalu memanggil kedua anaknya, Apollo dan Artemis. Leto menyuruh mereka menghukum Niobe. Apollo dan Artemis membawa busur perak mereka dan langsung pergi menuju Thebes.
Niobe JacquesLouisDavid 1772 Dallas Museum of Art.jpg
Ketika Apollo tiba, para putra Niobe sedang berlatih olahraga. Apollo memanah mereka dan satu per satu putra-putra Niobe pun mati. Amfion tidak kuasa melihat putra-putranya mati, maka dia pun bunuh diri.
Sementara jiwa Niobe terguncang bergitu tahu semua putranya mati, namun dia tidak mau meminta ampun pada Leto. Niobe bahkan berkata bahwa putri-putrinya masih lebih banyak dibandingkan anak Leto.
Kali ini Artemis yang maju. Ketika putri-putri Niobe sedang menangisi saudara-saudara mereka yang mati, Artemis langsung memanah mereka, dan mereka pun mati satu per satu oleh panah sunyi Artemis hingga hanya tinggal satu saja yang tersisa. Niobe berusaha melindungi putri terakhirnya itu dengan memeluknya. Namun panah Artemis tetap mampu membunuh anak terakhir Niobe. Kini tak ada lagi anak Niobe yang tersisa.
Niobe sangat berduka atas kematian semua anak-anaknya. Akhirnya dia diubah menjadi batu.

[sunting] Sisifos

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:
Sisifos adalah pendiri sekaligus raja di Efra. Sisifos melihat Zeus menculik Aigina ke pulau Oinoni, maka Sisifos pun memberitahukan hal ini pada Asopus, ayah Aigina, yang bingung mencari ke mana perginya putrinya.
Akibat tindakannya itu, Zeus marah pada Sisifos. Zeus pun menyuruh Thanatos, dewa kematian, untuk mengurung Sisifos di Tartaros. Namun Ketika Thatanos hendak merantai Sisifos, Sisifos terlebih dahulu meminta Thatantos mencoba dahulu rantai tersebut untuk menunjukkan cara kerjanya. Setelah Thanatos merantai dirinya sendiri, Sisifos menguncinya sehingga Thanatoslah yang malah terjebak. Hal ini menyebabkan tidak ada manusia yang bisa mati. Ares, yang merasa kesal karena tidak ada manusia yang mati dalam pertempuran, akhirnya membebaskan Thanatos, yang kemudian membuat Sisifos mati.
Tiziano - Sísifo.jpg
Sebelum Sisifos mati, dia meminta istrinya untuk tidak menguburnya dan melemparkan mayatnya ke tengah keramaian, yang dituruti oleh istrinya. Setelah mati dan sampai di dunia bawah, Sisifos membujuk Persefon, ratu dunia bawah, untuk mengizinkannya keluar sebentar ke alam manusia dan menyuruh istrinya memberi penguburan yang layak. Persefon mengizinkanya dan Sisifos pun kembali ke Efra. Namun setelah bebas, Sisifos malah menolak untuk kembali ke dunia bawah dan ingin tetap di alam manusia. Akhirnya Sisifos dibawa ke Tartaros secara paksa oleh Hermes.
Di Tartaros, Sisifos dihukum untuk mengangkat batu besar ke atas bukit. Setelah sampai di atas, batu tersebut akan menggelinding kembali ke bawah dan Sisifos harus mengangkatnya lagi dan lagi.

[sunting] Marsias dan Thamiris

Beberapa manusia memiliki anugerah dan bakat dalam bermain musik dan bernyanyi. Namun dengan kelebihannya itu, terkadang ada yang malah salah arah dalam memanfaatkan kemampuannya. Para dewa dan dewi musik tidak diragukan lagi adalah sosok yang paling mumpuni dalam hal melantunkan nada-nada indah. Tetapi ada saja orang-orang yang berani menantang mereka, dan pada akhirnya harus menerima akibat yang tidak ringan. Berikut adalah Marsias dan Thamiris yang mengira bisa melampaui para dewa.

[sunting] Marsias

Suatu hari dewi Athena menciptakan alat musik yang disebut aulos, yaitu pipa berbuluh dua. Namun ketika Athena mencoba meniupnya, pipi Athena menjadi menggelembung sehingga ditertawakan oleh Hera dan Afrodit. Athena yang kesal akhirnya membuang alat musik itu sembari memberi kutukan bagi siapapun yang mengambilnya.
Adalah seorang satir bernama Marsias yang menemukan aulos itu dan mulai memainkannya. Dalam waktu singkat, Marsias pun menjadi ahli memainkan aulos. Dia menjadi terkenal sebagai pemain aulos yang hebat. Namun kelebihannya itu membuatnya sombong, dia berani menantang Apollo, dewa musik.
Apollo dan Marsias.jpg
Apollo menerima tantangan Marsias. Mereka sepakat bahwa sang pemenang boleh melakukan apapun pada yang kalah. Para Muse (dewi musik dan nyanyian) menjadi jurinya. Setelah mereka berdua tampil, para Muse menyatakan bahwa hasilnya seri. Apollo kemudian mengatakan bahwa mereka harus bertanding lagi tetapi kali ini mereka harus bermain musik dalam posisi terbalik. Marsias tidak mampu melakukannya sehingga akhirnya Apollo dinyatakan sebagai pemenang.
Apollo lalu menghukum Marsias yang telah lancang menantang seorang dewa. Apollo menggantung Marsias secara terbalik di sebuah pohon dan mengulitinya hidup-hidup sampai Marsias tak punya kulit dan mati.
Para dewa dan nimfa hutan berkabung dan menangisi nasib Marsias. Dari air mata mereka kemudian mengalirlah sungai yang disebut sungai Marsyas.

[sunting] Thamiris

Thamiris adalah seorang penyair putra Filammon dan Argioppe dan merupakan cucu Apollo dan Khione. Dia adalah manusia pertama yang mencintai sesama jenis. Thamiris merupakan kekasih Hiakinthos sebelum sang pemuda menjadi kekasih Apollo.
Thamiris sangat mahir dalam bermain musik dan bernyanyi, alat musiknya adalah lira. Suatu hari dia memenangkan sebuah kontes musik dan dinyatakan sebagai penyanyi terbaik. Akibatnya dia menjadi sombong dan bahkan berani menantang para dewa. Thamiris menantang para Muse dalam sebuah kontes musik. Mereka membuat kesepakatan bahwa sang pemenang boleh melakukan apapun pada yang kalah. Pada akhirnya para Muse yang berhasil memenangkan kontes. Sebagai hukuman bagi Thamiris atas kelancangannya, para Muse membutakan matanya dan menghilangkan kemampuannya dalam bernyanyi serta berpuisi.

[sunting] Melanippos dan Komaitho

Di kota Patrai, Akhaia, hiduplah seorang perempuan bernama Komaitho. Dia adalah pendeta perawan di kuil Artemis.
Komaitho memiliki kekasih bernama Melanippos. Melanippos mencoba mendatangi orang tua Komatho untuk melamar kekasihnya itu. Namun ayah Komaitho menolak lamaran Melanippos. Bahkan keluarga Melanippos sendiri tidak mau membantunya untuk mendapatkan Komaitho.
Komaitho dan Melanippos menjadi putus asa karena tak bisa menikah. Akhirnya saking putus asanya dan besarnya hasrat keduanya, mereka tidak memedulikan lagi hal-hal lainnya dan langsung berhubungan seksual di kuil Artemis.
Artemis marah karena ternyata pendetanya sendiri yang menodai kuil sucinya. Artemis lalu menghukum mereka dengan mengirim wabah penyakit dan kelaparan ke kota Patrai.
Para penduduk Patrai meminta nasehat pada orakel Delphi, Sang orakel memberitahu mereka bahwa dewi Artemis sedang marah karena kuilnya telah dinodai. Untuk menenangkan sang dewi, penduduk Patrai harus mengorbankan Melanippos dan Komaitho, selain itu para penduduk harus memberikan persembahan seorang pria dan perempuan muda setiap tahun untuk Artemis, dan itu harus terus dilakukan sampai datang seorang raja dari tanah asing yang membawa dewa baru.
Para penduduk kembali ke Patrai dan langsung mengorbankan Melanippos dan Komaitho di altar Artemis. Sejak itu, setiap tahunnya seorang pemuda dan seorang perawan dikorbankan untuk Artemis.
Kebiasaan ini terus berlangsung sampai akhirnya datanglah Euripilos yang membawa patung dewa Dionisos. Berkat kedatangan Euripilos ini, kebiasaan berdarah itu pun dihentikan.

[sunting] Kisah Perang

[sunting] Perang Amazon

Kaum Amazon adalah sebuah kaum yang terdiri dari para prajurit perempuan yang tangguh. Tugas kesembilan Herakles adalah mengambil sabuk Hippolita, ratu Amazon. Hippolita bersedia memberikannya dengan sukarela tetapi terjadi kekacauan dalam prosesnya akibat ulah Hera sehingga Herakles malah membunuh Hippolita. Sementara teman Herakles, Theseus raja Athena, menculik saudari Hippolita, Antiope, dan membawanya ke Athena untuk dijadikan istri.
Feuerbach Amazonenschlacht 1873.jpg
Untuk menyelamatkan Antiope, membalas kematian Hippolita, dan mengambil kembali sabuk Hippolita, kaum Amazon pun menyerang kota Athena, maka terjadilah Amazonomakhia: sebuah pertempuran antara Athena, yang dipimpin oleh Theseus dengan dibantu Herakles, melawan kaum Amazon yang dipimpin oleh Orithia. Perang ini disebut juga Perang Attika.
Dalam perang ini, Antiope ikut membantu kaum Amazon. Dia bertarung dan terluka parah sampai-sampai tidak mampu lagi mempertahankan diri dari Theseus dan Herakles. Salah seorang Amazon bernama Molpadia akhirnya membunuh Antiope dengan panah supaya tidak disakiti lagi oleh Theseus.
Pada akhirnya pasukan Athena berhasil memukul mundur kaum Amazon. Pemimpin pasukan Amazon, Orithia, membangun makam Antiope di Athena. Orithia sendiri meninggal dunia dalam perjalanan pulang akibat luka-lukanya.

[sunting] Perang Kentaur

Pirithos, raja bangsa Lapith, mengadakan pesta pernikahan dan banyak orang diundang termasuk para Kentaur, makhluk setengah kuda setengah manusia. Dalam pesta tersebut, para Kentaur meminum anggur sehingga sisi liar mereka muncul. Ketika mempelai wanita hadir untuk menyapa para tamu, Kentaur Eurition melompat dan berusaha memerkosanya. Semua Kentaur lainnya langsung mengikuti aksi Erition dan berusaha memperkosa para perempuan dan anak-anak yang ada di sana. Orang-orang Lapith tentu saja balas menyerang pada para kentaur. Pertempuran pun terjadi antara para Kentaur melawan bangsa Lapith. Pertempuran itu disebut Kentauromakhia.
Kentauromakhia.jpeg
Dalam pertempuran itu, Theseus ikut membantu bangsa Lapith. Mereka memotong hidung dan telinga Eurition lalu melemparnya. Seorang prajurit Lapith bernama Kaineus berhasil membunuh banyak Kentaur dan tidak terluka karena dia diberkahi kekebalan tubuh oleh dewa Poseidon. Seorang Kentaur menindihnya dengan batang pohon besar sampai dia terjatuh ke bawah tanah.
Bangsa Lapith akhirnya berhasil mengalahkan para Kentaur dan mengusir mereka ke barat laut, jauh dari Thessali, tempat tinggal bangsa Lapith.

[sunting] Perang Troya


Paris dan tiga dewi
Dua dewa utama, Zeus dan Poseidon, bernafsu pada Thetis, dewi laut. Mereka berusaha sebisa mungkin untuk memperkosanya. Namun tiba-tiba Themis (atau Prometheus) meramalkan bahwa putra yang dilahirkan Thetis akan menjadi lebih kuat dari ayahnya. Setelah mengetahui ramalan itu, Zeus dan Poseidon tak lagi berminat pada Thetis. Zeus lalu menikahkan Thetis dengan Peleus.
Pada pesta pernikahan Peleus dengan Thetis, semua dewa-dewi diundang, kecuali Eris, dewi perselisihan. Marah, Eris akhirnya melempar sebuah apel emas ke tengah-tengah para hadirin. Apel tersebut bertuliskan "Untuk yang Tercantik". Tiba-tiba tiga orang dewi mengklaim diri masing-masing sebagai pemilik apel tersebut, mereka adalah Hera, Athena, dan Afrodit.
Tiga dewi itu meminta Zeus untuk memutuskan siapa yang berhak atas apel tersebut. Namun Zeus tidak mau dan menyuruh mereka meminta keputusan pada Paris, pangeran Troya putra Priamos dan Hekabe.
Ketiga dewi tersebut kemudian mendatangi Paris dan menawarkan berbagai hadiah sebagai imbalan jika Paris memilih mereka. Athena berjanji akan menjadikannya pemimpin perang yang berjaya, Hera menawarkan untuk menjadikannya raja yang sangat kaya, sedangkan Afrodit menawarkan wanita tercantik di dunia, Helena dari Sparta. Paris akhirnya memihak Afrodit dan memberikan apel emas itu pada sang dewi, dengan demikian menyatakan bahwa Afrodit adalah dewi tercantik. Keputusan ini membuat Hera dan Athena murka, dan akibatnya akan terlihat pada perang Troya.

Helena dan Paris
Sebenarnya Paris saat itu sudah mempunyai istri, yaitu seorang nimfa gunung bernama Oinone. Namun demi Helena, Paris pun meninggalkan istrinya. Oinone berkata pada Paris bahwa jika nanti Paris terluka, Oinone selalu bersedia untuk menyembuhkannya. Oinone berharap suaminya suatu saat akan kembali. Sementara Helena di Sparta juga sudah mempunyai suami, yaitu Menelaos, raja Sparta.
Saudara-saudara Paris, Helenos dan Kassandra, bisa melihat masa depan dan mereka melihat bahwa perjalanan Paris ke Sparta akan membawa kehancuran bagi Troya. Mereka pun memperingatkan Paris. Namun Paris tidak peduli dan tetap nekat untuk berlayar ke Sparta bersama sepupunya Aineias.
Di Sparta, Paris disambut oleh Menelaos dan Helena. Afrodit lalu membuat Helena jatuh cinta pada Paris. Ketika Menelaos pergi ke Kreta untuk menghadiri upacara pemakaman kakeknya, Paris mengajak Helena kabur ke Troya. Helena bersedia dan dia pun mengikuti Paris dengan membawa serta banyak harta dari Sparta. Helena juga meninggalkan putrinya yang bernama Hermione di Sparta.

[sunting] Sekilas tentang Helena

Helena dari Sparta adalah perempuan yang sangat cantik sehingga dia diminati oleh para raja di Yunani. Tindareos, ayah Helena, khawatir bahwa jika nanti Helena sudah memilih suami, para calon yang lain akan memusuhi pria pilihan Helena. Odisseus, raja cerdas dari Ithaka, memberi penyelesaian pada kekhawatiran Tindareos. Dia mengusulkan bahwa setiap calon yang meminati Helena harus terlebih dulu bersumpah bahwa mereka akan menerima siapapun yang nantinya dipilih oleh Helena. Mereka juga harus bersumpah untuk membantu Helena dan suaminya jika ada yang menganggu pernikahan mereka. Yang tidak mau ikut bersumpah tidak berhak menjadi calon suami Helena.
Untuk menarik hati Helena, para raja di Yunani memberinya berbagai hadiah, di antarnya adalah benda-benda yang terbuat dari emas, seperti mangkuk emas, kuali emas, ataupun kaki-tiga dari emas
Pada akhirnya Helena memilih Menelaos sebagai suaminya. Menelaos adalah putra Atrios dan saudara Agamemnon, raja Mikenai. Menelaos menikahi Helena dan menggantikan Tindareos sebagai raja Sparta.
Odisseus juga merupakan salah satu pelamar Helena, tapi dia tahu dia tidak akan dipilih. Tindareos membantu Odisseus dalam usahanya mendapatkan Penelope, sepupu Helena. Odisseus pada akhirnya berhasil menikahi Penelope setelah mengalahkan para pelamar lainnya dalam lomba lari.

Ketika tahu bahwa Paris membawa pergi istrinya, Menelaos langsung memanggil para bekas pelamar Helena. Sesuai sumpah mereka dulu, mereka harus membantu Menelaos mendapatkan Helena kembali. Maka Menelaos berhasil mendapat bantuan pasukan dari seluruh Yunani. Agamemnon, saudara Menelaos dan raja Mikenai, membawa seratus kapal dan didaulat sebagai pemimpin pasukan gabungan Yunani.
Agamemnon dan Menelaos tahu dari Kalkhas sang peramal bahwa Troya tak akan bisa dikalahkan tanpa dua pahlawan, yakni Akhilles dan Odisseus.

[sunting] Odisseus


Palamedes hendak meletakkan Telemakhos di depan bajak yang dibawa oleh Odisseus.
Odisseus adalah putra Lairtes dan Antikleia. Odisseus terkenal akan kecerdasan dan kecerdikannya. Odisseus tidak mau ikut serta dalam pasukan Yunani, karena menurut ramalan, dia baru bisa pulang ke Ithaka dua puluh tahun setelah perang Troya usai. Padahal Odisseus baru saja memiliki anak dari pernikahannya dengan Penelope. Putra Odisseus itu diberi nama Telemakhos.
Ketika Menelaos, Nestor, dan Palimedes tiba untuk mengajak Odisseus, sang pahlawan pura-pura menjadi gila. Odisseus membajak ladang dengan kuda dan lembu serta bertingkah aneh. Odisseus juga menaburkan garam di ladang.
Palamedes, putra Nauplios, juga merupakan orang yang cerdas. Palamedes tahu bahwa Odisseus hanya berpura-pura. Palamedes merebut Telemakhos dari pangkuan Penelope dan menempatkan sang bayi di depan bajak yang sedang diarahkan oleh Odisseus. Odisseus terpaksa harus membanting bajaknya ke pinggir supaya tidak mengenai putranya, dan tipu daya Odisseus pun terbongkar. Maka Odisseus pun tak punya pilihan lain selain bergabung dengan Agamemnon. Dari Ithaka, Odisseus membawa dua belas kapal.
Odisseus tidak pernah memaafkan Palamedes karena telah membongkar muslihatnya. Ketika sampai di Troya, Odisseus membalas dendam pada Palamedes.

Khiron mengajari Akhilles memanah.

[sunting] Akhilles

Akhilles adalah putra Peleus dan Thetis. Dia dibesarkan oleh Khiron sang Kentaur bijak. Di Gunung Pelion, Khiron mengajari Akhilles berburu dan bertarung.
Thetis bisa melihat masa depan. Dia tahu bahwa putranya akan berjaya dalam perang Troya, namun Thetis juga tahu harga yang harus dibayar untuk itu, umur yang pendek. Thetis mau putranya berumur panjang, maka Thetis pun berusaha menyembunyikan Akhilles supaya tidak ikut dalam Perang Troya. Thetis membuat Akhilles mengenakan pakaian perempuan dan memanjangkan rambut Akhilles. Thetis juga membawanya ke ruangan perempuan di istana raja Likomedes di Skiros.
Ketika tinggal di istana Likomedes, Akhilles berhubungan dengan Deimedeia, putri sang raja, dan mereka memiliki seorang putra yang diberi nama Neoptelemos. Putra Akhilles ini ikut berperang pada masa-masa akhir Perang Troya.
Menelaos, Nestor dan Odisseus pergi ke Skiros untuk merekrut Akhilles. Tetapi mereka tidak bisa menemukan Akhilles karena penyamaran yang diberikan oleh Thetis pada Akhilles begitu sempurna. Maka Odisseus pun menggunakan otaknya.
Odisseus membawa banyak hadiah untuk para perempuan di istana Likomedes, seperti misalnya pakaian, perhiasan, dan parfum. Selain itu, ada juga tombak, pedang, dan perisai.
Odisseus lalu mengatur supaya terompet perang di istana dibunyikan, yang menandakan bahwa istana sedang diserang. Para perempuan berlarian ketakutan, sedangkan Akhilles mengambil tombak dan perisai lalu maju ke depan. Maka para pemimpin Yunani pun berhasil menemukan Akhilles.

Akhilles di antara para putri Likomedes.
Setelah penyamarannya diketahui dan diajak untuk ikut serta dalam Perang Troya, Akhilles ternyata sangat ingin ikut. Dia lebih memilih hidup yang singkat dan luar biasa daripada hidup lama dan biasa saja. Akhilles kemudian kembali ke kerajaan ayahnya, Phthia (Thessali selatan). Di sana, ayahnya memberi Akhilles lima puluh kapal beserta pasukan Mirmidon. Akhilles juga memperoleh beberapa senjata dari ayahnya, di antaranya adalah baju perang (yang merupakan hadiah pernikahan ayahnya) buatan Hefaistos, pedang, kereta perang beserta dua kuda surgawi (Xanthos dan Balios). Selain itu Akhille mendapat tombak dari ayahnya (atau dari Khiron) yang dibuat dari kayu pohon abu di Gunung Pelion.
Akhilles berusia lima belas tahun ketika bergabung dengan pasukan Yunani.
Sebelum berangkat ke Troya, Thetis memperingatkan putranya untuk tidak membunuh Tenes, putra Apollo dan raja pulau Tendos, karena jika Akhilles membunuhnya maka Akhilles akan mati di tangan Apollo. Akhilles juga diperingatkan bahwa prajurit Yunani yang pertama menginjakkan kaki di tanah Troya akan menjadi prajurit pertama yang gugur dalam Perang Troya.

Dengan bergabungnya Odisseus dan Akhilles, maka lengkaplah pasukan Yunani. Seluruh pasukan berkumpul di Aulis, Boiotia, beserta ribuan kapal mereka. Para pemimpin Yunani lalu sepakat mengangkat Agamemnon sebagai pemimpin pasukan gabungan Yunani itu.
Agamemnon memberi korban untuk para dewa. Ketika mereka memberi korban Apollo, Kalkhas sang peramal memberitahu bahwa perang akan berlangsung selama sepuluh tahun, karena seekor ular memakan delapan bayi burung pipit dari sebuah sarang, namun ketika memakan bayi kesembilan, ular tersebut berubah menjadi batu.
Pasukan Yunani kemudian berlayar ke Troya. Mereka mendarat di Misia dan menyerang kota Teuthrania karena menyangka itu adalah Troya.
Telefos, putra Herakles dan Auge, adalah raja Teuthrania, dia dengan gigih mempertahankan kerajaannya dan membunuh banyak prajurit Yunani, termasuk raja muda Thersander dari Thebes. Akhilles berhasil melukai Telefos dalam suatu baku hantam. Ketika pasukan Yunani sadar bahwa mereka tidak sedang menyerang Troya, mereka pun berlayar kembali untuk benar-benar menuju Troya. Namun perjalanan mereka dihadang badai sehingga mereka mesti kembali ke Yunani dan berkumpul kembali ke Aulis.
Sementara itu, luka Telefos tidak bisa sepenuhnya sembuh. Telefos bertanya pada orakel Apollo dan Telefos diberitahu bahwa lukanya hanya bisa sembuh dengan tombak yang telah melukainya. Telefos lalu menyamar sebagai pengemis dan menculik Orestes, putra Agamemnon dan Klitaimnestra. Telefos mengancam akan membunuh Orestes kecuali Akhilles bersedia menyembuhkannya, akan tetapi Akhilles bukanlah seorang penyembuh dan tak tahu cara mengobati luka.
Pertama-tama, Agamemnon membuat kesepakatan dengan Telefos. Telefos akan memandu armada Yunani menuju Troya, dan tidak akan menolong mertuanya, raja Priamos, pada perang. Setelah itu, Kalkhas sang peramal memberitahu Akhilles untuk menggores luka Telefos dengan ujung tombaknya. Seketika itu juga luka Telefos langsung sembuh
Namun ternyata armada Yunani tidak bisa meninggalkan pelabuhan dikarenakan adanya angin kencang yang bertiup selama berbulan-bulan. Kalkhas mengungkap bahwa badai yang membawa mereka kembali ke Yunani, dan angin yang memerangkap mereka di pelabuhan, terjadi karena dewi Artemis sedang marah. Kemarahan Artemis kemungkinan disebabkan Agamemnon tidak memberikan korban padanya ketika memberikan korban pada dewa-dewa lainnya, atau karena Agamemnon membunuh rusa di hutan suci, kemudian menyombong bahwa dia adalah pemburu yang lebih hebat dari Artemis.
Kalkhas sang peramal memberitahu Agamemnon bahwa kemarahan Artemis baru bisa reda hanya jika Agamemnon mau mengorbankan putrinya Ifigeneia pada Artemis.

Pengurbanan Ifigeneia

Kaki Filoktetes terluka setelah digigit ular berbisa.
Pada awalnya, Agamemnon menolak usulan itu. Para pemimpin Yunani lainnya terus memaksa Agamemnon, bahkan mengancam akan mencopotnya dari jabatan pemimpin pasukan gabungan Yunani. Akhirnya Agamemnon bersedia mengurbankan putrinya.
Ifigeneia tentu saja tidak akan mau datang ke Aulis jika tahu bahwa dia hendak dikurbankan. Odisseus pun mengusulkan sebuah ide. Mereka mengirim surat pada Ifigeneia yang memberitahu bahwa Ifigeneia akan dinikahkan dengan Akhilles.
Ifigeneia tiba di Aulis beserta ibunya, Klitaimnestra, dan akhirnya mereka tahu bahwa surat itu hanyalah tipuan. Akhilles sendiri marah pada Agamemnon ketika tahu bahwa namanya digunakan untuk menipu orang lain. Akhilles berniat untuk melindungi Ifigeneia supaya tidak dikorbankan, namun Ifigeneia dengan rela menerima takdirnya dan bersedia untuk dikorbankan.
Di altar pengorbanan, ketika pendeta hendak mengorbankan Ifigeneia, tiba-tiba awan tebal menutupi altar. Ketika awan itu menghilang, Ifigeneia juga ikut hilang, dan altar itu kini ditempati oleh seekor rusa. Ternyata Artemis telah mengambil Ifigeneia dan menggantikannya dengan seekor rusa. Ifigeneia kemudian dibawa ke Aulis oleh Artemis dan menjadi pendeta bagi sang dewi, sampai kelak Ifigeneia akan diselamatkan oleh saudaranya Orestes setahun setelah perang.
Menurut versi yang berbeda, Ifigeneia memang mati dalam pengurbanan tersebut. Sementara dalam versi lainnya, Ifigeneia diubah oleh Artemis menjadi dewi Hekate. Versi manapun yang benar, angin yang mengurung armada Yunani akhirnya hilang dan pasukan Yunani pun bisa berlayar ke Troya dengan dipandu oleh Telefos. Mereka berhenti sejenak di pulau Lemnos. Di sana, Filoktetes pergi berburu dan digigit oleh ular berbisa. Lukanya tidak mau sembuh dan semakin lama semakin parah. Akibatnya, Filoktetes pun ditinggalkan di pulau tersebut sementara prajurit Yunani lainnya melanjutkan perjalanan.
Armada Yunani berhenti lagi di pulau Tendos. Di sana, pasukan Yunani bertempur dengan pasukan yang dipimpin oleh raja Tenes, putra Apollo. Thetis pernah memperingatkan Akhilles untuk tidak membunuh putra Apollo, namun karena sedang berada dalam pertempuran, Akhilles lupa dan membunuh Tenes.


Di antara para prajurit yang bergabung dalam pasukan Yunani, yang terhebat adalah Akhilles, pemimpin pasukan Mirmidon, Aias, pemimpin pasukan Salamis, Diomedes, pemimpin pasukan Argos, dan Odisseus, raja cerdas dari Ithaka.
Putra sulung raja Priamos, Hektor, adalah panglima perang pasukan Troya. Hektor adalah prajurit terbaik di Troya. Hektor tahu dia ditakdirkan untuk mati dalam perang, namun sebagai pewaris tahta dan putra tertua raja, dia tetap menjalankan tugasnya untuk mempertahankan Troya, meskipun perang ini dimulai oleh adiknya. Wakil Hektor sekaligus prajurit kedua terhebat di Troya adalah Aineias, putra Afrodit dan Ankhises. Sementara di pihak sekutu Troya, jenderal yang terkenal adalah Sarpedon, pemimpin Likia dan putra Zeus dan Deïdameia, serta Glaukos, putra Hippolokhos.
Sebelum armada Yunani berlabuh di Troya, Menelaos dan Odisseus datang ke Troya dan meminta supaya Helena dikembalikan. Beberapa sesepuh Troya, termasuk Antenor dari Dardania mendukung supaya Helena dikembalikan supaya tidak terjadi perang. Namun Paris tidak mau mengembalikan Helena. Paris didukung oleh Antimkahos, sesepuh Troya lainnya. Antimakhos bahkan sempat berencana membunuh Menelaos dan Odisseus kalau saja tidak dihentikan oleh Antenor.
Menelaos kembali ke kapal dan memberitakan bahwa perang tidak terhindarkan. Kapal-kapal Yunani pun berlabuh di pantai Troya namun tak ada yang mau turun karena diramalkan bahwa prajurit yang pertama menginjakkan kaki di tanah Troya akan mati pertama kali.
Odisseus kembali menggunakan akalnya. Dia melompat dari kapal dan mendarat di pantai Troya. Melihat Odisseus melompat, Protesilaos, yang berpikir Odisseuslah yang akan terkena takdir itu, akhirnya turun dari kapal dan langsung menyerang pasukan Troya. Padahal Odisseus telah terlebih dahulu melemparkan perisainya ke tanah sehingga dia mendarat di atas perisai, dan Protesilaoslah yang pertama kali menginjakkan kaki di tanah Troya. Maka Protesilaos pun mati oleh Hektor setelah sebelumnya sempat menghabisi beberapa prajurit Troya.
Pasukan Yunani dan Troya saling menyerang. Akhilles juga maju ke medan tempur. Prajurit Troya pertama yang dihadapi Akhilles adalah Kiknos, putra Poseidon. Akhilles mencoba menusuk Kiknos dengan tombak dan pedangnya namun ternyata Kiknos kebal terhadap senjata, akhirnya Akhilles menyerangnya dengan tangan kosong dan mencekiknya sampai mati.

[sunting]

Odisseus tidak pernah memaafkan Palamedes yang telah membongkar tipu dayanya dan membahayakan bayinya. Odisseus pun merancang sebuah rencana untuk menjatuhkan Palamedes. Odisseus, dengan bantuan Diomedes, membuat surat palsu yang seakan ditulis oleh raja Priamos untuk Palamedes. Odisseus juga secara diam-diam menaruh emas di tenda Palamedes. Akibatnya, Palamedes dituduh melakukan kerjasama dengan pihak Troya. Palamedes pun dihukum mati oleh pasukan Yunani.
Dalam versi lainnya, Odisseus dan Diomedes menenggelamkan Palamedes ketika dia sedang memancing.

Pada awalnya, pasukan Yunani menguasai arena pertempuran. Lalu sebuah kesepakatan dibuat antara kedua belah pihak. Diputuskan bahwa perang akan ditentukan melalui pertarungan antara Menelaos dan Paris, dua pria yang memperebutkan Helena. Jika Menelaos menang, maka Helena harus kembali ke Sparta, sebaliknya, jika Paris menang, pasukan Yunani harus angkat kaki dari tanah Troya
Menelaos terbukti merupakan petarung yang lebih baik daripada Paris, tetapi sebelum Menelaos bisa menghabisi Paris, tiba-tiba Afrodit menjauhan Paris. Meskipun begitu, sudah disepakati bahwa Menelaos memnangkan pertarungan sehingga untuk sementara terjadi gencatan senjata.
Akan tetapi Zeus mengirim putrinya Athena untuk menghentikan perdamaian itu, karena Troya ditakdirkan untuk runtuh. Athena menyamar sebagai Laodokos, putra Antenor, dan mengelabui Pandaros, pemimpin dari Zeleia, untuk meneyrang Menelaos. Pandaros merupakan salah satu pemanah terbaik di Troya. Pandaros berpikir dia akan memeproleh ketenaran jika berhasil membunuh musuh Triya. Jadi Pandaros melesatkan panahnya pada Menelaos. Namun Athena mencegah panah tersebut mengenainya.
Pihak Yunani berpikir bahwa Troya telah melanggar kesepakatan, jadi mereka langsung menggempur Troya. Kesepakatan batal dan pertempuran pun tak terelakkan.

Diomedes mengarahkan tombaknya pada dewi Afrodit.
Pahlawan dari Argos, Diomedes, menjadi prajurit Yunani terhebat pada hari itu. Diomedes membunuh banyak prajurit Troya, termasuk Pandaros. Diomedes juga melukai Aineias cukup parah. Diomedes begitu termotivasi oleh Athena, sampai-sampai dia berani melukai Afrodit ketika sang dewi hendak menyelamtkan putranya. Diomedes juga melawan Ares, yang menyamar sebagai Stentor, salah seorang prajurit Troya. Diomedes bahkan menghadapi Apollo sebelum akhirnya dipukul mundur oleh sang dewa matahari yang memperingatkannya bahwa menyerang seorang dewa adalah tindakan yang sangat bodoh.
Afrodit kembali ke Olimpus, tempat dia dihibur oleh Zeus dan disembuhkan oleh ibuuya Dione. Ares juga kemblai ke Olimpus dan mengeluh pada Zeus atas keterlibatan Athena yang menolong Diomedes. Namun Zeus sama sekali tidak bersimpati pada Ares, putranya sendiri. Zeus malah menyebut Ares sebagai pengecut yang cengeng. Di sini kita bisa melihat bahwa Athena merupakan anak favorit Zeus.
Diomedes juga bertempur dengan pemimpin Likia, Glaukos. Dua musuh ini lalu mengetahui bahwa kakek mereka merupakan sahabat-tamu. Sahabat-tamu sangat penting di Yunani. Sahabat-tamu salng bertukar hadiah dan tidak boleh saling berkelahi.
Diomedes dan Glaukos memutuskan untuk memperbaharui hubungan sahabat-tamu mereka. Mereka sepakat untuk tidak saling berkelahi, sebaagi gantinya, mereka saling bertukar baju perang. Diomedes menerima baju emas dari Glaukos, yang memperoleh baju perunggu dari Diomees.
Seiring pasukan Yunani yang semakin menguasai jalannya pertempuran, Hektor kembali ke Troya dan meminta ibunya (Hekabe) serta adiknya untuk memberi kurban pada dewi Athena, karena Athena merupakan dewi penjaga kota Troya. Di Troya, ada sebuah patung kayu Athena yang disebut Palladium, yang dibuat supaya Troya tidak ditaklukan. Tetapi Athena mengabaikan doa dan kurban para perempuan Troya. Athena masih sangat marah atas keputusan Paris yang tidak memilihnya sebagai dewi tercantik.
Sementara itu di kota, Hektor, menemui istrinya, Andromakhe, dan putranya, Astianaks di kuil Athena. Andromakhe sangat mengkhawatirkan keselamatan suaminya karena dia sudah kehilangan ayah dan kakaknya di tangan Akhilles. Hektor sendiri sudah mmengetahui kematiannya, namun sebagai komandan pasukan Troya, Hektor harus terus bertempur.
Hektor memangku Astianaks, namun helmnya ternyata membuat Astianaks ketakutan. Hektor tertawa lalu berdoa pada para dewa supaya kelak Astianaks akan seberani dirinya
Pertempuran hari itu diakhiri dengan satu pertarungan tunggal pada malam hari. Hektor berdual dengan salah seorang prajurit Yunani. banyak prajurit Yunani yang ingin bertarung dengan Hektor. Jadi mereka melakukan undian, dan Aias, putra Telamon, berhak menghadapi Hektor. Duel itu berakhir seri, dan mereka pun bertukar hadiah. Aias memperoleh pedang dari Hektor, sedangkan Hektor diberi sabuk perunggu.
Gencatan senjata selama satu hari disepakati oleh kedua belah pihak. Ini untuk memberikan waktu bagi masing-masing pihak untuk menguburkan mayat rekan-rekan mereka.
Nestor mensihati para pemimpin Yunani supaya mmebangun tembok pertahanan di sekitar kamp Yunani. Awalnya, basis pasukan Yunani tidak dilindungi oleh apapun, karena pasukan Yunani tidak merasa takut selama ada Akhilles di antara mereka. Atas nasihat Nestor, kini dinding pelindung didirikan untuk melindungi kamp dan kapal.


Athena menahan Akhilles yang sedang marah.

Thetis dan Zeus.
Pada tahun kesembilan perang, pasukan Yunani menyadari bahwa mereka tidak mungkin menang selama Trioya memperoleh pasukan dan suplai logistik dari kota-kota di sekitarnya. Maka pasukan Yunani pun berusaha menghancurkan kerajaan-kerajaan yang membantu Troya. Dalam prosesnya, Yunani tidak hanya memperoleh suplai, tetapi juga tawanan wanita
Akhilles mengambil Briseïs sebagai selirnya, sedangkan Agamemnon mengambil Khriseis, putri dari pendeta Apollo di Troya, Khrises. Ayah Khriseis sudah memohon pada Agamemnon untuk melepaskan putrinya, dan berjanji akan memberi upeti pada Agamemnon, selain itu, Khrises berjanji akan berdoa pada Apollo untuk kemenangan Yunani dalam perang itu. Namun Agamemnon menolak mentah-mentah tawaran itu. Ayah Khrises lalu berdoa pada Apollo, yang kemudian memberi wabah penyakit pada pasukan Yunani.
Akhilles mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Yunani. Hasilnya, mereka memaksa Agamemnon untuk mengembalikan Khriseis pada ayahnya. Akhilles juga memperingatkan Agamemnon bahwa mereka tak akan bisa menghadapai Troya jika mereka sekarat karena wabah. Agamemnon mengembalikan Khriseis tetapi dia kemudian merebut Briseis sebagai ganti atas selirnya yang hilang.
Akhilles marah pada perbuatan Agamemnon. Akhille pun menarik mundur pasukan Mirmidonnya dan menyatakan tidak akan ikut serta lagi dalam perang. Akhilles bukan pelamar Helena sehingga dia tidak terikat sumpah pada Agamemnon. Tidak adanya Akhilles membuat pasukan Troya bisa mengacak-acak pasukan Yunani.
Akhilles memanggil ibunya Thetis dan meminta supaya pasukan Yunani menxerita. Thetis menghadap Zeus dan menyampaikan permintaan Akhilles. Zeus bersedia dan langsung membuat pasukan Yunani terpuruk.


Akhilles dan utusan Agamemnon.
Pada hari berikutnya, pihak Yunani menderita karena pasukan Troyalah yang kini menguasai jalannya pertempuran. Zeus telah menepati janjinya pada Thetis. Zeus menyuruh semua dewa untuk tidak ikut serta dalam perang, sementara Zeus sendiri memihak Troya, akibatnya Yunani dipukul mundur dan harus berlindung di balik dinding perlindungan mereka.
Malam harinya, Nestor membujuk Agamemnon untuk meminta maaf pada Akhilles, supaya Akhilles mau kembali bertempur. Agamemnon setuju mengembalikan selir Akhilles, ditambah dengan upeti emas, sebagai kompensasi untuk Akhilleas. Agamemnon mengirimkannya melalui Nestor, Odisseus, dan Aias. Ketiga utusan ini pun mendatangi Akhilles. meskipun ketiganya adalah sahabat Akhilles, sang pahlawan tetap menolak kembali ke medan tempur. Akhilles memberitahu mereka bahwa dia tak akan mau melakukannya lagi, bahkan jika Agamemnon memberinya semua harta yang ada di Mesir. Akhilles bahkan mengancam untuk pulang ke Yunani.
Agamemnon kesal dengan balasan Akhilles dan sempat berpikir untuk mengakhiri perang lalu pulang. Nestor menyarankan untuk mengirim dua mata-mata guna mencari informasi mengenai pasukan Troya. Odisseus dan Diomedes bersedia dan kemudian dikirim ke kamp pasukan Troya.
Pada saat yang sama, Troya juga mengirim mata-mata, yang bernama Dolon. Odisseus dan Diomedes menangkap Dolon. Mereka lalu memperoleh informasi bahwa Rhesos, raja Thrakia, telah tiba dengan pasukannya. Rhesos juga membawa serta kereta perang emas, yang diatrik dua ekor kuda abadi. Setelah mengorek cukup info, Odisseus dan Diomedes pun membunuh Dolon. Mereka lalu mengendap-endap ke kamp pasukan Thrakia. Diomedes membunuh dua belas bangsawan Thrakia yang sedang tidur, termasuk Rhesos. Diomedes dan Odisseus juga mencuri kuda-kuda abadi Rhesos, lalu kembali ke kamp Yunani.

Pada hari berikutnya, baku hantam berlanjut. Pada awalnya Yunani mampu mengusir pasukan Troya. Tetapi pada pertengahan pagi, pasukan Troya mulai bisa menyerang balik. Beberapa jam sebelum siang, tiga pemimpin Yunani terluka: Agamemnon, Odisseus, dan Diomedes.
Agamemnon membunuh banyak prajurit Troya pada hari itu, namun dia menderita luka parah di lengannya akibat serangan Koon, putra Antenor. Agamemnon sempat berhasil membunuh Koon sebelum mundur ke front belakang.
Diomedes dan Odisseus bertempur berdampingan, tanpa ampun mereka membunuh banyak prajurit Troya. Bersama-sama mereka berhadapan dengan Hektor. Diomedes melemparkan tombaknya pada Hektor dan mengenai helm Hektor. Hektor sempoyongan dan terjatuh. Diomedes mendekatinya untuk menewaskannya, namun Apollo menjauhkan Hektor. Diomedes mengejar Hektor tetapi kakinya dipanah oleh Paris sehingga Diomedes harus mundur dan meninggalkan Odisseus sendirian di garis depan.
Odisseus ragu pakah harus mundur mengikuti prajurit Yunani lainnya atau terus maju. Odisseus mengingatkan dirinya bahwa dia adalah pemimpin Ithaka dan tidak boleh bertindak pengecut. Maka Odisseus terus menyerang dan berhasil membinasakan lima prajurit Troya. Tiba-tiba seorang prajurit Troya bernama Sokos muncul dan melukai Odisseus. Ketika Sokos hendak muncul, Odisseus langsung membunuhnya dengan tombak. Melihat Odisseus terluka, sekumpulan prajurit Troya langsung mengepungnya. Menelaos dan Aias tiba tepat waktu untuk menyelamatkan Odisseus.
Dengan mundurnya para pemimpin terbaik Yunani, pasukan Yunani pun terpaksa harus kembali berlindung di balik dinding pertahanan mereka. Pemimpin Yunani lainnya, Euripilos, terluka pada bagian kakinya akibat panah Paris. Euripilos kembali ke kamp dan lukanya dibalut oleh Patroklos, sahabat Akhilles dan putra Menoitios. Ketika tahu bahwa Yunani sedang terdesak, Patroklos sadar bahwa mereka membutuhkan Akhilles. Maka Patroklos berangkat menuju kamp Akhilles.
Zeus dan Apollo memberi dukungan pada Troya sehingga pasukan Troya bisa menembus dinding pertahanan Yunani dan memasuki wilayah kamp Yunani. Aias dengan gagah berusaha mempertahankan kapal-kapal Yunani namun tetap gagal mencegah Hektor yang membakar satu kapal.
Ketika Akhilles melihat ada kapal yang terbakar, dia mengizinkan Patroklos untuk memimpin pasukan Mirmidon guna memukul mundur pasukan Troya. Akhilles juga meminjamkan baju perangnya pada Patroklos sembari memberitahunya bahwa jika pasukan Troya sudah keluar dari wilayah kamp Yunani, maka Patroklos harus segera kembali ke kamp.

Pasukan Yunani dan Troya saling berebut jenazah Patroklos.

Akhilles meratapi kematian Patroklos.
Melihat Patroklos yang mengenakan baju perang Akhilles, pasukan Troya menyangka itu adalah Akhilles, akhirnya Troya pun berhasil dipukul mundur oleh pasukan Mirmidon yang dipimpin Patroklos. Dalam prosesnya, Patroklos membunuh Sarpedon dari Likia. Apollo lalu mengrim Hipnos dan Thanatos untuk membawa jenazah Sarpedon kembali ke Likia untuk dikuburkan secara layak.
Meskipun sudah diwanti-wanti oleh Akhilles, Patroklos terus saja maju menyerang walaupun pasukan Troya sudah mundur dari kamp Yunani. Maka Apollo memukul kepala Patroklos, sementara Euforbos dari Dardania melukai Patroklos. Patroklos pun menjadi lemah dan tak berdaya. Pada saat itulah Hektor muncul dan menewaskan Patroklos. Hektor lalu mencopot baju perang Akhilles yang dipakai Patroklos dan memakainya.
Aias dan Menelaos berhasil mengambil tubuh Patroklos namun di kemudian terjadi pertempuran untuk memperebutkan jenazah Patroklos. Pada saat yang sama, Akhilles mendengar berita bahwa Hektor telah membunuh sahabatnya. Akhilles tak bisa datang langsung ke tempat pertempuran karena baju perangnya telah diambil Hektor. Athena muncul dan menyuruh Akhilles untuk pergi ke puncak dinding Yunani dan berteriak tiga kali. Akhilles melakukan saran Athena. Semua orang mendengar teriakan Akhiles dan menengok ke aats dinding. Dengan matahari terbenam di belakangnya, Akhilles nampak seperti dewa matahari. Pasukan Troya pun dengan tergesa-gesa mundur dan kembali ke kota mereka.
Akhilles sangat berduka atas kematian Patroklos. Dia kini menyadari bahwa keangkuhannya telah membuat sahabat baiknya mati. Akhilles akhirnya memutuskan untuk kembali bertempur dan membalas kematian Patroklos.


Thetis memberi peralatan perang baru pada Akhilles,
Akhilles memperoleh baju dan senjata perang baru dari ibunya, Thetis. Peralatan perang tersebut dibuat oleh Hefaistos, dewa pandai besi. Dengan peralatan perang baru ini, Akhilles berniat mencari dan menghabisi Hektor.
Pada pagi harinya, Akhiiles tidak mau sarapan pagi. Odisseus tahu bahwa Akhilles tak akan menang jika tidak sarapan, maka Odisseus menyuruhnya untuk makan namun Akhilles tetap tidak mau makan sebelum kematian Patroklos terbalaskan.
Bahkan Zeus setuju dengan pendapat Odisseus tentang makan sebelum perang. Zeus pun mengirim Athena untuk mengisi perut Akhilles dengan nektar dan ambrosia.
Zeus menyatakan bahwa para dewa boleh berpartisipasi lagi dalam perang. Zeus melakukannya karena telah memenuhi janjinya pada Thetis. Alasan lainnya adalah untuk mencegah Akhilles menaklukan Troya hari itu. Kota Troya tidak boleh jatuh sebelum waktunya. Ini menunjukkan bahwa Akhilles bisa mengubah sejarah kalau saja nafsu dendamnya tidak diawasi oleh para dewa.
Akhilles berangkat menuju Troya. Dalam perjalannya dia dihadang oleh banyak prajurit Troya, namun dia membunuh semua yanng menghalangi jalannya, sementara para prajurit Troya lainnya kabur tunggang-langgang. Bahkan Aineias juga nyaris dibunuh oleh Akhilles, kalau saja tidak diselamatkan oleh Poseidon. Dewa Poseidon, yang pada dasarnya mendukung Yunani, memberitahu Aineias bahwa Aineias ditakdirkan untuk menjadi pemimpin Troya di masa depan.
Polidoros, putra bungsu raja Priamos, tidak selamat dari amukan Akhilles. Sebenarnya Priamos sudah melarang Polidoros bertempur, namun Polidoros keras kepala dan tetap nekat menghadapi Akhilles. Polidoros adalah seorang pelari cepat, namun hari itu dia kalah cepat oleh tombak Akhilles.
Hektor melihat adik laki-lakinya mati oleh Akhilles. Hektor pun berniat membalas dendam. Akhilles melihat Hektor dan hendak langsung membunuhnya, namun Apollo menjauhkan Hektor karena belum waktunya bagi Hektor untuk mati. Mengetahui incarannya kabur, Akhilles semakin murka.

Akhilles mengamuk di sungai Skamandros.
Akhilles beraksi tanpa ampun, dia membunuh banyak sekali prajurit Troya di sungai Skamandros. Saking banyaknya korban Akhilles, sungai itu menjadi tertutupi oleh mayat dan darah. Likaon, putra Priamos dan Laothoe, memohon ampun pada Akhilles dan menawarkan upeti. Akhilles pernah menangkap Likaon pada hari pertama perang, dan kemudian melepaskannya demi upeti yang besar. Tetapi hari ini Akhilles tidak peduli pada harta. Akhilles menusuk leher Likaon dengan pedangnya lalu melemparkan mayatnya ke sungai.
Sebelumnya dewa sungai Skamandros sudah memperingatkan Akhilles untuk tidak mengotori air sungainya, namun Akhilles tidak peduli. Dewa sungai pun berusaha menenggelamkan Akhilles. Hera melihat ini dan menyuruh putranya Hefaistos untuk mencegahnya. Hefaistos mendatangi Skamandros dan mengancam akan mengeringkan air sungainya dengan api jika tetap nekat menenggelamkan Akhilles. Skamandros terpaksa menuruti perintah Hefaistos.
Pertempuran tidak hanya terjadi di tanah Troya. Di Olimpus juga, para dewa mendukung pihak yang disukainya. Hera, Poseidon, Athena dan Hefaistos memihak Yunani, sedangkan Apollo, Artemis, Afrodit, dan Ares mendukung Troya.
Ares mencoba menyerang Athena dengan tombaknya. Athena dengan tenang melemparkan batu pada Ares sampai Ares terjatuh. Afrodit bergegas menolong kekasihnya namun wajahnya dipukul oleh Athena. Akibatnya Ares dan Afrodit terbaring tak berdaya. Sementara itu Posiedon menantang Apollo berkelahi namun Apollo tidak terpancing.
Di dekat mereka, Hera merebut busur panah Artemis dan memukul telinganya. Artemis menangis dan berlari mendatangi Zeus. Zeus sendiri tertawa-tawa melihat kekonyolan ini.

Akhilles membunuh Hektor.
Sementara itu Akhilles masih mengamuk dan membunuhi pasukan Troya. Apollo menyamar sebagai Agenor, putra Antenor, dan menyuruh Ankhises serta prajurit Troya lainnya untuk mengikutinya dan berlindung di balik dinding kota Troya. Berkat panduan Apollo, para prajurit Troya bisa selamat.
Hanya Hektor yang tetap berada di luar, namun dia kehilangan keberaniannya ketika melihat Akhilles berlari ke arahnya. Akhilles mengejar Hektor dan mengelilingi kota Troya tiga putaran. Athena menyamar sebagai Deifobos, saudara Hektor, dan mengatur supaya Hektor berhadapan dengan Akhilles. Ketika melihat bahwa di dekatnya ada saudaranya, Hektor pun berhenti di gerbang Skaia, dia berpikir tidak akan sendirian melawan Akhilles. Namun setelah itu Athena pun menghilang.
Apollo, pelindung Hektor, meninggalkan pahlawan Troya tersebut, sedangkan Akhilles dibantu oleh Athena. Hektor benar-benar sendirian dalam menghadapi Akhilels. Zeus mengagumi kehebatan Hektor, tetapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena Hektor ditakdirkan mati pada hari itu.
Hektor meminta pada Akhilles supaya Akhilles bersedia menguburkan mayatnya seandainya Hektor kalah dan mati. Namun Akhilles terlalu dendam dan berkata bahwa dia akan membiarkan mayat hektor membusuk dan dimakan oleh burung hering.
Mereka saling melempar tombak. Athena mengambil tombak Akhilles dan memberikannya lagi pada Akhilles sedangkan Hektor hanya tinggal bersenjatakan pedang. Dengan gagah berani Hektor menghunus pedangnya dan berlari menuju Akhilles. Akhilles mengangkat tombaknya, mengarahkannya pada Hektor, dan dengan amarah membara, Akhilles melemparkan tombaknya pada Hektor.
Tombak tersebut menusuk tubuh Hektor.
Hektor terjatuh dan akhirnya mati. Akhilles lalu mencopot baju perang miliknya yang dipakai oleh Hektor. Setelah itu Akhilles menalikan mayat Hektor pada kereta perangnya dan menyeret mayat Hektor sampai kamp Yunani.

Akhilles menyeret jenazah Hektor

Troya dilanda rasa duka cita yang amat mendalam. Yang paling berduka adalah Priamos dan Hekabe, orang tua Hektor, serta Andromakhe, istri Hektor yang kini menjadi janda
Tubuh Hektor diperlakukan secara tidak layak oleh Akhilles, dan Zeus tidak suka itu. Zeus menyuruh Apollo untuk menaburkan ambrosia di atas jenazah Hektor sehingga tidak akan membusuk atau rusak.
Selama dua belas hari, Akhilles berduka atas kematian Patroklos. Pada suatu malam, arwah Patroklos mendatangi Akhilles dan memintanya untuk memakamkannya. Sebuah upacara pemakaman digelar pada pagi harinya dengan disertai pengorbanan dua belas tawanan Troya.
Perlombaan olahraga digelar untuk mengenang Patroklos. Akhilles yang menjadi penyelenggaranya sedangkan para pemimpin Yunani lainnya menjadi pesertanya. Cabang olahraga yang diperlombakan antara lain lain gulat, tinju, panahan, balap lari, dan balap kereta perang.

Priamos memohon pada Akhilles.
Dengan bantuan Hermes, raja Priamos bisa menyusup secara diam-diam ke kamp Yunani dan mendatangi Akhilles. Priamos memohon pada Akhilles untuk mengembalikan mayat putranya. Priamos mengingatkan Akhilles bahwa setiap ayah pasti sangat peduli pada anaknya, dan pasti ayah Akhilles juga begitu. Akhilles memerlakukan Priamos dengan sopan dan hormat. Akhilles tahu bahwa kematiannya akan tiba tak lama lagi, sesuai ramalan ibunya. Akhirnya Akhilles mengembalikan jenazah Hektor pada Priamos, bahkan Akhilles menyatakan adanya dua belas hari gencatan senjata untuk memberi waktu bagi pemakaman Hektor.
Priamos membawa jenzah Hektor kembali ke Troya. Di sana dilaksanakan upacara pemakaman Hektor. Bahkan Helena sangat berdukacita, karena Hektor memerlakukan Helena dengan hormat, ketika orang-orang Troya lainnya memandang Helena sebagai penyebab perang. Walaupun telah tiada, Hektor tetap dikenang, dialah "Hektor, Sang Penjinak Kuda."


Akhilles meratapi jenazah Penthesileia.
Troya kembali memperoleh bantuan, kali ini datang dari bangsa Amazon, kemudian nantinya dari bangsa Ethiopia, atau dari bangsa Assyria.
Ratu Amazaon, Penthesileia, adalah putri dewa Ares dan saudari Hippolita. Ketika dia tiba di Troya, dia menyombongkan kehebatannya. Namun Andromakhe, janda Hektor, menegurnya, dan memberitahu Penthesileia bahwa ada sejumlah prajurit tangguh di pihak Yunani.
Setelah pemakaman Hektor, pasukan Yunani dan Troya kembali bertempur. Penthesileia dan pasukan Amazonnya ternyata cukup hebat. Dia membunuh banyak prajurit Yunani dan memukul mundur mereka, sebelum akhirnya sang ratu Amazon dihabisi oleh Akhilles. Salah satu orang penting di pihak Yunani yang mati oleh tombak Penthesileia adalah Makhaon, seorang tabib dan putra dewa Asklepios.
Setelah Penthesileia gugur, Akhilles melucuti baju perangnya. Akhilles terkejut ketika tahu bahwa Penthesileia masih muda dan cantik. Akhilles jatuh cinta pada sang ratu Amazon, dan menyesal mengapa terlalu gegabah membunuhnya.
Salah satu prajurit Yunani bernama Theristes mengejek Akhilles karena Akhilles meratapi kematian musuh. Akhilles marah dan meninju wajah Theristes, dan Theristes pun langsung mati seketika.
Theristes bukanlah orang yang disenangi. Ketika dia mati, hanya Diomedes, sepupunya, yang berduka untuknya. Diomedes tadinya mau membalaskan kematian Theristes, namun para pemimpin Yunani lainnya berhasil mencegah terjadinya pertarungan antara Akhilles dan Diomedes. Sebagai gantinya, Diomedes mengambil jenazah Penthesileia dan melemparkannya ke sungai. Dalam versi lainnya, jenazah Penthesileia dikirimkan kembali ke Troya untuk dimakamkan secara layak.
Sementara itu, Odisseus membantu menyucikan kembali Akhilles yang telah membunuh sesama orang Yunani. Odisseus membawa Akhilles ke pulau Lesbos, di sana Akhilles memberi korban pada Leto beserta kedua anaknya, Apollo dan Artemis.


Jenazah Akhilles.
Troya memperoleh bala bantuan lagi dari bangsa Ethiopia atau bangsa Assyria. mereka dipimpin oleh pangeran Memnon, putra Tithonos dan Eos, dewi fajar. Tithonos adalah saudara Priamos. Memnon membunuhi banyak prajurit Yunani dan memaksa mereka untuk mundur.
Ketika berusaha mundur, terjadi kekacauan pada pasukan Yunani, akibatnya Nestor, yang sudah tua, dikepung oleh musuh, termasuk Memnon. Antilokhos, putra Nestor, mencoba menyelamatkan ayahnya, namun dia dibunuh oleh Memnon. Melihat putra mati, Nestor marah dan meminta bertarung pada Memnon. Akan tetapi Memnon melihat kondisi Nestor dan berkata bahwa tidak ada gunanya bertarung dengan Nestor yang sudah tua.
Nestor lalu memanggil Akhilles dan memintanya membalaskan kematian Antolokhos. Sebenarnya Akhilles sudah diberitahu oleh ibunya bahwa kematiannya akan tiba tidak lama setelah kematian Memnon. Namun Akhilles tidak mempedulikan peringatan ibunya. Akhilles tetap bertarung dan membunuh Memnon.
Dengan matinya Memnon, pasukan Troya kehilangan nyali dan akhirnya mundur ke dalam kota, dengan dikejar oleh Akhilles. Ketika Akhilles tiba di depan gerbang Skaia, Paris mengarahkan panahnya dan membidik Akhilles. Paris lalu melepaskan anak panahnya. Anak panah tersebut diarahkan oleh Apollo sehingga tepat mengenai tumit Akhilles, yang merupakan satu-satunya bagian tubuh Akhilles yang tidak kebal terhadap senjata. Akhirnya Akhilles pun meninggal dunia.
Setelah itu terjadi baku hantam memperebutkan jenazah Akhilles. Dalam pertempuran tersebut, Aias membunuh Glaukos, pemimpin bangsa Likia. Aias lalu berusaha membawa jenazah Akhilles menuju kamp Yunani sementara Odisseus menghalau gerak maju pasukan Troya.
Ada versi lainnya mengenai kematian Akhilles. Akhilles jatuh cinta pada Polixena, putri Priamos dan Hekabe. Akhilles diam-diam mendatangi rumah Polixena. Di sana dia dibunuh oleh Paris dan Deifobos, saudara Polixena. Versi yang kedua ini memang kurang heroik namun ini menjelaskan mengapa nantinya arwah Akhilles meminta pasukan Yunani untuk mengurbankan Polixena untuknya.


Aias bunuh diri.
Ketika pemakaman Akhilles dilaksanakan di kamp Yunani, Thetis datang beserta saudari-saudarinya, para Nereid, dan mereka berduka cita atas kematian putra Thetis. Kemudian dilakukan upacara pembakaran jenazah Akhilles, dan abunya disatukan dengan abu sahabat baiknya, Patroklos.
Setelah pemakaman selesai, disepakati bahwa peralatan perang Akhilles akan diwariskan pada prajurit Yunani terhebat. Para pemimpin Yunani berdikusi dan akhirnya memilih Odisseus sebagai penerima peralatan perang Akhilles.
Namun ternyata ada yang tidak puas dengan keputusan itu, yakni Aias. Aias merasa dirinya lebih pantas sebegai penerima warisan Akhilles. Aias pun memutuskan untuk membunuh Odisseus pada malam hari. Athena, pelindung Odisseus, mengetahui rencana Aias dan langsung menggagalkannya. Athena mengacaukan pikiran Aias sehingga Aias mengira dia membunuh pemimpin Yunani yang memberi pakaian perang Akhilles pada Odisseus, padahal Aias hanya membunuh sekawanan domba. Aias lalu membunuh seekor domba besar, yang dia pikir sebagai Odisseus.
Ketika Aias kembali waras, dia langsung menyesali perbuatannya. Aias mengambil pedangnya dan bunuh diri.
Agamemnon dan Menelaos tidak mau memakamkan Aias secara layak, dan lebih suka membiarkan jenazahnya dimakan burung hering dan anjing. Saudara tiri Aias, Teuker, menuduh mereka melanggar tradisi dan merendahkan martabat Aias. Teuker nyaris bertarung dengan Atrid (Agamemnon dan Menelaos) kalau saja tidak dihentikan oleh Odisseus. Odisseus sendiri lebih setuju jika jenazah Aias dimakamkan dengan layak karena menurutnya Aias adalah prajurit yang hebat dan gagah berani.
Karena Odisseus sudah meminta begitu, Agamemnon dan Menelaos tak punya pilihan selain memakamkan Aias dengan layak. Odisseus memberitahu Teuker bahwa jika dia tahu Aias sangat menginginkan peralatan perang Akhilles, dia akan mengalah dan menyerahkannya pada Aias.
Peralatan perang Akhilles nantinya akan diberikan pada Neoptelemos, putra Akhilles. Dalam versi lainnya, peralatan perang itu dikubur bersama jenazah Aias.


Filoktetes, pemegang panah Herakles, yang sedang terluka.
Mental pasukan Yunani semakin terpuruk setelah kematian dua prajurit terhebat mereka. Sementara kota Troya masih tak punya celah untuk ditembus.
Kalkhas sang peramal memberitahu pasukan Yunani bahwa Troya tidak akan jatuh sebelum Neoptelemos, putra Akhilles, ikut serta dalam perang. Kalkhas juga bilang bahwa busur dan anak panah Herakles harus dibawa ke Troya.
Odisseus dengan mudah berhasil membujuk Neoptelemos untuk datang ke Troya dan bergabung dengan pasukan Yunani. Neoptelemos sebelumnya tinggal bersama ibunya Deidameia di pulau Skiros. Sementara itu busur Herakles dipegang oleh salah seorang pemimpin Yunani bernama Filoktetes, yang ditinggalkan oleh pasukan Yunani di pulau Lemnos karena dia digigit ular berbisa. Dia memiliki busur Herakles karena dulunya dia atau ayahnya menyalakan api pembakaran pada jenazah Herakles, sehingga ketika Herakles telah menjadi dewa, Herakles memberikan busur itu padanya.
Filoktetes masih marah pada pasukan Yunani. Ketika pasukan Yunani mendatanginya, dia berusaha membunuh Odisseus, Agamemnon, dan Menelaos, karena merekalah yang menginginkan dia ditinggalkan di pulau tersebut. Filoktets nyaris saja membunuh Odisseus, kalau saja dia tidak dihalangi oleh kemunculan Herakles. Herakles lalu membujuk Filoktetes untuk kembali bersama Odisseus ke Troya. Herakles menjanjikan bahwa Filoktetes pasti akan sembuh.
Di Troya, Filoktetes disembuhkan oleh Makhaon, seorang tabib Yunani dan putra Asklepios.
Filoktetes kemudian ikut berperang dengan menggunakan busur dan panah Herakles. Orang pertama yang dia lukai adalah Paris, dan luka tersebut amatlah parah karena panah Herakles telah diolesi darah beracun Hidra.
Ketika sedang terluka, Paris teringat kata-kata istri pertamanya, Oinone. Oinone pernah bilang pada Paris bahwa jika suatu saat Paris terluka, Oinone akan menyembuhkannya. Paris pun mendatangi Oinone, namun apa daya, Oinone sudah terlanjur benci karena Paris lebih memilih Helena daripada dia. Oinone pun tak mau menyembuhkan Paris. Akhinya Paris harus kembali ke Troya dan mati di sana. Sementara itu Oinone malah menyesali penolakannya pada Paris. Oinone pun berangkat menuju Troya dengan membawa obat-obatan untuk Paris. Ketika tahu bahwa Paris sudah meninggal, Oinone sangat berduka dan kemudian bunuh diri.
Sekutu terakhir yang datang membantu Troya adalah Euripilos, putra Telefos. Tindakan Euripilos bertentangan dengan keinginan ayahnya, karena Telefos telah berjanji pada pihak Yunani unuk tidak membantu Troya. Namun Euripilos malah datang dengan pasukan dari Misia. Euripilos berhasil menewaskan banyak sekali prajurit Yunani, termasuk Makhaon sang penyembuh. Euripilos sendiri pada akhinya dibunuh oleh Neoptelemos.


Rakyat Troya menarik kuda kayu, yang ditinggalkan oleh pasukan Yunani, ke dalam kota Troya.
Setelah kematian Paris, kedua saudaranya, Helenos dan Deifobos, saling memperebutkan Helena. Rakyat Troya akhirnya memilih Deifobos sebagai suami baru Helena.
Kecewa, Helenos memilih untuk meninggalkan kota namun ditangkap oleh Odisseus. Helenos adalah putra Pria dan Hekabe, sekaligus seorang peramal. Pasukan Yunani berhasil mengorek informasi dari Helenos bahwa Troya tak akan jatuh selama Palladium, patung Athena, masih berada di dalam kota. Maka, malam itu Odisseus dan Diomedes menyelinap ke dalam kota dan mencuri Palladium.
Pihak Yunani menyadari bahwa mereka bisa menaklukan Troya hanya jika mereka mampu memasukkan sejumlah prajurit ke dalam kota Troya. Adalah Odisseus yang memberi ide, dia mengusulkan untuk membuat sebuah kuda kayu raksasa, mengisinya dengan para prajurit terbaik Yunani, dan meninggalkannya di pantai. Pasukan tersebut akan dipimpin oleh Odisseus dan bersembunyi di dalam perut kuda raksasa itu. Setelah itu armada utama Yunani berpura-pura meninggalkan Troya padahal mereka bersembunyi di balik pulau terdekat.
Seorang mata-mata Yunani bernama Sinon sengaja ditinggalkan di Troya dan bertugas meyakinkan pasukan Troya bahwa armada Yunani telah benar-benar pergi. Dia juga meyakinkan bahwa kuda raksasa tersebut harus dibawa ke dalam kota Troya. Peramal di Troya, Kassandara dan Lakoon, hendak memperingatkan rakyat Troya untuk tidak mendengarkan kata-kata Sinon, namun tiba-tiba muncul seekor monster laut kiriman Poseidon yang memakan Lakoon dan kedua putranya. Intervensi Poseidon membuat rakyat Troya semakin yakin bahwa mereka telah menang perang, jadi mereka pun memasukkan kuda kayu raksasa itu ke dalam kota.


Penghancuran Troya.
Rakyat Troya merayakan kemenangan mereka dengan meriah sebelum kemudian mereka pergi tidur. Setelah keadaan sepi, para prajurit Yunani yang bersembunyi dalam kuda kayu akhirnya keluar dari persembunyian mereka dan membuka gerbang Troya dari dalam kota. Dengan terbukanya gerbang kota, pasukan Yunani pun bisa masuk dan mengacak-acak kota.
Pada malam itu, pertempuran besar berkecambuk di dalam kota Troya. Meskipun pasukan Troya melawan dengan gigih, namun terlalu banyak prajurit Troya yang gugur pada jam-jam pertama serangan Yunani.
Hanya ada dua pemimpin Troya (Dardania) yang selamat. Yang pertama adalah Antenor beserta keluarganya. Dia dilindungi oleh Menelaos dan Odisseus, yang menggantung kulit panther di depan pintu rumah Antenor. Ini menjadi tanda bagi prajurit Yunani bahwa rumah Antenor tidak boleh diserang.

Aineias menggendong ayahnya kabur dari Troya.
Antenor dilindungi karena dia pernah membantu pihak Yunani. Sebelum perang Troya dimulai, Antenor menasihati Priamos untuk mengembalikan Helena pada Menelaos. Selain itu, Antenor juga melindungi utusan Yunani yang datang ke Troya, sedangkan para tetua Troya yang lain ingin membunuh mereka.
Antenor memiliki seorang putra bernama Helikaon, yang ikut bertempur dan terluka. Odisseus mengenali Helikaon dan menyelamatkannya ke tempat yang aman. Dalam versi lainnya, putra Antenor yang diselamatkan oleh Odisseus adalah Glaukos. Helikaon sendiri merupakan suami Laodike, yang disebut-sebut sebagai putri Priamos dan Hekabe yang tercantik. Ketika pasukan Yunani berhasil memasuki Troya, cukup banyak yang ingin menangkap Laodike, namun tiba-tiba bumi membelah dan menelan Laodike.
Permimpin Troya lainnya yang selamat adalah Aineias, putra Afrodit dan Akhises. Ada beberapa versi mengenai bagaimana Aineias bisa kabur dari Troya. Dalam satu kisah, setelah Lakoon sang peramal Troya meninggal, Aineias pergi dari Troya beserta beberapa pengikutnya menuju Gunung Ida. Dalam versi lainnya, Aineias (dan Andromakhe) sempat ditangkap oleh Neoptelemos sebelum kemudian dibebaskan di Farsalia. Ada juga versi bahwa pasukan Yunani membiarkan Aineias pergi karena mereka tergugah oleh kebaikan Aineias, yang ketika itu menggendong ayahnya keluar dari Troya. Selain itu, ada versi bahwa Aineias memang telah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin rakyat Troya yang tersisa dan membangun peradaban di tempat baru. Menurut sumber-sumber Romawi, Aineias bermigrasi ke Italia dan menjadi leluhur dari Romulus, pendiri kota Roma.

Aias hendak memperkosa Kassandra.
Menjelang pagi, Troya telah benar-benar luluhlantak. Neoptelemos membunuh Priamos di istananya (atau di kuil Zeus). Menelaos atau Odisseus (atau keduanya) membunuh Deifobos, suami baru Helena. Astianaks, putra Hektor, juga dibunuh. Dalam satu versi, Astianaks mati setelah dilemparkan dari atas dinding Troya. Dalam versi lainnnya, Astianaks dibunuh oleh Odisseus (atau mungkin Neoptelemos).
Tiba-tiba datanglah arwah Akhilles, yang meminta supaya Polixena, putri termuda Priamos, dikorbankan. Polixena sendiri lebih memilih mati daripada menjadi budak, maka deengan sukarela dia membiarkan Neoptelemos memotong lehernya di atas makam Akhilles.
Aithra, ibu Theseus, merupakan budak Helena sejak ditangkap oleh Dioskouri. Cucu Aithra, Demofon dan Akamas, membebaskannya dan membawanya kembali ke kapal Yunani.
Kassandra, putri Priamos dan Hekabe, berusaha mencari keselamatan dengan cara berpegang pada patung Athena. Namun kemudian dia malah diperkosa oleh Aias Kecil (bedakan dari Aias Besar yang telah mati sebelum kuda Troya dibuat). Odisseus tahu tindakan ini akan membuat marah para dewa, maka dia pun menyarankan supaya Aias dihukum mati. Namun Aias menghindari hukuman dengan cara mendekatkan diri pada patung Athena yang baru saja dia nodai.
Para perempuan Troya menjadi budak dan gundik untuk para pemimpin Yunani. Neptelemos memperbudak Andromakhe, janda Hektor. Sementara Kassandra diambil oleh Agamemnon, dan Hekabe menjadi budak Odisseus.


Aias berdiri di atas batu karang dan menyombong terhadap para dewa.
Athena dan Poseidon adalah dewa yang memihak Yunani sepanjang Perang Troya. Namun kegagalan para pemimpin Yunani dalam menghukum tindakan Aias yang telah menodai altar Athena, membuat armada Yunani harus menderita kerugian dari kemarahan para dewa.
Athena meminta Poseidon menghukum armada Yunani, dan Poseidon pun mengirim badai yang menghancurkan kapal-kapal Yunani. Kapal Aias hancur namun dia masih selamat. Aias lalu memanjat ke sebuah batu karang dan menyombongkan diri bahwa dia tak bisa dibunuh bahkan oleh dewa sekalipun. Poseidon murka dan menghujamkan trisulanya pada batu karang tempat Aias berpijak. Karang tersebut terbelah dan Aias pun tenggelam ke dasar laut. Selain Aias, banyak juga para pemimpin Yunani lainnya yang mati dalam perjalanan pulang mereka.
Beberapa prajurit Lokris (anak buah Aias) berhasil selamat dan sampai di Lokris. Namun tiga tahun kemudian wabah penyakit melanda Lokris. Rakyat Lokris bertanya pada orakel dan diberitahu bahwa mereka diharuskan mmebawa sejumlah perawan Lokris ke Troya sebagai pendeta dan itu harus dilakukan selama seribu tahun. Undian dilakukan dan terpilihlah Piriboia dan Kleopatra sebagai gadis pertama yang dibawa ke Troya. Di sana, mereka bertugas menjaga kuil, hidup dalam kemiskinan, hanya mengenakan jubah, tidak mengenakan alas kaki, dan harus mencukur rambut mereka. Jika mereka mencoba kabur, mereka akan dibunuh. Mereka bertugas sampai mati. Setelah mati, gadis baru akan dikirimkan dari Lokris. Begitu seterusnya sampai waktu seribu tahun selesai.
Beberapa pemimpin Yunani berhasil menghindari badai dan kembali ke Yunani dengan selamat, sementara beberapa yang lainnya diusir dari rumah mereka atau pindah ke tempat lain seusai perang, dan mendirikan kota-kota baru di berbagai tempat di Asia Minor (Turki modern).
Kapal-kapal yang selamat dari badai masih harus menghadapi bahaya lainnya. Nauplios, ayah Palamedes, ingin membalaskan kematian putranya, yang dihukum mati oleh para pemimpin Yunani.
Ketika armada Yunani yang tersisa mendekati pulau Euboia pada malam hari, Nauplios membakar daging babi di Gunung Kaferios. Pasukan Yunani berpikir bahwa ada pelabuhan yang aman di pulau tersebur. Ketika mereka hendak berlabuh ternyata kapal-kapal mereka malah menabrak batu-batu karang dan hancur. Banyak prajurit Yunani yang terbunuh, sebagian karena tenggelam, sebagian lainnya karena menghantam karang. Maka Nauplios pun dikenal sebagai Sang Penghancur Kapal.
Amarah Nauplios tidak berhenti sampai di situ. Ketika suami-suami mereka sedang berperang, Nauplios berhasil mengajak beberapa istri dari para pemimpin Yunani untuk berselingkuh dengan pria lain. Para pemimpin Yunani yang dikhianati antara lain Agamemnon, Idomenios, dan Diomedes. Para pemimpin Yunani ini berhasil sampai di rumah dengan selamat, namun kemudian mereka mengetahui bahwa istri-istri mereka telah bercinta dengan orang lain.
Setelah sampai di Argos, Diomedes mengetahui bahwa Kometes, putra dari temannya, Sthenelos, telah memiliki hubungan asmara dengan istrinya Aigialeia, putra Adrastos. Diomedes lalu diusir oleh Kometes ke luar wilayah Argos. Diomedes berpindah ke Italia selatan, menetap di Apulia dan mendirikan kota Argiria, yang kelak disebut Arpi.
Idomenios adalah raja Kreta dan salah satu pemimpin tertua di pasukan Yunani. Istrinya bernama Meda, yang kemudian berselingkuh dengan Leukos. Akibat dari berhubungan dengan Meda, Leukos berhasil menguasai sepuluh kota di Kreta. Setelah itu Leukos membunuh Meda dan putrinya Kleisthira, lalu Leukos mengusir Idomenios keluar dari Kreta. Seperti Diomedes, Idomenios juga pindah ke Italia dan menetap di Dataran Tinggi Sallentine.
Filoktetes, pemilik panah Herakles, juga pindah ke Italia. Pertama, dia pergi ke Campania, lalu bergerak ke selatan dan terlibat dalam perang menghadapai bangsa Lucania. Filoktetes pada akhirnya bermukim di dekat Croton, di sana dia mendirikan kota Crimissa.
Kalchas sang peramal mengikuti para pemimpin bangsa Lapith, Polipoites dan Liontios, yang bermigrasi ke Kolofon di Asia Minor. Di sana mereka menemukan jasad Teiresias sang peramal buta dari Thessali, yang meninggal setelah Perang Epigoni. Untuk selanjutnya, mereka menetap di Kolofon.
Beberapa waktu kemudian, Kalkahs bertemu peramal lain bernama Mopsos, keturunan Teiresias. Kalkhas menantangnya beradu kemampuan meramal. Kalkhas bertanya pada Mopsos berapa daun yang ada di pohon ara, dan Mopsos menjawab dengan benar. Giliran Mopsos yang bertanya, dan Mopsos menanyakan berapa anak babi yang akan dilahirkan oleh seekor induk babi yang sedang hamil. Kalkhas menjawab delapan, namun ditolak oleh Mopsos yang berkata bahwa babi tersebut akan melahirkan sembilan anak babi jantan pada esok pagi. Keeseokan harinya, terbukti bahwa ramalan Mopsos akurat. Kalkhas pun mati akibat rasa frustasinya karena telah kalah. Kalkhas dikuburkan di Notion.

Sebelum meninggalkan Troya, para pemimpin Yunani melakukan pembagian budak. Hekabe, mantan ratu Troya, menjadi budak Odisseus.
Dulu, sebelum Perang Troya dimulai, Priamosdan Hekabe menitipkan salah satu putra mereka, Polidoros, di Thrakia, yang ketika itu dipimin oleh raja Polimestor. Dengan melakukannya, mereka berharap setidaknya ada putra mereka yang bakal tetap bertahan hidup setelah perang.
Dalam perjalanan pulang, Odisseus berhenti sebentar di Thrakia, dan Hekabe mengetahui bahwa raja Polimestor telah membunuh Polidoros demi uang. Hekabe marah dan membunuh Polimestor. Tindakan ini membuat para dewa murka sehingga Hekabe diubah menjadi seekor anjing.
Dalam versi lainnya, pasukan Yunani membebaskan Hekabe untuk diurus oleh Helenos. Hekabe dan Helenos lalu pergi ke Chersonese, dan entah bagaimana pada akhirnya Hekabe diubah menajdi seekor anjing. Selain itu, ada juga versi bahwa Apollo memindahkan Hekabe ke Likia.


Klitaimnestra, dengan dibujuk oleh Aigisthos di belakangnya, hendak membunuh suaminya Agamemnon yang sedang tertidur.
Menelaos marah pada para dewa karena menjadikan perangnya sangat lama. Menelaos pun tidak memberikan kurban sebelum meninggalkan Troya. Akibatnya Menelaos dan Helena harus terdampar selama tujuh tahun di Mesir. Di kemudian hari, setelah Menelaos dan Helena berhasil tiba di Sparta, Telemakhos, putra Odisseus, bertemu Menelaos dan Helena di Sparta. Telemakhos berusaha mencari tahu keberadaan ayahnya.
Saudara Menelaos, Agamemnon memperoleh Kassandra, putri Hekabe, sebagai budaknya. Agaemnon memberikan kurban pada para dewa sebelum pergi dari Troya, sehingga kapal-kapalnya tidak hancur diterjang badai. Setelah sampai di Mikenai, Agamemnon dan Kassandra mati dibunuh oleh Klitaimnestra, istri Agamemnon, dan selingkuhannya, Aigisthos.
Orestes, putra Agamemnon, membalaskan kematian ayahnya dengan cara membunuh Aigisthos dan ibunya sendiri Klitaimnestra. Karenanya, para Erinya (dewi angkara murka) mengejar-ngejarnya dan memberinya kegilaan. Setelah dibebaskan dari para Erinya, Orestes menjadi raja Mikenai dan Argos.

Andromakhe, janda Hektor, serta Helenos sang peramal menjadi budak Neoptelemos.
Helenos menasihati Neoptelemos untuk melakukan perjalanan lewat darat. Dalam versi lainnya, Neoptelemos memperoleh nasihat ini dari ibunya, Thetis.
Neoptelemos memperlakukan Andromakhe dan Helenos dengan ckup baik.
Ketika melewati Thrakia, Neoptelemos berperang dengan raja Harpalikos. Neoptelemos melukai sang raja, namun putri Harpalikos, Harpalike, adalah seorang petarung yang tangguh dan berhasil memukul mundur Neoptelemos.
Neoptolemos pergi ke Phthia, di sana Peleus, kakeknya, masih berkuasa. Helenos lalu menasihatinya untuk pergi ke barat laut Yunani. Di sana, Neoptelemos menjadi raja Epiros. Suatu hari Neoptelemos pergi ke Sparta untuk menikahi Hermione, putri Menelaos dan Helena, dan dia memerdekaan Helenos dan Andromakhe.
Akan tetapi, Orestes, putra Agamemnon dan Klitaimnestra, juga ingin mendapatkan Hermione. Orestes berhasil membujuk Hermione untuk menyingkirkan Neoptelemos. Orestes membunuh Neoptelemos lalu menikahi Hermione dan kemudian memerintah Sparta setelah kematian Menelaos.
Peleus kini telah kehilangan putra dan cucunya. Untungnya Peleus berhasil menyelamatkan cicitnya, Molossos dan Pergamos. Setelah dewasa, Molossos menjadi raja di Epiros bagian utara. Sementara Pergamos pindah ke Misisa bersama pengikutnya. Pergamos menaklukan dan kemudian menetap di kota Teuthrania, yang dia ganti namanya menjadi Pergamon.


Polifemos dan Odisseus.
Sebagai salah satu pahlawan favorit Athena, Odisseus tetap saja harus menerima kemarahan para dewa. Odisseus tinggal di Troya agak lama untuk lebih dulu memberi kurban pada para dewa sebelum berlayar pulang dengan dua belas kapalnya. Awalnya cuaca cukup bagus untuk perjalanan Odisseus, tetapi dia telah ditakdirkan memerlukan waktu sepuluh tahun untuk mencapai kediamannya di Ithaka.
Odisseus berlayar dengan cuaca yang cukup mendukung. Namun di tengah perjalananya, Odisseus membutakan mata Polifemos, seorang Kiklops putra Poseidon. Sang dewa laut marah dan membuat perjalanan pulang Odisseus menjadi sepuluh tahun. Odisseus banyak melakukan tindakan kepahlawanan dalam perjalannya namun dia juga kehilangan banyak kapal dan anak buahnya.
Di Ithaka, sebelum dia bisa bersama kembali dengan istrinya yang tercinta Penelope dan putranya Telemakhos, Odisseus harus terlebih dahulu mengalahkan dan membunuh para pria yang ingin menikahi Penelope.

Pemimpin Asal Jumlah kapal
Penelais, Leitis, Arkhesilaos, Prothoinor, Klonios Boiotia 50
Askalafos, Ialmenos Orkhomenos, Minya dan Aspledon 30
Skhedios, Epistrofos, Ifitos Fokis 40
Aias Kecil Lokris 40
Elefenor, Akamas, Demofon Euboia 40
Menesthios Athena 50
Aias Besar Salamis 12
Diomedes, Sthenelos, Eurialos Argos dan Tirins 80
Agamemnon Mikenai dan Korintus 100
Menelaos Lakadaimon dan Sparta 60
Nestor Pilos dan Arene 90
Agapenor Arkadia: Feneus, Tegeia 60
Amfimakhos. Thalpios, Diores, Polixeinos Buprasion, bagian dari Elis 40
Meges Dulkhium, Kepulauan Ekhineia 40
Odisseus Ithaka, Samos 12
Thoas Aitolia, Kalidon 40
Idiomenios, Meriones Kreta 80
Tlepolemos Rhodes 9
Nirios Sime 3
Feidippos, Antifos Nisiros, Kos 30
Akhilles, Automedon, Neoptolemos Argos Pelasgos, Alos, Alope, Trakhis, Phthia 50
Protesilaos, Podarkes Filakhe 40
Eumelos Ferai, Iolkos 11
Filoktetes, Medon Methone, Meliboia 7
Podalirius, Machaon, Perithous Trikka, Oikhalia 30
Euripilos Ormenion, Asterion 40
Polipoites, Liontios Argissa 40
Gunios Kifos 22
Pronthos Magnete 40
Migdalion Siprus 1
Thersandros Thebes 40

[sunting] Catatan:

  • Agamemnon adalah pemimpin pasukan gabungan Yunani.
  • Total jumlah kapal Yunani yang pergi ke Troya berjumlah 1227 kapal.
  • Neoptolemos bergabung dalam perang setelah kematian Akhilles dan Aias Besar.

Pemimpin Asal
Hektor Troya
Aineias, Arkhelous, Akamas Dardania
Pandaros Zeleia
Adrastos, Amfios Adrasteia, Apaisis, Tereia
Asios Perkote, Praktios, Sestos, Abidos, Arisbe
Hippothous, Pilaios Pelasgos
Akamas, Peirous, Rhesos Thrakia
Eufemos Kikones
Piraikhmes Paionia
Pilaimenes Kitoros, Kromna, Aigialos
Odios, Epistrofos Alibe
Khromis, Ennomos Misia
Forkis, Askanios Frigia
Mesthles, Antifos Maionia
Naites, Amfimakhos Karia, Miletos
Sarpedon, Glaukos Likia
Penthesileia Amazon (Themiskira)
Memnon Ethiopia
Euripilos Misia

[sunting] Catatan:

  • Pasukan Troya dan sekutunya dipimpin oleh Hektor, putra Priamos dan Hekabe
  • Wakil Hektor adalah Aineias
  • Penthesileia, Memnon, dan Euripilos bergabung setelah kematian Hektor

Akhilles mengadakan perlombaan olahraga untuk mengenang sahabat tercintanya, Patroklos, yang mati dibunuh oleh Hektor.
Cabang olahraga Juara Hadiah
Balap kereta perang
  • #1: Diomedes
  • #2: Antiokhos
  • #3: Menelaos
  • #4: Meriones
  • #5: Eumelos
  • #1: Budak wanita yang ahli membuat benda-benda dan sebuah kaki-tiga (22 pint)
  • #2: Kuda betina berumur enam tahun dan sedang hamil seekor bagal
  • #3: Ceret (4 pint)
  • #4: 2 talen emas
  • #5: Hadiah awalnya adalah panci berpegangan dua, namun Eumelos menerima baju perang Asteropaios sebagai gantinya, karena kereta perangnya mengalami tabrakan dan orang-orang kasihan padanya. Sementara pancinya diberikan pada Nestor.
Tinju
  • #1: Epeios
  • #2: Eurialos
  • #1: Bagal berusia enam tahun
  • #2: Cangkir berpegangan dua
Gulat Odisseus dan Aias (hasil akhir seri dan hadiahnya dibagi dua)
  • Kuali berkaki tiga (senilai 12 lembu)
  • Seorang budak wanita (senlai 4 lembu)
Balap lari
  • #1: Odisseus
  • #2: Aias Kecil
  • #3: Antiokhos
  • #1: Mangkuk perak (6 pint)
  • #2: Lembu besar
  • #3: Setengah talen emas (Antiokhos menerima setengah talen sisanya)
Duel Diomedes dan Aias (hasil akhirnya seri dan hadiahnya dibagi dua, namun Diomedes menerima pedang Asteropaios karena dia yang pertama melukai lawan).
  • Pedang Asteropaios (untuk yang pertama melukai lawan)
  • Baju perang, helm, perisai, dan tombak Sarpedon
Lempar cakram
  • #1: Polipoites
  • #2: Aias Besar
  • #3: Liontios
  • #4: Epeis
  • #1: Segumpal besi babi (hanya ada satu hadiah untuk kategori ini)
Panahan
  • #1: Meriones
  • #2: Teuker
  • #1: 10 kapak bermata ganda
  • #2: 10 kapak bermata tunggal
Lempar lembing
  • Akhilles menyatakan Agamemnon sebagai juara pertama tanpa melalui pertandingan
  • #2: Meriones
  • #1: Kuali dengan hiasan tumbuh-tumbuhan (senilai seekor lembu)
  • #2: Tombak panjang

[sunting] Catatan:

  • 1 pint = 568 ml
  • 1 talen = 26 kg

Kuda Troya adalah kuda kayu raksasa yang dibuat oleh pasukan Yunani dengan ide dari Odisseus. Kuda Troya diisi oleh beberapa prajurit Yunani dan dimaksudkan untuk dibawa ke dalam kota Troya. Sejumlah prajurit ini bertugas membukakan gerbang Troya sehingga pasukan Yunani bisa masuk. Para prajurit ini dipimpin oleh Odisseus. Berikut adalah daftar prajurit yang bersembunyi dalam perut kuda Troya.
  • Odisseus
  • Diomedes
  • Aias Kecil
  • Menelaos
  • Nestor
  • Idomenios
  • Meriones
  • Teuker
  • Neoptolemos
  • Polipoites
  • Liontios
  • Filoktetes
  • Akamas
  • Demofon
  • Eurialos
  • Sthenelos
  • Amfilokhos
  • Ekhion
  • Epeios
  • Euripilos
  • Makhaon
  • Menesthios
  • Podalirios
  • Thoas
  • Antiklos

[sunting] Catatan:

  • Helena sempat menguji apakah di dalam kuda Troya ada orangnya. Antiklos nyaris saja bersuara dan membongkar persembunyian mereka, Odisseus pun bertindak cepat. Dia membunuh Antiklos sebelum Antiklos sempat bersuara.
sumber : http://id.wikibooks.org/wiki/Mitologi_Yunani/Lengkap

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar